
Hari pernikahan semakin mendekat, dan Cynthia semakin tidak bisa menghubungi Niko, karena pria itu sudah sangat sibuk dengan pekerjaannya agar nanti dia bisa meluangkan waktu untuk hari pernikahannya.
Hal itu membuat Cynthia menggertakkan giginya, lalu dia mengambil ponselnya menghubungi Melinda, berpura-pura untuk bertemu perempuan itu, tetapi sebenarnya ingin mengetahui kabar Niko.
Tetapi Melinda yang ditelepon, dia tidak menggubris telepon itu dan hanya mengabaikannya.
Maka satu minggu dengan cepat berlalu dan hari pernikahan pun tiba.
"Nona sangat cantik kau menjadi Saya hanya memberikan riasan sederhana saja," ucap sang penata rias yang sedang merias wajah Melinda.
"Hm,,," jawab Melinda dengan singkat, karena dia tidak peduli apakah wajahnya dirias hingga cantik ataupun tidak, karena yang penting ialah hari itu akan mengakhiri hari kebersamaannya dengan Niko.
Tok tok tok....
Tiba-tiba suara pintu diketuk, lalu seorang perempuan memasuki kamar pengantin memperlihatkan Ayu yang datang dengan tampilan yang sudah sempurna untuk menjadi pendamping di hari pernikahan.
"Ibu," ucap Melinda sembari tersenyum ke arah perempuan itu langsung membuat Ayu mendekati Melinda dan memperhatikan wajahnya Melinda.
"Astaga,, Bagaimana bisa ini disebut sebagai pengantin? Tolong tambahkan lagi bedaknya, tambahkan memerah pipinya, dan aku ingin kau membuat matanya lebih tegas lagi, bibirnya juga harus terlihat lebih merah supaya menampakkan bahwa dia adalah ratu pada hari ini. Juga ini,,, hiasan rambutnya terlalu sedikit, Aku ingin kau menambahkannya lebih banyak lagi!!!" Tegas perempuan itu langsung membuat sang penata rias menatap Melinda.
Sebenarnya riasan Melinda saat ini sudah cukup cantik, jadi orang-orang bisa melihat bahwa perempuan yang menikah ini benar-benar cantik alami dan bukan karena make up yang ditambahkan pada wajahnya.
Tapi kalau dia mengikuti arahan dari ibu pengantin, maka bisa jadi nantinya orang-orang malah akan menertawakan Melinda.
Tetapi Melinda tidak apa-apa, jadi dia hanya menatap penata rias itu sambil berkata, "tolong ikuti saja kemauan ibu mertua saya."
"Baik Nona," jawab sang penata rias meski dia merasa tidak tega untuk melakukan perintah dari ibu sang pengantin.
"Lakukan dengan benar, aku akan datang lagi mengeceknya nanti setelah aku selesai mengecek beberapa hal lain di luar," ucap Ayu lalu perempuan itu berjalan keluar ruangan pengantin langsung membuat Melinda mendesah.
Setelah beberapa menit, Akhirnya sang penata rias menyelesaikan riasannya, lalu dia menatap Melinda sembari berkata, "kenapa Nona mau menyetujui riasan seperti ini? Padahal yang tadi itu tampak natural dan cantik."
"Jangan khawatir, ini permintaan ibu mertua saya, jadi saya sama sekali tidak masalah." Kata Melinda kembali membuat sang penata rias mendesah kesal, karena dia benar-benar tidak puas dengan hasil riasan yang ia torehkan di wajah Melinda.
Setelah selesai dirias, kemudian Melinda mengganti pakaiannya, dan baru saja ia keluar dari ruang ganti Ketika seseorang tiba-tiba saja masuk ke ruangan itu.
"Melinda!!!!" Seru Cynthia dengan wajah berseri-seri langsung mendekati Melinda dan menatap perempuan itu dengan wajah yang penuh kekaguman.
"Astaga,, akhirnya kau akan menikah juga, kau terlihat sangat cantik!!!" Ucap perempuan itu langsung dibalas senyuman Melinda lalu keduanya duduk sambil berbincang-bincang.
Meski Mereka tampak sangat akur, tetapi sebenarnya dalam hati kedua perempuan itu sama-sama sedang kesal satu sama lain.
'Sialan, Mengapa wajahnya tampak baik-baik saja? Padahal aku sudah mengirimkan perawatan yang akan merusak wajahnya, tapi kenapa sekarang jadi seperti ini? Tapi masa bodoh juga lah, yang penting aku melihat wajahnya hari ini tampak sangat menor, entah apa yang dipikirannya hingga dia mau berdandan seperti ini di hari pernikahannya!!!' ucap Cynthia dalam hati mencibir perempuan yang tampak tertawa di hadapannya.
"Oh ya, aku kelupakan sesuatu, karena kau sudah mengirimkan skin care yang sangat bagus untukku, maka aku juga mencarikan skin care yang bagus untukmu. Aku sudah mengirimkannya ke rumahmu, semoga kau menyukainya." Ucap Melinda.
Hal itu langsung membuat Cynthia mengangguk, "Ah,, Terima kasih banyak, pokoknya aku akan memakainya." Ucap Cynthia.
"Iya, semoga saja itu cocok denganmu," ucap Melinda sembari tersenyum, meski dalam hati dia sedang mencibir perempuan itu.
'Rasakan saja nanti, bagaimana khasiat dari skin care yang telah kukirimkan padamu.' ucap Melinda dalam hati karena tak sabar melihat perempuan itu menggantikannya mengalami kesialan di kehidupannya yang sebelumnya.
@info.
Terima kasih terus setia membaca novel ini, semoga kalian terus suka ya....! Jangan lupa like, komen dan follow author agar mendapat follow back dari otor, supaya kita bisa saling mengirim pesan. jangan lupa juga untuk masuk di grup chat otor ya,, bisa liat di profil otor.