Budakku Canduku

Budakku Canduku
Episode 27


πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯


"Aku benar-benar harus secepatnya menyingkirkanmu Lona!" Ucap Myla mengepalkan tanganya, saat mengintip aksi kekasihnya yang kini semakin buas menjajahi tubuh Lona.


Geram melihat adegan yang membuatnya murka, Myla langsung menuju kamarnya.


"Itu hukuman untukmu. Aku akan menghukummu lebih dari itu. Jika aku melihatmu pulang bersama laki-laki lain lagi. Aku tau kau jal*ng. Tapi, jangan tunjukkan jal*ngmu itu dihadapanku," ancam tuan Devan.


Betapa hancurnya hati seorang Lona, saat mendengar ucapan tuan Devan yang mengatainya sebagai jal*ng.


Tapi bukankah itu ada benarnya. Perempuan macam apa, yang rela menjadi Budak hanya demi uang, siapa lagi kalau bukan jal*ng. Tapi, tetap saja sakit dihatinya ketika mendapat panggilan hina itu.


Dengan berbagai sakit ditubuhnya, Lona berusaha memejamkan matanya. Ia sangat berharap ketika bangun nanti, semua yang ia jalani kini hanyalah sebuah mimpi buruk. Tapi, itu tidaklah mungkin terjadi.


πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯


"Huffff...sangat melelahkan. Kau dapat berapa tip?" Tanya Maya pada temannya sesama Jal*ng.


"Ini liat, banyak kan," pamer Reni memeberkan uangnya yang banyak.


"Widih, kau semakin hebat saja sekarang. Tidak seperti ku, sepertinya pelanggan sudah mulai bosan padaku. Apa rahasiamu ha? Kenapa kau selalu rame," tanya Maya heran pada temennya yang selalu dapat job setiap malamnya.


"Dengar ya May, kau itu sudah kepala 4. Sedangkan aku masih muda, jelas banyakkan jobku dari pada kamu. Sesekali aku lagi dong yang populer masak iya kamu terus," tutur Reni mengipas wajahnya dengan uangnnya.


"Ya, ya. Aku tau aku sudah tidak lagi muda. Makan apa aku kalau begini," kesal Maya.


"Apa gunanya kau punya suami?" Heran temannya.


"Hufff....aku menikahi Brandi agar dia mengakui Kalika dan Kalina saja. Kau tau kan saat itu aku tidak mungkin mengugurkan mereka, karena faktor usia, aku bisa kehilangan nyawaku, jika menggugurkan mereka. Untuk itulah aku menikahi Brandi, tapi dengan syarat, untuk tidak saling mengekang. Kami bebas menjalani hidup kami masing-masing," jelas Maya.


"Kalika dan Kalina, berapa usia mereka sekarang?" Tanya Reni.


"Masih remaja, baru beberapa hari yang lalu keduannya menginjak usia 15 tahun," tutur Maya.


"15 tahun adalah usia yang banyak disukai pelanggan. Tapi sayangnya putri-putrimu itu mengalami gangguan mental." Jawab Reni kecewa.


"Apa maksudmu, aku harus menjadikan anak-anakku seperti diriku." Ucap Maya menemukan ide yang licik.


"Kenapa tidak, seusia mereka paling banyak disukai di sini," jawab Reni.


"Kau benar juga, kenapa aku tidak kepikaran ya. Dulu aku menjadi jalang juga diusia segitu," ujar Maya.


"Mereka tidak gangguan mental, mereka hanya trauma pada keramaian karena pernah dibuli juga kurang kasih sayang. Aku yakin, jika aku memberikan mereka kasih sayang. Dalam seminggu waktu seminggu, mereka akan segera sembuh," tutur Maya dengan segala pikiran iblisnya.


"Buatlah mereka sembuh, 2 gadis perawan. Kau bayangkan saja berapa uang yang akan kau dapat nantinya. Kau akan kaya, Maya," hasut Reni.


"Kau benar Reni, aku akan kaya," sautnya dengan matanya yang memutih membayangkan milyaran uang di genggamannya.


πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯


Keesokkan paginya:


"Kak Devan, ini berkas dari Ayah. Kenapa ayah selalu menyusahkan kami. Dan anehnya harus berdua dengan tengik satu ini," ucap Kenric menunjukkan adiknya yang usianya berbeda 1 tahun.


"Jangan mencari gara-gara denganku," jawab Vano yang memang punya sifat lebih dingin dari kakaknya Kenric.


Keduan pria tampan akut itu, adalah keponakan Devan. Mereka masih berstatus sebagai pelajar. Kenric Mahasiswa berusia 19, dia mempunyai sifat lebih banyak bicara. Berbeda dengan Vano seorang pelajar Yang akan lulus tahun ini, Vano berusia 18 tahun, Vano memiliki sifat irit bicara dan cenderung dingin. Meski kakak beradik itu mempunyai sifat yang berbeda. Tapi, mereka punya satu sifat yang sama bahkan biasa disebut biadab. Kenapa? Karena keduannya adalah seorang Cassanova kelas kakap.


Entah sudah berapa perempuan yang mereka tiduri, tanpa sepengetahuan orang tua mereka. Keduannya begitu kompak jika mengenai seorang wanita.


"DuoCass, tumben kalian datang kesini lebih cepat dari biasannya?" Heran Devan.


"Berhenti memanggil kami dengan panggilan itu, kak. Kalau Daddy tau, bisa-bisa kepala kita dipenggal," jawab Kenric bergurau.


"Tenanglah, mulut kakak ini bukan ember," jawab Devan juga bercanda. Sedangkan Vano lebih banyak diam. Tapi diamnya makan dalam.


πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Mulai besok, khusus cerita ini. Akan Up pada malam hari. Biar aman untuk yang menjalankan ibadah puasaπŸ’–


Like, komen, hadiah, dan vote πŸ™


Rate bintang 5 pleaseeeee πŸ™


Maafkan typonya πŸ™


Selamat membaca dan semoga suka πŸ’–


Lope readersss 😘😘😘


πŸ”₯πŸ‚