
***
"Silahkan, Nona Lona." Ujar sang dokter membukakan pintu untuk Lona.
"Terima kasih, dokter. Saya mohon jaga kak Ansel." Tutur Lona masih berlinang air mata.
"Pasti, nona." Setelahnya Lona langsung memposisikan dirinya didalam mobil super elit itu.
"Kontrakkan dijalan xxx ya pak. Dan ingat. Antarkan ISTRI teman saya ini sampai tujuan dengan selamat." Goda sang dokter mengedipkan matanya pada sosok pria bertopi yang dikatakan sebagai sopirnya.
Mendengar ucapan dokter yang sengaja menekan-kan kata 'istri' membuat sopir misterius itu mengepalakan tangannya erat.
Setelah kepergian dokter tadi, barulah sang sopir tancap gas menuju lokasi. Sesekali mata tajam milik sang sopir mengarah pada spion, dari situ dia bisa melihat betapa hancurnya wanita hamil yang tampak murung dengan cucuran air mata yang tak hentinya mengalir.
Beberapa saat kemudian. Karena kelelahan, Lona pun tertidur pulas didalam mobil.
Merasa aman sopir misterius itu mulai melepaskan topinya. Dan sesekali melihat kebelakang untuk mengecek keadaan penumpangnya.
"Selamat datang wanita yang ternyata selama ini begitu aku cintai, tanpaku sadari akan hal itu. Wanita yang telah mengajarkanku bahwa balas dendam adalah perbuatan yang salah. Aku berjanji tidak akan melakukannya lagi. Aku tau! Tidak mungkin bagimu, untuk melupakan aku yang telah menyiksamu. Tapi, aku berjanji pada hidup dan juga matiku, aku akan menjagamu, melindungimu, menghormatimu, membahagiakanmu, menyayangimu, serta mencintaimu bukan hanya dengan sepenuh hatiku, tapi juga dengan nyawaku. Aku akan melakukan apapun demi keselamatan dan juga kebahagiaanmu dengan nyawaku. Aku berjanji akan mengorbankan nyawaku bila itu memang dibutuhkan olehmu. Dengan menciptakan kebahagiaan yang baru untukmu, aku berharap dapat menyingkirkan rasa sakitmu selama ini, meski tidak sepenuhnya. Tapi, aku berjanji tidak ada siapapun yang akan aku cintai selain dirimu. Termasuk juga Mila. Aku mencintaimu Lona, bahkan rasa ini lebih besar daripada rasa yang kupunya untuk Mila. Aku benar-benar telah jatuh cinta sedalam-dalamnya padamu. Aku mencintaimu Ilona Willa. Maaf karena aku baru menyadarinya." Tutur Devan dalam hatinya sambil memandang wajah Lona yang tampak menyedihkan dengan mata bengkaknya.
Dert...derrt...
Devan segera mengangkat telponnya agar tak mengganggu tidur Lona.
"Semua telah siap, tuan." Ucap seseorang diseberang sana.
"Baik, sebentar lagi aku datang." Jawab tuan Devan singkat.
***
Lona tampak mengerjabkan matanya, cukup lama Lona mengucek matanya, setelah akhirnya bisa mului melihat sekelilingnya dengan begitu jelas.
Lona begitu terkejut, karena menyadari bahwa ia berada ditempat yang tidak asing baginya.
Rumah sakit!
Sekarang Lona berada dirumah sakit. Dan hal itu tentu saja membuatnya begitu terkejut. Bukankah ia dalam perjalanan untuk pulang dari rumah sakit. Lalu apa ini?
Dan satu hal lagi. Lona juga baru menyadari akan perbedaan ruangan yang saat ini ia tempati. Ini sangat berbeda dengan ruangan rumah sakit yang berada di negara tempat ia bersembunyi bersama Ansel.
"Lona, kau sudah bangun, sayang." Tanya sesosok lelaki yang begitu Lona takuti. Namun, pertanyaan itu terdengar begitu lembut.
Selembut apapun tak mungkin dapat menghilangkan efek trauma pada Lona. Suara yang lembut itu terdengar membentak ditelinga Lona.
Lona yang kini berada diatas ranjang begitu ketakutan hanya dengan mendengar suara tuan Devan.
Aaaaaakh ......
Teriak Lona histeris begitu melihat langsung sosok lelaki yang selama ini menyiksanya.
"Tidak jangan sakiti anak saya. Ini anak saya, bukan anak tuan! Saya mohon jangan sakiti kami. Saya mohon jangan ambil anak saya! Saya .....
Bersambung ....
.
.
.
.
Kasian yang digantung🙏😆
oh iya, ada yang mau kisah Ansel nggk?
Tapi kemungkinan akan Othor pisah dengan novel ini. Kisah Ansel akan Othor buat dinovel baru dengan judul yang baru. Othor kasih bisikkan ya😁
Ansel sudah punya anak🙃 dia akan bermetamorfosis dari SadBoy \= HotDaddy😍
Ceritanya nggk akan kejam lagi kok, tapi uwuw-uwuw🙈😱
Dikit ya🙏 awal bulan deh Othor kebut✌️✌️✌️