Budakku Canduku

Budakku Canduku
Episode 24


πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯


Malam harinya:


"Aduh gimana ini, Mom. Lona belum juga pulang. Ini sudah larut malam." Kata Myla pura-pura kuatir.


"Kamu tenang saja, sayang. Mom yakin pasti dia kabur. Nanti kita bilang aja ke Devan kalau di keluyuran dan belum pulang ke rumah," ide gilanya muncul.


"Tapi Mom, kasian kalau terjadi apa-apa padanya," kepalsuan Myla semakin melonjak.


"Myla, sayang. Kamu itu jangan terlalu baik sama orang yang nggak kamu kenal. Syukur dong kalau dia pergi jauh. Apa kamu nggak takut kalau Devan jatuh keperangkapnya, kamu nggak mau kan Devan diambil olehnya, apa kamu mau kehilangan Devan," hasut ratu iblis pada putri iblis.


Myla menggeleng-gelengkan kepalanya polos, membuat nyonya Zeline semakin menyayanginya. Akting seorang Myla benar-benar tiada tanding.


"Jangan Mom, Myla nggak mau kehilangan Devan. Mom kan tau, Myla sudah tidak punya siapa-siapa lagi di dunia ini. Hanya Mom juga Devan yang Myla punya," jawab Myla terisak-isak.


"Myla, sayang. Maka dari itu. Kamu tidak usah memikirkan si Lona itu. Lebih baik kamu pikirkan, bagaimana caranya agar Devan mau menikahiku." Ucap nyonya Zeline.


"Myla sudah mencoba untuk membujuknya. Tapi dia bilang belum siap, Mom. Dia bilang, dia akan menikahi Myla. Jika balas dendamnya selesai," jawab Myla bersedih.


"Kamu yang sabar ya, sayang. Kamu tenang saja, ada Mom disisimu. Mom akan melakukan apapun agar kian berdua segera menikah," ucap nyonya Zeline langsung memeluk Myla dengan segala rasa sayangnya.


Yang ia ketahui Myla adalah seorang gadis malang yang sangatlah Cantik. Myla tidak punya siapapun, ia adalah yatim piatu yang dulunya tinggal di panti asuhan.


Berkat kecantikan wajahnya juga aktingnya yang mempuni, ia berhasil menjadi Aktris terkenal di Paris Perancis. Pertama kali mengenal Myla, nyonya Zeline langsung menyayanginya dan akan menjadikan Myla sebagai menantunya.


Awalnya tuan Devan menolak Myla. Tapi karena kasian akan kehidupan Myla yang sering diceritakan Momnya, juga sikap Myla yang lemah lembut dan baik juga cerdas, mampu meluluhkan hati seorang tuan Devan.


Dan hingga saat ini, tuan Devan selalu menganggap rasa kasiannya sebuah rasa cinta, padahal itu hanya sekedar nafsunya yang menginginkan Myla yang memang sangatlah Cantik.


"Devan! Kamu sudah pulang, nak," tanya Nyonya Zeline menyambut kepulangan putra sulungnya.


"Sepertinya dia kelelahan. Jadi, dia sudah tidur lebih dulu," jawab nyonya Zeline.


"Lona, diamana Mom? Tanya Devan seraya melepaskan jasnya.


Mendengar pertanyaan putranya, yang menanyakan keberadaan Lona, membuat ekspresi wajah nyonya Zeline berubah menjadi murka.


"Dari siang dia tak pulang. Mom, hanya menyuruhnya membeli bahan makanan. Tapi, hingga saat ini ia belum pulang. Pasti dia sedang keluyuran diluar sana. Dasar perempuan murahan," jawabnya dengan raut wajah tak suka.


Tuan Devan heran akan dirinya, yang kini begitu mengkuatirkan keadaan Lona. Didepan sang Mommy ia berusaha menunjukkan raut wajahnya yang tak peduli. Tapi jauh dilubuk hatinya, ada sebuah kekuatiran akan Lona yang memenuhi hati juga pikirannya.


Pura-pura tak peduli, tuan Devan langsung menuju kamarnya untuk beristirahat. Begitu juga dengan nyonya Zeline, melihat putranya yang hiasa-biasa saja. Ia langsung menuju kamarnya juga untuk beristirahat.


Tuan Devan membuka pintu kamarnya perlahan, dan tampaklah punggung Myla yang membelakanginya. Tanganya ia kibaskan diwajah Myla. Tak ada pergerakan, bergegas ia mengganti bajunya, menyambar jaket tebal, tak lupa kunci mobil. Ia langsung keluar dari hotel untuk mencari keberadaan Lona sang Budak.


πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Like, komen, hadiah, dan vote πŸ™


Rate bintang 5 pleaseeeee πŸ™


Maafkan typonya πŸ™


Selamat membaca dan semoga suka πŸ’–


Lope readersss 😘


πŸ”₯πŸ‚