
Ting!
Ting!
Ting!
Melinda mengabaikan ponselnya yang terus bergetar sedari tadi sore ketika dia pulang dari kantor.
Ponselnya yang bergetar itu disebabkan oleh orang-orang di kantornya yang sangat penasaran akan hubungannya dengan manajer, karena sudah dua kali mereka berdua dipergoki datang secara bersamaan dan perkara yang tadi siang begitu menarik perhatian semua orang.
Banyak orang menge-chat-nya secara pribadi untuk mencari informasi, sementara di grup pun terjadi perdebatan yang membuat semua orang penasaran akan hubungannya dengan manajer.
"Hah.... Entah kenapa aku merasa kesal dan tidak mau untuk pergi ke kantor. Bagaimana aku akan menjawab semua pertanyaan orang-orang akan hubungan kami???" Kata Melinda sembari menghela nafas dengan berat.
"Tok tok tok..." Tiba-tiba pintu kamarnya diketuk oleh seseorang dan dia jelas tahu bahwa itu adalah pelayannya.
Jadi Melinda segera keluar dan membuka pintu kamar untuk melihat orang yang datang.
"Ada apa Im?" Tanya Melinda memperhatikan perempuan yang ada di depannya.
"Itu, manajer Nona yang datang tadi pagi Baru saja datang dan dia sudah duduk di ruang tamu." Ucap sang pelayan yang sudah mempersilahkan Dilan untuk masuk karena dia tahu bahwa Melinda dekat dengan pria itu.
"Ahh,, baiklah," Kata Melinda segera menutup pintu kamarnya dan hendak turun ke bawah ketika dia mengingat bahwa tampilannya yang amburadul begitu memalukan untuk menemui pria yang datang bertamu.
Maka tanpa berpikir panjang lagi Melinda kembali ke dalam kamarnya dan mengganti pakaiannya dengan pakaian yang lebih baik lalu sedikit memberi riasan pada wajahnya.
Begitu dia berada di pertengahan tangga dan melihat pria yang tampak tenang duduk di lantai bawah, Melinda baru menyadari satu hal.
'Astaga,, kalau dia melihatku berpenampilan seperti ini, dia akan tahu bahwa aku juga menyukainya, dan itu agak memalukan dan,,,,"
"Hei,," ucap Dilan yang kini melihat dari bawah langsung menghentikan pikiran Melinda dan perempuan itu dengan kikuk membalas senyum Dilan.
'Tidak ada waktu untuk mundur lagi dan menyesali apa yang sudah kulakukan,' ucap Melinda dalam hati kini langsung berjalan ke bawah dan menghampiri pria yang duduk di sana.
"Manager ada keperluan apa?" Tanya Melinda memperhatikan pria yang duduk di depannya tampak begitu tampan dan membuat jantungnya terus berdegup kencang karena perasaan senang dan gelisah bertemu pria itu.
Sesaat, Dilan memperhatikan perempuan di depannya dan dia berpikir bahwa perempuan itu sengaja berdandan untuk menemuinya.
Tetapi dia tidak terlalu lama memikirkannya dan segera berkata, "Itu, aku tiba-tiba ingat kalau kemarin kau menolongku di bar dan aku belum mengganti uang yang kau gunakan untuk membayar semua minuman yang--"
"Ahh saya lupa!!" Sela Melinda, "saya menyerahkan kartu Manager pada pelayan di sana dan berjanji bahwa hari ini saya akan menyuruh manajer untuk datang ke sana membayar seluruh tagihannya. Maaf sekali, saya lupa mengatakannya." Ucap Melinda yang kini kembali mengingat Bagaimana kartu yang ia tinggalkan kemarin telah terlupakan olehnya..
"Ahh begitu, Kalau begitu, apakah kau bisa menemaniku untuk pergi ke sana karena aku tidak tahu pelayan mana yang kemarin mengambil kartuku." Ucap Dilan langsung diangguki oleh Melinda.
"Kalau begitu, saya akan pergi untuk mendapatkan tas saya dulu." Ucap Melinda langsung berlari meninggalkan Dilan membuat Dilan menahan tawanya.
'Dia sangat imut Padahal aku gampang saja bertanya pada mereka, karena pastinya hal seperti ini akan mudah dicari tahu di sana. Apalagi alkohol yang ku minum kemarin adalah alkohol mahal, jadi mereka pasti tidak akan melupakan kejadian itu. Tapi karena berbohong seperti ini aku jadi bisa keluar bersama Melinda dan menghabiskan waktu Kami lebih lama lagi.' ucap Dilan dalam hati.