Azizah, Istri Rasa Simpanan

Azizah, Istri Rasa Simpanan
NOTEBOOK RAHASIA 2


Adhitama dengan hati-hati membawa kotak itu, menghampiri Rheimon dan Karina yang tatapannya setia mengekori setiap langkah kakinya.


"Saat istri Fauzi sedang kritis, Ia memberitahukan tentang kotak ini. Dia mengatakan bahwa ada rahasia yang selama ini Ia dan suaminya tutup rapat"


Rheimon dan Karina saling berpandangan seperti mendapatkan telepati satu sama lain.


Adhitama melanjutkan...


"Setelah Ia dimakamkan, Aku melakukan apa yang Ia amanahkan, Aku mengambil kotak ini dari lemari kamarnya, sangat tersembunyi. Bahkan Aku bisa menebak, Azizah sendiri tidak tahu menahu dengan barang ini"


Adhitama membuka pelan kotak itu, sampai terlihat isi yang tersimpan didalamnya.


"My God..."


Karina membelalak dengan mata berembun melihat selembar kain berwarna merah muda yang tertangkap oleh pandangannya.


Tanpa aba-aba tangannya meraih dress kecil yang masih terlihat cantik meski sudah usang.


"Ini baju Rheina..."


Ucap Karina dengan suara bergetar seraya menggenggam erat baju itu. Meski sudah mengetahui bahwa Azizah adalah putrinya, tapi melihat benda yang kini ia genggam tetap membuatnya terkejut sekaligus haru.


Rheimon yang berada disampingnya tanpa sadar juga ikut menangis. Entah apa yang ia rasakan saat ini, yang jelas rasa bahagia lebih mendominasi.


"Dan ini, ini adalah buku catatan milik Fauzi nak... Kau harus membacanya"


Rheimon mengalihkan pandangannya menuju notebook 📒 usang berwarna cokelat tua yang di sodorkan oleh Adhitama. Ia menatap sejenak Pria tua yang kini tersenyum lembut sebelum meraih notebook itu.


"Aku sudah membacanya, tapi aku fikir Kamu harus membacanya sendiri supaya kamu bisa menilai apakah Aku berkata jujur atau tidak"


Adhitama menunduk, kemudian melanjutkan ucapannya.


"Entah kalian percaya atau tidak, tapi sungguh. Aku sangat menyayangi putri kalian. Dia gadis yang baik dan luar biasa. Dia bahkan mengurusku lebih baik dan lebih tulus dari putri dan cucuku sendiri. Mereka lebih sibuk dengan uang daripada Aku"


"Aku sendiri tidak pernah menyangka jika selama ini Fauzi merahasiakannya dariku. Saat pertama kali Aku melihat Azizah di rumahnya. Aku terkejut, Karena aku tidak pernah mendengar istrinya hamil ataupun melahirkan. Tapi, Fauzi mengatakan bahwa ia sengaja merahasiakannya untuk melindungi Azizah. Karena tugasnya di perusahaan, membuatnya selalu memiliki resiko mendapatkan serangan dari musuh. Bodohnya, Aku percaya begitu saja, bahkan akunikut berbahagia, karena Fauzi adalah orang yang jujur dan sangat terpercaya"


Rheimon dan Karina terdiam dan khusu' menyimak. Mereka sendiri bingung untuk menanggapi.


"Aku sudah menyelidiki permasalahan ini. Dan aku menemukan beberapa titik terang. Hanya saja... Sepertinya orang yang melakukan ini pada keluarga kalian bukanlah orang luar..."


"Maksud Anda?"


"Aku tidak bisa memastikan nak, tapi.. Aku akan minta orang kepercayaanku memberikan hasil penyelidikanku padamu, kamu bisa mempelajarinya sekaligus... melanjutkannya. Aku sudah terlalu tua dan lemah untuk jadi detektif hehe"


Rheimon mengangguk... Ia tak lagi menaruh kecurigaan pada Adhitama karena yang Ia dengar dari pria itu memang benar-benar tulus.


"Meski begitu, Aku tetap diizinkan untuk menjadi buyut dari cicitku bukan? Ia tetap keturunanku, ada darah Keluarga Adhitama dalam tubuhnya"


"Ya, tentu saja... Hubungan darah tidak bisa di putuskan Tuan Adhitama... Tapi..."


Rheimon menjeda kalimatnya, kemudian menatap Adhitama dengan mata berkobar penuh amarah.


