Budakku Canduku

Budakku Canduku
Episode 40


πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯


"Ayo! Tuan Devan pasti telah mencarimu," ujar Brandi menyeret kasar Lona.


"Jangan Yah! Lona mohon jangan bawa Lona ke sana lagi," pinta Lona dengan Memohon.


Seakan tuli, Brandi tak mendengarkan permohonan anaknya. Ia terus menyeret Lona keluar dari kontrakan.


Mempunyai kesempatan Lona menggigit tangan Ayahnya dan segera lari menjauh dari Brandi. Tak tinggal diam Brandi pun juga tak kalah gesit mengejar Lona.


Sore harinya, barulah tuan Devan mengerjakan matanya perlahan. Berdiri, ia langsung mengedarkan pandangannya mencari keberadaan sang Budaknya.


Langkah kakinya ia arahkan ke dapur. Memanggil-manggil nama Lona dengan suara khas bangun tidurnya. Merasa ada yang aneh ia pun langsung menuju ruang cctv di sana. Dan wajahnya memerah kala melihat rekaman Lona yang mengendap-endap keluar dari hotelnya.


Sebenarnya dihotel itu ada banyak cctv. Tapi, sebelumnya sudah direkayasa oleh Myla. Dan baru sekarang cctv itu benar lagi, karena sudah lama tak di utak Atik.


Tuan Devan langsung menuju kamarnya. Mengambil jaket tebal, kunci mobil, juga ponselnya. Ia langsung keluar dari hotel. Dengan tujuan mencari keberadaan Lona.


Menyusuri jalan, berbekal alamat yang diberikan oleh sekretarisnya yaitu sekretaris Aron. Yang telah melacak keberadaan Lona sebelumnya.


πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯


Sementara itu, disebuah jalan yang begitu sepi dan juga gelap.


"Sudah Lona, percuma saja kau lari. Tuan Devan pasti akan menemukanmu. lebih baik ayo ikut denganku," ujar Brandi kembali mengajak Lona ke kontrakan.


Lona benar-benar telah kehabisan tenaga. Ia tak lagi berontak, dengan segeka kepasrahannya, ia pun mengikuti langkah sang Ayah yang membawanya kembali ke kontrakan.


Sementara itu, tuan Devan telah sampai di lokasi yang disebutkan olah sekretatis Aron sebelumnya. Tapi ai tak menemukan siapapun disana. Namun, ia menyadari lokasinya saat ini berada tak jauh dari kontrakkan Lona.


Ia pun segera mengendarai mobilnya menuju kontrakkan Lona. Dan benar saja, ia dapat melihat Lona yang tengah diseret paksa oleh Ayahnya sendiri.


"Akhirnya tuan datang juga. Lihat apa yang ada disamping saya tuan. Saya bersusah payah menemukan apa yang tuan cari. Apa ada plus untuk saya, tuan," ujar Brandi dengan segala kepicikkannya.


"Datanglah ke kantor ku besok, dia akan aku bawa sekarang," ujar tuan Devan menarik kasar pergelangan Lona.


"Tentu saja saya akan datang, tuan," jawab Brandi tersenyum sinis.


Masih dengan kekasaran Devan menghentakkan tubuh Lona untuk memasuki mobilnya. Lona hanya dapat menangis, menangis kemalangan hidupnya juga kemalangan adik kembarnya yang entah dikemanakan oleh kedua orang tuannya yang bejat.


Diperjalanan, tuan Devan tampak sangat murka. Bisa dilihat dari caranya mengendarai mobil dengan kecepatan penuh. Hal itu mampu membuat Lona bergidik ngeri, lagi dan lagi pelupuk matanya dipenuhi dengan cairan bening. Saat ia mengedipkan matanya lolos lah sebuah air mata yang menyapu kedua pipinya.


Senja telah berganti malam. Kini, tuan Devan telah Samapi di parkiran hotel. Keluar dari mobil, ia menutup pintu mobil dengan kencang membuat Lona terlonjak kaget. Lona baru selesai melepaskan sabuk pengamannya. Tapi, tuan Devan langsung menyeretnya keluar dengan begitu kasarnya.


Menuju lift, Lona benar-benar ketakutan kala melihat raut wajah tuan Devan yang sepertinya semakin murka. Tampak emosi telah menguasai dirinya, tapi berusaha ia tahan.


Tuan Devan terus menyeret Lona hingga Sampai kedalam kamarnya. Lona ketakutan, apalagi saat tau bahwa tuan Devan membawa dirinya ke kamar tuan Devan sendiri.


Sampai dikamar, tuan Devan langsung melempar Lona kasar keatas ranjangnya. Lona beringsut takut, kala tuan Devan mulai mendekatinya dengan tatapan penuh nafsu.


"Tu-tuan, apa yang a-akan tuan la-lakukan," lirih Lona terbata.


"Aku akan membuat mu. Tidak akan pernah bisa lari dariku," tutur tuan Devan dengan nafasnya yang memburu, tampak nafsunya begitu besar memandang tubuh Lona. Ia menyeret kaki Lona dan langsung menerkam Lona.


πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Like, komen, hadiah, Rate bintang 5, dan vote.


Maafkan typonya.


Selamat membaca dan semoga suka.


Lope readersss 😘


πŸ”₯πŸ‚