Budakku Canduku

Budakku Canduku
Episode 45


๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ


Dor!


Kembali tembakkan jarak jauh yang berasal dari mobil belakang berusaha menembus kaca mobil Ansel. Beruntung mobil mewah itu anti peluru. sehingga peluru tak dapat menembus kaca.


"Kak, siapa itu kak? Tanya Lona panik sambil menutup kedua telinganya, seraya menunduk.


"Tenanglah Lona, ada kakak disini. Kamu tetaplah menunduk," seru Ansel lalu meraih senjatanya.


"Lona takut kak, bagaimana kalau itu adalah tuan Devan."


"Tenanglah, kalaupun itu adalah Devan. Maka kakak, tidak akan membiarkan dia merebutmu lagi dari kakak," jawab Ansel tegas. Ansel mulai maminkan senjatanya.


Dor!


Satu tembakkan darinya meleset mengenai udara kosong. lawan begitu lihai menghindari genjatan senjata darinya.


Dor!


Satu tembakkan yang begitu halus, hampir saja mengenai bagian belakang kepala Ansel, bila saja ia tidak mengelak. Mobilnya memang anti peluru, hanya saja ada batasannya. Bila terkena peluru berkali-kali maka hilanglah fungsinya sebagai anti peluru.


Sepertinya sang musuh begitu ahli dalam membidik. Bisa dilihat dari bidikkannya yang begitu tepat sasaran hingga berkali-kali.


Tak berselang lama, mobil musuh mulai mendekat padanya. Hingga kedua mobil itu saling berdampingan.


"Shiiit!" Umpat Ansel. "Lona tetaplah menunduk," titah Ansel kala melihat mobil musuh berada tepat disampingnya.


Dor!


Dor!


Ansel benar-benar kehilangan cara. Musuh yang ia hadapi bukanlah lawannya. Disaat kepasrahannya, sebuah mobil di depan sana seperti menghadangnya. Rem mendadak pun ia lakukan karena kalau tidak, mobilnya dan mobil di depannya, mungkin sudah saling tabrak menabrak. Hanya berjarak sekitar 5 centi saja. Jika melebihi itu maka habislah mereka.


Ansel kebingungan, Kala melihat mobil dihadapannya menembak mobil musuhya yang sebelumnya. Musuh yang sedari tadi menembaknya tak lain dan tak bukan adalah benar tuan Devan juga Brandi.


Tampak mobil tuan Devan berputar-putar karena kehilangan keseimbangan. Mobil tuan Devan barulah berhenti ketika menabrak sebuah pohon besar disana.


Entah senjata apa yang digunakan oleh mobil misterius itu hingga berhasil melumpuhkan mobil mewah yang juga anti peluru milik tuan Devan. Berkat mobil cangihnya, tuan Devan dan Brandi tampak baik-baik saja. Hanya sedikit lecet saja. Kuluar dari mobil ringsek itu. Keduannya tampak sempoyongan. Tapi, mereka berusaha menjauhkan diri dari mobi. Karena mobil tuan Devan akan segera meledak.


Dan benar saja, hanya dalam hitungan Detik. Mobil mewah berharga selangit milik tuan Devan, meledak seketika. Mengeluarkan suara yang begitu kencang dengan kepulan asap yang melekat. Beruntung tuan Devan dan Brandi berhasil menjauh dari mobil tuan Devan yang telah meledak. Hingga tidak ada nyawa yang menjadi korban dalam insiden itu.


Tuan Devan dan Brandi, tampak terkapar tak berdaya di aspal jalan kala itu. Beruntung mereka berada dijalan yang tidak dilalui karena jalannya yang cukup beresiko. Sehingga jalan itu begitu sepi.


Tak lama, seorang pria misterius keluar dari mobil mewah keluaran Lamborghini itu. Ansel begitu kaget seakan tak percaya kala memandang pria misterius yang selama ini ia kenal.


Segera Ansel keluar dari mobil untuk memastikan lagi kalau dugaanya tidaklah salah.


Lona yang masih ketakutan, awalnya enggan keluar dari mobil. Tapi melihat Ansek keluar ia pun ikut keluar dari mobil.


"Ayah. Apa yang kau lakukan?" Tanya Ansel heran kala melihat sosok Ayah, yang tak lain adalah suami kedua dari ibunya. Kini, Hito berada tak jauh dihadapannya.


Tuan Hito, tampak hanya tersenyum sinis. Hito kembali mengarahkan senjata apinya dan Langsung menembak Tuan Devan dibagian kakinya.


Lalu senjatannya ia arahkan pula pada kaki Brandi.


"Ayaaaah!" Teriak Lona histeris kala melihat Ayahnya yang telah tertembak dibagian kakinya. Walaupun Ayahnya telah jahat padanya, tapi ia tetap saja mengkwatirkan kondisi sang Ayah.


Bersambung....