
Dan benar saja, Abimana menuruti usulan Darren untuk tidak di menemui Azizah selama dua pekan ini.
Meskipun gerimis melanda hati seperti lagu Erie Suzan namun demi keamanan Azizah, Abimana menguatkan dirinya.
Meskipun tidak bisa bertemu, Abimana tidak kehabisan akal. Ia sangat gencar berkirim pesan dengan pujaan hatinya itu. Yah, meskipun hanya dibalas singkat dan padat oleh Azizah namun Abimana tetap merasa bahagia.
Begitulah pria, semakin sulit di dekati semakin membuat penasaran dan tertantang.
Seperti saat ini, Malik tengah menatap ngenes ke arah bosnya di ruang rapat yang sejak tadi senyam-senyum sendiri seraya memainkan gawainya.
Malik melihat ke sekeliling karyawan yang ikut rapat disana, ada yang menahan senyum ada yang melongo, ada juga yang ikut tersenyum seolah merasakan kebahagiaan Abimana.
Sementara seorang laki-laki di yang tengah menyampaikan presentasinya sampai terbata-bata karena gugup melihat Abimana yang sama sekali tidak memperhatikannya, membuatnya merasa tidak percaya diri.
'Ya Allah apa Pak Bos tak bawa ke kyai saja ya buat di ruqyah?' Malik bermonolog dalam hati.
'Sabar Malik, Satu Minggu lagi, Kalau si Bos udah ketemu pawangnya, semuanya akan kembali normal'
Lanjut Malik yang lagi-lagi hanya berani Ia serukan dalam hati.
Sampai rapat berakhir Abimana sama sekali tidak bergeming sampai Malik harus mengambil alih agar para karyawan yang ikut rapat tidak menunggu sampai larut malam hanya karena bosnya yang badannya saja di ruang rapat, tapi pikiran dan fokusnya 1000% ada di rumah Azizah.
Sementara Di sisi lain...
Wanita cantik dengan hijab yang menyempurnakan penampilannya itu tengah duduk di sebuah kursi taman. Ia baru saja pulang dari tempatnya bekerja, Siapa lagi jika bukan Azizah.
Wanita itu nampak kelelahan, perutnya sudah terlihat membuncit bahkan nampak lebih besar dari usia kandungan seharusnya, 6 bulan.
Dengan lembut, jemari tangannya mengelus pelan kedua calon bayi yang kini mulai aktif bergerak.
"Capek ya dek... Sabar ya... 10 menit lagi sampai rumah... Yeay!!"
Entah kenapa setiap mengingat Dia akan di beri anak kembar hatinya merasa sangat tersentuh, seolah Allah SWT menggantikan calon anaknya yang meninggal dalam kandungan 3 tahun lalu.
Hanya saja Azizah sengaja tidak ingin mengetahui jenis kelaminnya sekarang. Nanti saja saat lahir agar menjadi kejutan tersendiri.
"Sehat-sehat ya dek, Ibu nggak sabar pengen ketemu kalian... Sekarang jalan lagi yuk"
Sudah menjadi kebiasaan sekarang ini, Azizah mengajak ngobrol bayi-bayinya meskipun masih dalam perut. Kata Bu bidan, Mengajak ngobrol bayi akan sangat membantu dalam meningkatkan saraf sensorik dan simpatiknya.
Wanita itu pun kembali berjalan sampai dering teleponnya berbunyi.
"Mas Abi?"
Azizah menggelengkan kepalanya, namun sejurus kemudian kekehan pelan mengalun dari bibirnya.
Sudah seminggu ini Abimana mengirimkannya banyak pesan dan melakukan panggilan hampir setiap hari. Katanya Ia sedang berada di luar kota sampai 2 Minggu ke depan.
Awalnya Azizah sedikit enggan untuk menanggapi, karena memang Ia tak begitu hobby melakukan chating.
Tapi, Apa yang dilakukan oleh Abimana membuat Azizah jadi teringat saat Ia masih menjadi Istri Axel, setiap hari Ia mengirim pesan kepada mantan suaminya itu. Namun tak pernah sekalipun dibalas.
Ia ingat jelas bagaimana Ia sangat sering mengecek ponselnya, berharap ada satu saja pesannya yang dibalas. Namun harapan hanya tinggal harapan. Axel tak pernah membalasnya. Meski Ia tutupi rapat-rapat, perasaan kecewa itu pasti ada dan melukainya.
Kini, Ia tak ingin melakukan hal yang sama, apalagi Azizah sudah tahu perasaan Abimana terhadapnya. Ia tak ingin membuat pria itu kecewa dan merasakan apa yang pernah Ia rasakan.
Mungkin Nayla benar, takdirlah yang mempertemukan mereka, membuat mereka semakin dekat dan lagi, Abimana selalu membuat Azizah merasa nyaman dan terlindungi. Merasa memiliki seseorang untuk berbagi.
Karena keasyikan bengong, Azizah sampai tidak menyadari panggilan dari Pria yang beberapa bulan terakhir dekat dengannya itu berakhir.
Azizah pun mengirim pesan singkat pada Abimana, mengucapkan maaf dan mengatakan bahwa Ia sedang dalam perjalanan pulang.
