Balas Dendam Istri Yang Dikhianati

Balas Dendam Istri Yang Dikhianati
45.


"Namun tiba-tiba saja dunianya berputar ketika dia merasakan rasa pusing yang begitu hebat dan dia jatuh di samping perempuan yang telah meninggal di lantai.


"Namun ketika terbangun dia menyadari bahwa dia kembali ke masa lalu dan memiliki kesempatan untuk mengubah takdirnya dan takdir perempuan itu." Ucap Dilan kembali ingat ketika dia memasuki kamar rumah sakit Melinda untuk bertemu perempuan itu.


Rasa sakit dan penyesalan memenuhi Dilan hingga pria itu agak gemetar menyesali kesalahannya di kehidupan sebelumnya hingga Melinda harus mengalami penderitaan yang teramat dalam.


🐾🐾🐾


Melinda yang melihat pria yang gemetar didepannya, dia langsung bisa mengerti bahwa apa yang diceritakan pria itu adalah dirinya sendiri.


Sementara perempuan yang tergeletak di lantai rumah sakit adalah dia.


Benar-benar tak bisa dipercaya bahwa setelah dia meninggal ternyata ada satu orang yang datang dan perdulikannya dan hendak menolongnya.


Padahal dia pikir selama kehidupannya dia hanya sendirian dan tidak ada satupun orang yang benar-benar peduli padanya.


"Aku tahu kau tidak akan percaya dengan apa yang kau katakan ini, tapi yang kuceritakan itu ialah aku dan kau di kehidupan kita yang sebelumnya. Sementara ini, adalah kehidupan yang kedua dan kita kembali ke beberapa tahun sebelum--"


"Aku percaya," sela Melinda langsung membuat Dilan mengangkat wajahnya menatap perempuan di depannya karena dia tidak menyangka bahwa perempuan itu akan sangat mudah mempercayai ucapannya.


Dan lebih terkejutnya lagi ketika Melinda langsung berdiri dan berjalan ke arahnya lalu perempuan itu memeluknya dengan hangat.


"Dan aku percaya semua kata-katamu karena aku juga mengalami hal yang sama kembali ke kehidupan ini untuk mengubah takdirku," Kata Melinda sembari memejamkan matanya dan dia merasakan air mata telah berderai di pipinya.


Sementara Dilan yang mendengarkan itu dan baru pertama kali merasakan pelukan Melinda, pria itu langsung membalas pelukan Melinda dan rasa gemetarnya perlahan menghilang.


"Tidak, Itu salahku karena aku menyimpan perasaanku terlalu lama, seandainya aku mengatakannya lebih awal, mungkin saja itu semua tidak akan terjadi. Seandainya hari itu aku tidak melarikan diri dari hidupmu dan terus berada di sisimu, mungkin saja saat itu kau akan merasa lebih baik dan menjalani kehidupan yang lebih baik," ucap Dilan dengan setumpuk rasa penyesalan begitu membebani hatinya.


"Tidak,, tidak perlu menyalakan diri, lagi pula di kehidupan yang ini kita bisa mengubah semuanya karena aku juga mengalami hal yang sama denganmu. Aku kembali ke masa lalu dan ingatan terakhirku ialah ketika aku dibunuh oleh suamiku demi melindungi selingkuhannya." Ucap Melinda langsung membuat Dilan tidak bisa menahan tangisnya hingga pria itu menangis tersedu-sedu diperlukan Melinda.


Semua orang dalam restoran menatap ke arah Mereka melihat dua orang yang sedang berpelukan sambil menangis.


Tetapi, kedua orang itu sama sekali tidak perduli dengan orang-orang yang menatap mereka, keduanya tetap berada di tempat mereka saling berpelukan dan menata hati.


Membiarkan air mata mereka menjadi tontonan orang-orang dan membiarkan hati mereka meluapkan emosi yang telah tertampung dalam waktu yang panjang.


Bahkan pelayan yang datang untuk memberikan sajian terakhir kebingungan harus melakukan apa, jadi pelayan itu berdiri di tempatnya selama beberapa detik sebelum berbalik pergi mendapatkan sapu tangan dan meletakkan dua sapu tangan di atas meja.


"Itu,, jam istirahat akan berakhir." Ucap Melinda ketika dia menyadari bahwa mereka sudah terlalu lama berada di tempat itu dan orang-orang yang tadi makan bersama dengan mereka semuanya telah pergi untuk kembali bekerja.