
"Selamat pagi, apa kau baik-baik saja?" Tanya Dilan ketika dia melihat perempuan yang tampak lesu berjalan ke arah meja makan.
"Maaf, kemarin sepertinya saya terlalu banyak minum. Tapi kemarin malam saya tidak menyusahkan manajer bukan?" Tanya Melinda sembari duduk di salah satu kursi dengan tangan perempuan itu masih berusaha memijat kepalanya yang terasa sakit.
🐾🐾🐾
"Kau merepotkanku pun aku tidak akan bilang kalau kau merepotkanku, karena aku senang direpotkan olehmu." Kata Dilan sembari menaruh semangkuk sup di depan Melinda.
"Sup ini baik untuk meredakan mabuk, jadi makanlah," ucap pria itu sembari duduk di depan Melinda lalu mereka berdua makan bersama.
"Hah,,, tapi kenapa manajer membawa saya kemari?" Tanya Melinda yang merasa aneh Kalau pria itu tidak membawanya ke kediamannya.
Dilan tersenyum, "kau yang mengerengek untuk pergi ke apartemenku. Bahkan kau meronta-ronta di mobil karena kau ingin mengendarai mobil." Ucap Dilan langsung membuat Melinda ternganga karena dia benar-benar tak percaya dengan kelakuannya yang begitu buruk ketika dia mabuk.
Melihat ekspresi perempuan di depannya, maka Dilan kembali melebarkan senyumnya sembari berkata, "lain kali kau tidak boleh minum lagi karena kau sangat buruk ketika mabuk. Tapi kalau ada aku, Kau boleh minum sepuasnya, tapi hanya kalau ada aku."
Ucapan pria itu langsung membuat Melinda kembali terbengong di tempatnya, 'ucapan pria itu sama seperti ucapan seorang kekasih. Padahal kami tidak ada hubungan apapun,' ucap Melinda dalam hati.
Perempuan itu merasakan jantungnya terus berdegup kencang setiap kali berada di samping manajer.
Melihat perempuan di depannya benar-benar terlihat menyesal maka Dilan tersenyum sembari memandangi perempuan itu dan dia tidak bisa menahan diri untuk mendekatkan wajahnya ke arah perempuan itu.
Melinda yang didekati seperti itu langsung menegang di tempatnya sembari memegang garpu dan sendoknya dengan sangat erat.
"Ma,, manager,,," ucap perempuan itu dengan jantung yang semakin berpacu kencang karena tindakan Dilan yang tiba-tiba.
Dia benar-benar tidak menyangka bahwa manajernya yang selalu bersikap dingin dan acuh tak acuh ternyata memiliki sisi yang lain juga. Sisi yang tidak tahu malu Jika menginginkan sesuatu.
"Aku pun tidak masalah kalau kau terus datang ke apartemenku. Lagi pula kau sudah mengetahui sandi apartemen ku juga sudah tahu kalau aku mencintaimu, jadi aku ingin kau memiliki semua yang menjadi milikku." Ucap Dilan membuat Melinda kembali terpatung di tempatnya.
Pertama kalinya ia mendengar seseorang akan memberikan semua miliknya untuknya, tak seperti di kehidupan masa lalunya ketika seluruh miliknya malah direbut darinya.
Jadi Melinda berusaha untuk berbicara, "ini,, i--"
"Tidak perlu gugup seperti itu," ucap Dilan sembari menarik tubuhnya lalu pria itu kembali duduk dengan tenang dan lanjut berkata, "kalau kau belum bisa menerimaku sekarang, maka aku akan menunggumu sampai kapan pun kau mau ditunggu. Aku hanya ingin menegaskan padamu kalau aku akan selalu menjadi orang yang mendukungmu dan menunggumu sampai seumur hidupku."