Balas Dendam Istri Yang Dikhianati

Balas Dendam Istri Yang Dikhianati
69.


Mobil yang ditumpangi Melinda dan Dilan bergerak dengan cepat hingga akhirnya mereka tiba di kantor.


Begitu mencari parkiran, Melinda mengerutkan keningnya karena Dilan sama sekali tidak berusaha menyembunyikan mobil mereka.


Padahal, seharusnya mereka bersembunyi supaya tidak ada orang yang mengetahui bahwa mereka datang bersama, karena akan meninggalkan sebuah gosip baru jika saja orang-orang melihat mereka datang bersama ke kantor itu.


Apalagi reputasi Dilan yang tak pernah dekat dengan perempuan, itu akan sangat buruk dan tentunya akan menimbulkan kecurigaan dari semua penghuni kantor.


"Manager, Apakah manajer yakin kita akan turun di sini?" Tanya Melinda sembari melihat keluar mobil dengan banyak karyawan yang juga parkir di tempat itu dan pasti akan langsung melihat mereka saat turun dari mobil.


"Tentu saja, tapi kalau Kau keberatan maka kita bisa mencari tempat parkir yang lain." Ucap Dilan sembari memperhatikan perempuan di depannya, karena baginya, sama sekali tidak ada masalah bila orang-orang melihatnya bersama dengan Melinda.


Tetapi jika Melinda merasa tidak enak maka dia tidak bisa memaksa perempuan itu, Karena bagaimanapun dia berada di situ untuk melindungi Melinda, jadi dia tidak mungkin membuat perempuan itu merasa tertekan atas apa yang ia lakukan, dia berada di situ untuk melindungi Melinda, jadi dia tidak mungkin membuat perempuan itu merasa tertekan atas apa yang ia lakukan


"Itu,," Melinda menahan nafasnya, karena dia benar-benar tidak mengerti mengapa Dilan sama sekali tidak takut jika dia disangkut pautkan dengan gosip yang tersebar di kantor.


Namun karena melihat pria itu tampak baik-baik saja maka Melinda dengan cepat menganggukkan kepalanya, "Baiklah, kita turun di sini saja." Ucap Melinda segera melepaskan sabuk pengamannya lalu perempuan itu membuka pintu mobil.


Sesuai dengan dugaan Melinda, ketika dia keluar dari mobil manajernya diikuti juga dengan Dilan yang keluar, maka semua orang di tempat itu langsung menghentikan aktivitas mereka.


Selama beberapa detik semua orang menatap ke arah mereka sebelum melanjutkan langkah kaki mereka memasuki kantor.


Melinda menelan air liurnya, lalu dia menoleh ke arah managernya dan melihat pria itu tersenyum ke arahnya.


'Astaga,, Kenapa pria ini tersenyum? Aku tahu dia sangat menyukaiku, tetapi image-nya sebagai orang yang tidak pernah tersenyum di kantor Bukankah akan luntur saat ini juga???' ucap Melinda dalam hati sembari menutup pintu mobil dan melihat semua orang langsung berjalan pergi sembari berbisik-bisik.


"Itu salah satu karyawan kantor kita yang gagal menikah kemarin karena mantan calon suaminya dan sahabatnya berselingkuh di belakangnya. Dan sekarang dia bersama dengan salah satu manajer dari perusahaan kita!!!"


"Kau benar, aku sangat terkejut tadi tapi aku lebih terkejut lagi saat melihat pria yang tidak pernah tersenyum Itu malah tersenyum ke arah perempuan yang gagal menikah itu."


"Astaga,, jangan-jangan setelah dia gagal menikah dengan mantan calon suaminya, dia sekarang berusaha untuk mendapatkan perhatian manajer yang tampan itu?"


"Kau benar, Tapi kalau aku di posisinya juga pasti aku akan sangat kesal pada mantan calon suamiku dan pasti akan berusaha untuk mencari pria yang lebih baik daripada mantan suamiku, dan manajer yang terkenal dingin itu adalah orang yang tepat!!!"


Melinda yang mendengar semua itu hanya biasa-biasa saja, tetapi Dilan yang mendengarnya merasa sangat kesal karena dia tidak suka orang-orang secara terang-terangan membicarakan mereka.


Jadi setelah masuk ke dalam lift, dan bergabung bersama dengan orang-orang dia kemudian menatap Melinda sembari berkata, "Selamat atas pernikahanmu yang gagal, aku yakin kau tidak akan sedih saat mengetahui fakta bahwa sahabatmu dan mantan calon suamimu itu berselingkuh di belakangmu. Tapi kalau kau berusaha mencari pria yang lebih baik, aku yang sudah dari dulu menyukaimu, dan akan menjadi orang yang paling depan mengantri untuk mendapatkan hatimu."


Melinda yang mendengar itu langsung terpaku di tempatnya karena dia tidak menyangka Dilan akan mengatakan hal seperti itu di dalam lift yang sangat ramai.


Bahkan semua orang yang ada di lift,, mereka juga sangat terkejut mengetahui fakta bahwa ternyata manajer yang dingin dan tidak pernah berinteraksi dengan karyawan lain itu ternyata sudah lama menyukai Melinda.


Bahkan berkata bahwa ia akan menjadi orang yang pertama untuk mengantri mendapatkan hati Melinda setelah gagal menikah???


@info.


Terima kasih terus setia membaca novel ini, semoga kalian terus suka ya....! Jangan lupa like, komen dan follow author agar mendapat follow back dari otor, supaya kita bisa saling mengirim pesan. jangan lupa juga untuk masuk di grup chat otor ya,, bisa liat di profil otor.