Budakku Canduku

Budakku Canduku
Episode 60


***


Seminggu kemudian :


"Heh! Saya tidak mau tau dan tidak terima alasan apapun. Ini sudah lewat 4 hari, saya paling nggk suka sama pelanggan yang lembat bayar tagihannya. Apalagi ini kontrakkan, kontrakkan mahal. Mana bisa pakai acara menunggak segala. Mana uang kamu, cepet sini'in uang kamu," bentak pemilik kontrakan. Mengulurkan tanganya menagih cicilan, yang baru lewat sekitar 4 hari.


"Saya mohon beri saya waktu Bu, suami saya belum pulang. Setelah dia pulang nanti, saya pasti akan segera membayarnya. Saya mohon beri saya waktu." Mohon Lona.


"Itu bisa saja, tapi harus dibayar langsung dengan cicilan bulan depan," pinta ibu kontrakkan dengan mengibaskan kipas saktinya ke wajahnya.


"Ta-tapi Bu, bagaimana mungkin bisa seperti itu." Sanggah Lona.


"Tentu saja bisa, kalau kamu tidak mengikuti kemauan saya, silahkan angkat kaki dari sini. Banyak kok yang mau ngontrak kontrakkan ini dan pastinya mereka akan bayar tepat waktu." Ancam ibu itu galak, jangan lupakan dengan dandanan menor khasnya.


"Baiklah kalau begitu Bu, saya setuju. Setelah suami saya pulang nanti, saya akan segera membayarnya juga dengan cicilan bulan depan." Jawab Lona memilih untuk mengalah. Ia tinggal di negara orang lain, dan ia sadar jika tak akan ada yang membelanya bila pertengkaran ini semakin berlanjut.


"Bagus kalau begitu. Ingat ya! Kalau sampai kamu tidak menepati janjimu. Segera angkat kaki dari sini," ancamnya lagi. Lona hanya mengangguk tanda menyetujui.


Setelah itu, barulah ibu-ibu itu pergi, menjauh dari kontrakkan mungkin akan pulang kerumahnya.


"Kak Ansel, dimana kakak sekarang. Sudah seminggu kakak tidak pulang. Aku sudah mempercayaimu sebagai tempat untukku berlindung. Aku sudajh sangat mempercayaimu, aku mohon jangan membuatku kecewa. Aku mohon jangan tinggalkan aku sendirian, kak. Aku takut kak! Ini sudah lewat sembilan bulan. Siapa yang akan membantu, kalau tiba tiba akan melahirkan" Batin Lona sambil menatap sedih punggung ibu-ibu galak tadi.


Setelahnya Lona kembali ke kamarnya dengan langkah gontai, hatinya begitu sakit saat ini. Bagaimana mungkin kak Ansel tega meninggalkannya seorang diri di negara asing.


Apa yang bisa Lona lakukan, Lona bahkan tak punya uang untuk biaya persalinannya kelak. Bagaimana ia membayar biaya persalinan yang pastinya berjumlah tidak sedikit.


Hanya sedikit perlengkapan bayi yang dibeli kak Ansel untuknya. Melihat perlengkapan itu membuat mata Lona berkaca-kaca. Kenapa kisah hidupnya begitu tragis?


Begitulah kata hatinya.


Semakin lama menangis, membuat dadanya terasa begitu nyeri. Lona memilih tidur untuk meredakan nyeri di dadanya dan juga untuk menenangkan hatinya.


Derrrrrrttt ...


"Hallo, selamat siang. Ini siapa?" Tanya Lona masih memejamkan mata bengkaknya karena masih mengantuk.


"Hallo, apa ini dengan nyonya Lona?" Bukannya menjawab, orang diseberang sana malah balik bertanya.


"Iya, saya sendiri." Jawab Lona.


"Begini nyonya, kamu menemukan suami anda yang bernama Ansel Austin. Mengalami kecelakaan lalu lintas. Untuk itu, segeralah nona datang ke rumah sakit xxx." Ujar orang diseberang sana.


Lona begitu terkejut mendengar berita itu. Tanpa sadar Lona langsung melepaskan ponselnya hingga terjatuh ke lantai.


Mata Lona membulat sempurna saking terkejutnya, dengan kedua telapak tangannya, Lona menutup mulutnya yang tadinya terbuka lebar.


"Tidak, itu tidak mungkin kak Ansel bukan! Itu bukanlah kak Ansel. Kak Ansel baik-baik saja, aku yakin itu. Bagaimana mungkin kak Ansel kecelakaan." Ucap Lona tak percaya. "Ini semua salahku, tidak seharusnya aku mempermainkan hati kak Ansel. Lihat apa yang terjadi! Semua ini terjadi akibat kesalahanku. Apa yang harus aku lakukan sekarang. Oh Tuhan! Aku mohon jangan ambil orang-orang baik disekelilingku. Aku mohon." Isak Lona.


Setelah itu, bergegas Lona berangkat ke rumah sakit yang disebutkan oleh orang yang menelpon tadi. Dalam perjalanan, banyak orang yang iba melihat seorang gadis yang hamil tua selalu menangis hingga sampai tujuan.


Bersambung ...


.


.


.


.


Nggk bisa double/triple up ya🙏 karena ini akhir bulan. Rawan turun level kalau up banyak-banyak. Nanti insyaallah awal bulan akan up seperti biasa😊


Jangan lupa like, komen, hadiah, vote, rate bintang 5 nya🙏


Biar Othor makin semangat nulisnya😉