Balas Dendam Istri Yang Dikhianati

Balas Dendam Istri Yang Dikhianati
56.


Seto yang duduk di tempatnya, pria itu kini menggertakan giginya dan mengepal erat tangannya.


'Gawat, jangan-jangan manajer mencari dokumen di riwayat penghapusan. Padahal tadi aku sudah berpura-pura mencari dokumen itu di riwayat penghapusan namun berkata bahwa tidak ada tapi kalau di manajer kembali membukanya maka semua orang akan tahu bahwa tadinya aku hanya berbohong.' ucap Seto dalam hati kini merasa sangat gugup dan tegang di tempatnya.


🐾🐾🐾


"Itu,, itu nama filenya!!" Tiba-tiba seru Melinda ketika dia melihat nama file di riwayat penghapusan.


Maka Dilan langsung mengklik file itu dan melihat bahwa dokumen yang ada di sana benar-benar dokumen yang sesuai dengan yang ia inginkan.


Sementara Seto, wajah pria itu langsung berubah pucat pasi dan keringat memenuhi keningnya.


Semua orang di ruangan itu juga sangat terkejut dan secara bersamaan mereka semua menatap ke arah Seto seolah meminta penjelasan dari pria itu.


"Seto, bukankah kau yang sudah memeriksa komputer Melinda dan mengatakan bahwa filenya tidak ada?" Tanya Angga kini menyipitkan matanya menatap pria di depannya.


"Itu,,, mungkin aku masih kurang pandai untuk memeriksanya." Ucap Seto yang kini merasa gugup di tempatnya.


Pokoknya, dia hanya perlu menghindar dengan cara mengatakan bahwa dia salah memeriksa atau keahliannya belum setara dengan Dilan hingga pria itu bisa menemukannya.


"Benarkah?" Karina menatap Seto dengan tajam karena dia melihat pria itu sangat gugup, jadi Tentu saja itu mengundang kecurigaan semua orang.


"Iya! Aku tidak bisa menemukannya tapi manajer bisa menemukannya, itu pasti karena manajer lebih pandai daripada aku. Kemampuanku masih berada jauh di bawah jika dibandingkan dengan kemampuan manajer!" Tegas Seto berusaha memperlihatkan wajah meyakinkannya agar semua orang berhenti mencurigainya.


"Ahh, ayolah,, Kalian tidak perlu bersikap seperti ini pada Seto, lagi pula dia sudah berusaha membantuku. Dan sekarang filenya juga sudah ditemukan, jadi tidak ada yang perlu direbutkan lagi." Ucap Melinda yang tidak mau menambah musuh, apalagi musuh di tempat kerja adalah sesuatu seperti bom yang bisa meledak kapan saja.


Tetapi, Dilan tidak berniat untuk membiarkannya begitu saja, jadi dia langsung berdiri dan menatap Seto dengan tatapan khasnya jika pria itu sedang marah.


"Jelas-jelas filenya tidak sulit untuk ditemukan, hanya membuka riwayat file yang dihapus. Jadi tidak mungkin kau tidak bisa melakukan itu. Lagi pula, tadi aku memperhatikanmu, kau memainkan komputer Melinda saat dia pergi menerima telepon.


Sementara Melinda, dia juga sangat terkejut jadi dia kemudian berkata, "itu, bukankah kau bilang tadi kau hanya mengambil stabilo dari mejaku? Tapi kenapa kau menyentuh komputerku?"


Pertanyaan Melinda langsung membuat semua orang menatap ke arah Seto yang kini berwajah pucat dengan keringat yang semakin banyak memenuhi keningnya.


"Itu,, Aku hanya tidak sengaja melihat pekerjaan Melinda dan ingin membacanya sedikit. Bukan berarti Aku berusaha menghapus file miliknya." Ucap Seto dengan suara gemetar semakin membuat Semua orang bisa menebak bahwa pria itu sedang berbohong.


Tetapi Dilan tahu bahwa pria itu tidak akan mengaku begitu saja, jadi dia menatap Karina sambil berkata, "pergi cek CCTV dan pastikan omongannya benar!"


"Baik manager!" Langsung jawab Karina lalu perempuan itu segera pergi untuk melaksanakan perintah Dilan.


Sementara Seto, pria yang mendengar itu sangat terkejut bahwa manajernya ternyata akan memeriksa CCTV, jadi dengan bibir gemetar, pria itu kemudian berdiri dan membungkuk 90 derajat ke arah manager.


"Manager,, Tolong maafkan saya memang saya yang menghapus itu!!! Saya sengaja melakukannya untuk menjebak Melinda!!" Ucap Seto yang tak punya pilihan lain selain mengakuinya sekarang.


Karena kalau tidak, maka nanti ketika kebohongannya dibuktikan dengan video CCTV yang dibawa oleh Karina, maka hal itu mungkin akan membuat manajernya semakin marah hingga dia berakhir dipecat.


Tetapi Dilan yang mendengarkan permintaan maaf itu, dia tidak berniat memberi kesempatan pada pria itu Karena dia sudah melukai perempuan yang ia cintai.


Jadi pria itu langsung berkata, "selesaikan pekerjaanmu hari ini dan besok datang ke kantor untuk membereskan barang-barangmu."


Wajah Seto langsung berubah biru, "A,, apa?!"


@info.


Terima kasih terus setia membaca novel ini, semoga kalian terus suka ya....! Jangan lupa like, komen dan follow author agar mendapat follow back dari otor, supaya kita bisa saling mengirim pesan. jangan lupa juga untuk masuk di grup chat otor ya,, bisa liat di profil otor.