Tapi sepertinya Azizah ingin membeli sesuatu dulu untuk dimakan. Akhir-akhir ini calon ibu muda itu sangat mudah lapar. Ya, maklum saja. Ada dua utun di dalam perutnya yang pastinya membutuhkan asupan makanan lebih banyak dari ukuran normal. Untungnya meskipun banyak makan badan Azizah tetap langsing hanya beberapa bagian yang menggendut selain perutnya tentu saja, seperti dada dan pahanya, yang sekarang nampak lebih semok. πππ
****
"Haah, ternyata dugaan Gue emang bener, itu cuma kebetulan aja"
Ucap Radit yang kini tengah berada di sebuah Cafe sederhana di pinggir jalan. Bersama dengan sohibnya, Darren.
"Mmm.. Jadi Loe sama sekali nggak Nemu petunjuk apapun gitu?"
Tanya Darren yang sebenarnya merasa lega mendengar penuturan sahabatnya itu.
"Ya gitu, selain keponakan sama Adeknya plus Asisten pribadinya, Gue nggak dapat info lainnya. Apalagi mengenai perempuan yang bernama Azizah. Tapi kan aneh. Jelas-jelas Gue denger sendiri waktya Abimana bilang Dia lagi kesemsem sama perempuan bernama Azizah itu. Kok bisa ngga dapat info sedikitpun ya..?"
Radit bertanya dengan bingung. Sementara Darren tersenyum lebar, kemudian menjawab,
Sebenarnya ada untungnya juga Abimana menyamar jadi laki-laki kere, jadi hubungannya dengan Azizah tidak terendus oleh siapapun, yang tahu hanyalah Nayla dan Asisten pribadinya, ditambah Darren sendiri sekarang ini.
"Iya juga sih..." Radit mau tidak mau setuju dengan pendapat Darren.
"Terus apa rencana Loe selanjutnya setelah ini?"
"Pulanglah... Udah nggak ada urusan di sini Gue, ngapain lagi?"
Jawab Radit seraya menyeruput kopinya... sementara Darren hanya manggut-manggut seraya tersenyum lega.
'Syukurlah. semuanya Aman...'
Mereka berdua pun menghabiskan waktu untuk berbincang tentang banyak hal sampai sesuatu mencuri atensi Radit.
Pria itu tiba-tiba menatap lekat ke arah luar jalanan. Melihat ke beberapa stand makanan ringan yang letaknya persis di depan minimarket merah-biru, tepat di seberang jalan cafe tempat mereka nongkrong.
Darren yang melihat sahabatnya begitu serius memperhatikan sesuatu, ikut menoleh ke arah mata Radit memandang.
"Loe ngeliatin apaan sih? serius amat?"
"Bentar -bentar"
Radit tak memedulikan Darren, Ia segera beranjak dan berlari keluar cafe itu.
Darren yang bingung pun ikut menyusul.
Sesampainya Di luar...
"Apaan sih Dit, Jangan bikin Gue bingung brengsek!"
Tak menjawab pertanyaan Darren, Radit yang masih terfokus pada sesuatu itu kemudian berseru.
"Azizaaaah!!!!"
Jantung Darren seolah melompat keluar saat Radit tiba-tiba memanggil Azizah. Pria itu seketika menoleh dan benar saja. Azizah di depan food stand seblak.
'What the hell' bathin Darren.
Untungnya karena jalanan cukup ramai kendaraan bermotor, sepertinya Azizah tidak mendengar panggilan Radit yang cukup lantang.
Saat ingin memanggil lagi, tiba-tiba ada mobil pick up yang membaya komplotan ayam berhenti tepat di depan mereka.
"Siall!!"
Radit segera berlari memutari mobil untuk kembali memanggil mantan istri sahabatnya itu. Namun Darren bergerak cepat mencekal lengan Radit.
"Dit! bahaya Loe mau mati ketabrak??"
"Tapi Gue liat Azizah Ren!"
"Loe salah liat kali... ini kan jaraknya jauh, bisa aja cuma mirip! ah Loe ngagetin Gue aja"
"Enggak mungkin Gue salah liat. Dia juga lagi bunting Man! Gue yakin itu Azizah, persis banget!!"
"Udah lah, Gue yakin Loe salah liat, lagian perempuan bunting di seluruh Indonesia ini bukan Azizah doang kali"
Darren berusaha keras meyakinkan Radit bahwa pria itu salah lihat, Ia pun menarik tangan sahabatnya itu untuk menuju mobil. meninggalkan tempat itu.
"Udah yuk, Pulang! salah liat Loe! percaya sama Gue"
Radit menghela nafas berat, namun Ia menuruti perintah Darren untuk meninggalkan tempat itu, meski kemudian ia menoleh kembali ke tempat ya g sama dan Azizah sudah tidak ada disana.
"Gue yakin Gue nggak salah liat!" gumamnya pelan hampir tak terdengar.
Bersambung
Cast Malik Salim Assegaf (Asisten Abimana)
Terima kasih atas kunjungannya teman-teman semoga terhibur dan cerita gaje ini Dapat dipahami ya βΊοΈβ€οΈβ€οΈβ€οΈ
Jangan lupa like ya buat yang suka ceritanya, biar Aku semangat Update