Budakku Canduku

Budakku Canduku
Episode 38


πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯


Tuan Devan mengangkat tubuh Lona, membawanya ke kamar mandi. Sampai di kamar mandi, ia langsung menjatuhkannya Lona secara kasar ke dalam buthub. Lona yang awalnya pingsan seketika tersadar.


Uhuk ... Uhuk ...


Lona terbatuk-batuk karena tak sengaja terminum air.


"Tu-tuan," ujar Lona menggigil kedinginan juga pedih di punggungnya. Tak dapat melakukan apapun, hanya menangis dan menangis. Itulah yang dapat Lona lakukan.


"Cepat bersihkan dirimu!" setelah mengucapkan kalimat singkat itu, tuan Devan pun berlalu meninggalkan Lona sendiri di dalam sana.


Masih dengan berlinang air mata, Lona tak melakukan apapun. Ia hanya terisak sambil menekuk lutut dan memeluk tubuhnya erat.


20 menut kemudian. Tuan Devan masih menunggu Lona di luar sana. Bosan menunggu Lona, ia pun segera kembali masuk kedalam kamar mandi.


"Apa kau bodoh! Kenapa belum mandi juga," bentak tuan Devan. Lona tak melihat ataupun menjawab.


Pandanganya kosong, seakan tak ada lagi kehidupan pada dirinya. Hanya ada air mata yang terus mengalir dari kedua pelupuk matanya.


Devan kebingungan melihat Lona yang tak lagi meresponnya. Melihat Lona yang sudah pucat pasi, ia pun segera mengangkat tubuh Lona. Tidak ada lagi suara teriakan atau berontak seperti biasannya.


Tuan Devan meletakkan tubuh Lona kelantai, tubuh dan baju yang basah tak memungkinkan ia meletakkan Lona diatas ranjangnya. Lona kembali meringkuk karena kedinginan.


Tuan Devan mengambilkan sweaternya yang kedodoran dan melemparkannya kasar pada Lona.


"Pakai itu dan ikut aku," ujar tuan Devan lalu duduk disisi ranjangnya memainkan ponselnya dan juga membelakangi Lona.


Lona kembali menangis, ia tak juga memasangkan sweater itu pada tubuhnya.


Tuan Devan mulai geram, berdiri kasar ia mendekati Lona. Dengan kasar ia merobek pakaian yang melekat pada di tubuh Lona. Lona kembali menangis histeris, ia merasa sangat murahan saat ini. Namun tenaganya benar-benar telah habis.


Belum terlepas semua pakaian dari tubuhnya, Lona telah kehilangan kesadarannya, ia kembali pingsan untuk yang kedua kalinya.


"Menyusahkan saja," kesal tuan Devan. Meski begitu, ia tetap melepaskan pakaian Lona. Beruntung Lona memakai dalaman lengkap dengan tanktop juga celana pendek.


Tuan Devan menghentikan niatnya untuk langsung memasangkan sweaternya ketubuh Lona setelah melihat tanktop Lona yang berwarna putih itu bercampur dengan adarah segar yang masih mengalir. Dengan malas ia mengambil kota P3Knya mengambi salep lalu mengoleskan ke bagian luka Lona.


"Tunggu dulu, kenapa Akau malah berbuat baik padanya," ucap tuan Devan menghentikan langkah kakinya. Ia kembali memutar langkahnya mendekat pada Lona. Ia baru sadar bahwa ia telah berbuat baik pada Lona.


Dengan kasar ia menjatuhkan tubuh Lona dari kasurnya.


"Aaakh ... " Teriak Lona kaget.


"Cepat bangun!" titahnya berjalan lebih dulu.


Lona mencoba berdiri, ia juga merasakan dingin di punggungnya. Tidak lagi perih seperti yang sebelumnya.


Karena sudah merasa lebih baik, Lona pun terhuyung-huyung mengekor dibelakang tuan Devan, sampai ke dapur.


"Kau, mau makan bukan?" Tanya tuan Devan membuat Lona yang memang kelaparan mengangguk mengiyakan.


"Bersihkan dulu dapur ini. Setelah itu kau baru boleh makan," ujar tuan Devan sambil menunjukkan bagian-bagian yang harus Lona bersihkan. Kembali Lona mengangguk mengiyakan. Ia memang sangat lapar saat ini, hanya bersih-bersih dapur saja hal yang mudah baginya.


"Bagus, lakukan sekarang," setelah mengatakan itu, tuan Devan pun beranjak menuju ruang tamu. Meninggalkan Lona yang kini beberes.


Tak semudah yang Lona bayangkan, sakit disekujur tubuhnya membuatnya sesekali berhenti dan memilih duduk mengisyaratkan tubuhnya terlebih dahulu.


Memang pernah terlintas dipikirannya untuk mengakhiri kemalangan hidupnya. Tapi, balik lagi ia memikirkan. Banyak orang-orang yang bertahan hidup lebih sulit dari dirinya. Untuk itulah ia akan terus menjalani hidupnya sesulit dan seberat apapun itu.


πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Like, komen, hadiah, dan, vote


Rate bintang 5 pleaseeeee


Maafkan typonya


Selamat membaca dan semoga suka


Lope readersss 😘


πŸ”₯πŸ‚