Balas Dendam Istri Yang Dikhianati

Balas Dendam Istri Yang Dikhianati
49.


Dilan yang selesai membayar dan masih berbincang-bincang dengan seseorang yang ia temui di tempat itu akhirnya bisa kembali untuk menemui Melinda yang sudah ditinggalkannya cukup lama.


Ketika dia tiba di tempat terakhir kali dia meninggalkan Melinda, pria itu sangat terkejut saat melihat Melinda sudah menghabiskan 2 gelas alkohol dan sekarang sedang meneguk gelas ketiga.


"Melinda?" Kata Dilan menghampiri perempuan itu dan terkejut ketika dia melihat wajah perempuan itu sudah memerah dan terlihat jelas Melinda sudah mabuk.


"Apakah dia kekasih Tuan?" Tanya sang bartender sembari tersenyum ke arah Dilan.


"Hah,, Kenapa kau membiarkannya minum begitu banyak?" Tanya Dilan menatap pria di depannya dengan tatapan tajam langsung membuat bartender itu merasa ciut dengan tatapan yang dia terima.


"Maaf Tuan, saya pikir dia punya masalah yang begitu berat, dan dia juga meminta saya untuk membuatkannya lagi, jadi saya hanya mengikuti keinginannya saja." Ucap sang bartender membuat Dilan menggertakan giginya, lalu dia mengambil beberapa uang tunai dari dompetnya dan memberikannya pada bartender.


Setelah itu, dia berusaha membangunkan Melinda yang sudah mulai tumbang dengan kepala diletakkan di atas meja.


"Hei,, Apa kau bisa--"


"Manager!!!" Tiba-tiba teriak Melinda langsung menatap pria di depannya dengan mata berbinar-binar, lalu dengan cepat turun dari kursinya dan memeluk pria itu dengan erat.


"Manager!!" Ucap Melinda dengan bibir tersenyum sembari mempererat pelukannya pada pria yang ada di depannya.


Deg! Deg! Deg!


Jantung Dilan seakan copot dibuat oleh kelakuan perempuan itu, tetapi dia berusaha menguasai dirinya sendiri dan mengulurkan tangannya untuk menjauhkan perempuan itu dari tubuhnya.


'Apakah ketika aku mabuk dan dia datang ke bar untuk menolongku aku juga bersikap seperti ini?' ucap Dilan dalam hati sembari membiarkan perempuan di depannya terus memeluknya.


"Kita harus pulang!" Ucap Dilan ketika dia merasa bahwa perempuan yang memeluknya sama sekali tidak ada niat untuk melepaskan pelukan mereka meski mereka sudah berada di tempat itu selama 30 menit.


"Ahhhh,, Aku tidak mau pulang, aku mau di sini bersama dengan manajer aku mau memeluk Manager sampai pagi dan aku mau dicium oleh manajer!!!" Ucap Melinda sembari mengangkat wajahnya dan menatap pria itu dengan sayup.


Tatapan perempuan itu membuat jantung Dilan semakin berdegup kencang dan dia berpikir bahwa perempuan di pelukannya benar-benar menginginkan ciuman jadi dengan cepat dia menundukkan kepalanya dan mencium bibir perempuan itu.


Cup!!


"Kau sendiri yang meminta ini, Jadi jangan sampai menyesal." Kata Dilan langsung membuat Melinda tertawa lucu.


"He he he... Aku tidak akan menyesal, jadi bolehkah manajer menciumku lebih lama??" Ucap Melinda kini mengarahkan tangannya ke atas leher Dilan dan berusaha menjinjit untuk menggapai bibir pria itu.


"Jangan menyesal!" Tegas Dilan kemudian merangkul pinggang perempuan itu dan mencium bibir Melinda dengan lembut.


Tak berhenti di situ, Melinda yang mendapat ciuman yang begitu hangat dari Dilan kemudian mengangkat kakinya ke atas paha Dilan hingga perempuan itu kini duduk di pangkuan Dilan.


"Hmmmm....!!" Desah Melinda menikmati ciuman mereka dengan kaki yang kini melingkar erat di pinggang Dilan.


Hal itu membuat Dilan semakin mempererat pelukannya lalu pria itu segera berdiri dengan Melinda yang terus memeluknya erat lalu membawa perempuan itu keluar dari bar.