Balas Dendam Istri Yang Dikhianati

Balas Dendam Istri Yang Dikhianati
91.


Ini kok mengembalikan ponsel pria di depannya lalu dia berkata, "Jadi sebenarnya, bukan aku yang lebih baik dulu berselingkuh, tetapi mantan calon istriku yang kemarin itu sebenarnya lebih dulu berselingkuh dengan manajernya. Tapi itu bukanlah masalah, Karena sekarang kami sudah berpisah dan aku sudah menikah dengan seorang perempuan yang memiliki bisnis yang matang. Restoran milik istriku itu sebenarnya adalah restoran ini."


Pria di depan Niko yang mendengar ucapan Niko merasa sangat bingung karena restoran tempat mereka berada sekarang ialah restoran milik kakak sepupunya.


"Itu,, Apa kau bilang restoran xx ini adalah restoran istrimu?" Tanya pria itu langsung membuat Niko menganggukkan kepalanya dengan penuh percaya diri.


"Apakah istrimu mengatakan seperti itu?" Tanya pria di depan Niko yang betul-betul heran dengan jawaban pria di depannya apalagi dia melihat wajah pria itu sangat percaya diri.


"Tentu saja istri saya yang mengatakannya. Memangnya harusnya orang lain yang mengatakannya?" Ucap Niko sembari mengambil minumannya dan meneguknya karena dia merasa aneh dengan pembicaraan mereka yang kini berpusat pada istrinya.


"Ahh, sepertinya istrimu sudah membohongi mu, karena jelas-jelas restoran ini adalah milik kakak sepupuku, waktu peresmian restoran pun aku datang kemari sebagai undangan. Dia juga memberiku kartu ini, adalah kartu VIP yang bisa kugunakan di tempat ini." Ucap pria itu menunjukkan sebuah kartu yang membuat Niko menatap kartu itu selama beberapa detik.


Dia memang pernah melihat kartu itu kamu tetapi dia tidak pernah mendengarkan tentang kartu itu, tapi dia tidak pernah memikirkannya.


Namun sekarang, dia kini merasa agak sesak dan panas jadi pria itu berkata, "sepertinya sudah ada kesalahpahaman, saya akan menyelesaikan masalah saya sendiri, jadi pertemuan Hari ini saya rasa sudah cukup. Semoga kerjasama kita kedepannya bisa berjalan dengan lancar."


"Ahh baik," ucap sang pria sambil menganggukkan kepalanya melihat Niko yang terburu-buru keluar dari ruangan itu menandakan bahwa pria itu benar-benar sudah ditipu oleh istrinya.


"Dasar bodoh, bisa-bisanya seorang lelaki ditipu oleh seorang perempuan, restoran ini milik seorang perempuan pelakor? Benar-benar tidak masuk akal!!!" Ucap pria itu sembari menghabiskan anggur di dalam gelasnya.


Sementara itu, Niko yang terburu-buru keluar dari ruangan kini mengepal erat tangannya dan dia berjalan ke meja resepsionis menghampiri sang resepsionis yang bertugas.


"Ada yang bisa saya bantu?" Tanya resepsionis itu dengan wajah yang sangat ramah melayani Niko karena dia mengetahui bahwa pria itu seringkali berada di restoran itu di dalam ruangan VIP untuk menjamu para klien-klien pentingnya.


"Sudah banyak sekali yang menanyakan pemilik restoran kami, karena mereka sangat terkesan dengan pembangunan restoran kami dan bagaimana kesuksesan restoran ini hingga terkenal sampai mancanegara." Yang sudah terbiasa dengan pertanyaan itu karena setiap orang yang datang ke tempat itu akan sangat kagum dengan pelayanan di restoran itu.


Hal itu pula lah yang membuat mereka membuat brosur tentang pemilik restoran dan kemudian membagikannya pada setiap orang yang bertanya, agar mereka semakin terkesan akan pemilik restoran yang sebenarnya adalah seorang yatim piatu yang orang tuanya meninggal sejak ia masih kecil.


Jadi resepsionis itu segera mengambil sebuah brosur dan menyerahkannya pada Niko.


"Pria ini adalah pemilik restoran ini, Dia adalah seorang yatim piatu yang membangun restoran ini ketika dia berumur 17 tahun, dan berkat kecerdasannya dia berhasil membuat restoran ini menjadi restoran paling besar dan terkenal sampai mancanegara," ucap resepsionis itu langsung membuat Niko mengambil brosurnya dengan tangan agak gemetar.


"Terima kasih atas informasinya," ucap Niko kemudian berlalu pergi dengan kemarahan yang menyelimuti seluruh hatinya.


Dia berpaling ke Chintya karena berpikir perempuan itu adalah orang kaya, tapi nyatanya dia hanya perempuan yang berpura-pura kaya dan sudah menipunya.


Namun ketika dia hendak keluar dari pintu restoran, pria itu kembali teringat sesuatu jadi dia kembali menghampiri sang resepsionis.


"Maaf, Apakah kalian mengenal perempuan bernama Chyntia yang dulu bekerja di sini?" Tanya pria itu yang merasa penasaran dengan jabatan sebenarnya Cynthia di tempat itu hingga dia benar-benar bisa menyelabuhinya.


"Ahh, Nona Chyntia adalah manajer bagian di tempat Kami, lebih tepatnya dia menangani,,," sang resepsionis tidak lanjut berbicara lagi, sebab Niko sudah berjalan pergi dengan langkah yang cepat dan terlihat bahwa pria itu dipenuhi amarah.


@info.


Terima kasih terus setia membaca novel ini, semoga kalian terus suka ya....! Jangan lupa like, komen dan follow author agar mendapat follow back dari otor, supaya kita bisa saling mengirim pesan. jangan lupa juga untuk masuk di grup chat otor ya,, bisa liat di profil otor.