"Itu tidak berlaku untuk cucumu, Aku menolak jika Cucumu yang mengakuinya. Aku sudah menghapusnya dari segala macam bentuk hubunganny dengan putriku"


Adhitama hanya tersenyum getir, Ia mengangguk pelan, meski hatinya tercubit sakit melihat tatapan kebencian Rheimon kepada cucunya, Axel.


****


"Terima kasih sudah menyelamatkan kami..."


Alexa bersimpuh dilantai menatap seseorang yang tengah berdiri angkuh membelakanginya.


"Jangan terlalu percaya diri Nona Jhonson. Kau tahu aku melakukannya bukan cuma-cuma. Kau harus membayarnya"


"Tentu saja, tentu saja Aku mengerti..."


"Bagus... Sekarang istirahatlah, Karena misi yang sebenarnya akan segera dimulai... Ingat, setelah ini jalankan peranmu dengan baik. Jika gagal, Aku akan menjadikanmu makanan anjing-anjingku"


Glek! Alexa menelan ludah dengan kasar.


Tapi Ia sudah terlanjur menceburkan diri jadi Ia hanya bisa mengangguk cepat dan mengiyakan ucapan orang itu.


Tak menunggu lama Alexa bergegas pergi dan meninggalkan orang yang kini tengah... menyeringai.


****


Darren sedang menuju ke rumah sakit. Ia baru saja mendapatkan kabar bahwa Maya Akan pulang hari ini. Sebelum ke rumah sakit, Ia menyempatkan diri untuk menjemput Nayla. Meski awalnya menolak, Tapi akhirnya perempuan yang sepertinya memiliki satu garis keturunan dengan Tarzan itu akhirnya setuju untuk pergi ke rumah sakit bersamanya.


Percayalah, biarpun Darren sedang sangat sibuk dan pusing dengan penyelidikan Fauzi serta pencarian Alexa, tapi hatinya tidak bisa berbohong, setiap melihat Nayla perasaannya kembali tenang. Kali ini Ia tidak akan memungkiri bahwa sepertinya Ia beneran jatuh hati pada gadis mungil yang kini tengah memasang wajah cemberut di sampingnya.


"Senyum dong, elahhh"


Ucap Darren seraya terkikik. Nayla benar-benar lucu dan menggemaskan di matanya.


"Lagi jengkel nggak bisa senyum"


"Jengkel kenapa deh..."


"Ada cowok pemaksa yang nyebelin"


"Dih, orang Aku niatnya baik kok..."


"Ya tapi jangan maksa!"


"Cih, bilang aja seneng, pake gengsi segala"


"Dih, dasar pe'ak"


"Hahahaha"


Darren tertawa terbahak-bahak. Sungguh ini pertama kalinya ada perempuan yang berani mengatainya.


"Emang lucu?" Desis Nayla seraya melotot. Namun bukannya takut, Darren malah semakin tertawa.


"Udah nggak usah melotot gitu, ntar biji matanya keluar. Bentar lagi kita sampe"


Mendengar ucapan Darren, Nayla hanya bisa mencebik kesal. Benar saja, Rumah sakit tempat Maya dirawat sudah tak jauh dari pandangannya.


"Nay, ada sesuatu yang mau aku ceritain ke Kamu..."


Darren menatap Nayla dengan sungguh-sungguh, membuat gadis itu mengerjap-ngerjap bingung.


'Aku yakin, Nayla bisa dipercaya'


Ucap Darren dalam hatinya....


****


Sementara itu, Rheimon dan Karina yang baru saja kembali dari pertemuannya dengan Adhitama. Tengah mengeluarkan satu persatu isi kotak yang diberikan oleh Pria itu.


"Aku sungguh penasaran dengan isi buku ini"


"Sebaiknya kita baca sekarang...Aku juga penasaran"


Rheimon mengangguk, kemudian membuka notebook usang itu perlahan, memperlihatkan tulisan tangan yang sangat rapi.. lengkap dengan tanggal penulisannya...


Bersambung...


Oh iya, Give away sampai episode terakhir Azizah, Istri Rasa Simpanan tetap berlaku yaa...


Insya Allah aku akan kasih give away 500 RB untuk dua orang pemenang. Berarti 1 orang mendapatkan 250 ribuu...


Syarat dan ketentuannya gampang kok


Tinggal SCREENSHOT udah follow Instagram aku @izzah_maftukha dan DM bukti like, commentt, dan ngasih penilaian teman-teman semua di novel ini... Nanti pemenangnya aku pilih Secara acak, dan pengumumannya aku upload setelah episode terakhir!!!


Terima kasihh... Salam sayang dan kangen dari Akuuuu yang telah lama menghilang ini 🤩🤩🤩🤩