Azizah, Istri Rasa Simpanan

Azizah, Istri Rasa Simpanan
Playboy Cap Kingkong


"Hahaha, Saya benar-benar penasaran. Well bagaimana jika kita ngobrol secara pribadi, sekaligus makan siang"


"Mmm, tentu Pak.... Mari.."


"Sekalian Saya ingin menawarkan proyek untuk mengerjakan Software Antivirus untuk Pemprov Jawa Tengah dan Juga Jawa Timur, tidak sebesar proyek pembangunan jaringan internet ini tapi Saya yakin nak Abimana tidak akan menyesal jika menerimanya".


Ucap Pria tua yang merupakan pengusaha senior yang sukses di bidang IT serta pembangunan sarana dan prasarana yang berhubungan dengan pemerintah. Handoko Pramono.


"Really?? Emm... maksud Saya kenapa tiba-tiba Bapak menawarkan saya proyek besar seperti itu begitu saja?"


"Seperti kata wanita yang kamu cintai itu, Rezeki tak akan tertukar. Jadi, anggaplah ini rezeki dari Allah SWT untukmu nak"


Abimana kehilangan kata-kata saking bahagianya. Sementara Radit dan Axel yang masih berada disana hanya menatap kedua orang itu diam-diam dari jarak yang tak terlalu dekat.


"Jadi, Bagaimana nak Abimana."


"Oh ya... Tentu pak, dengan senang hati Saya kan mempertimbangkannya... Mari.."


Ucap Abimana seraya mempersilahkan Handoko Pramono berjalan terlebih dahulu sementara Ia mengekor di belakangnya, kemudian segera menghubungi Malik untuk segera menyusul.


Memang benar kata Azizah kalau rezeki sudah tertakar dan tidak akan tertukar, buktinya sekarang Ia gagal memenangkan tender tapi mendapat tawaran bisnis yang tak kalah menguntungkan.


Sementara itu... Axel masih mematung di tempatnya.


'Azizah Nur Aida?' benaknya terus menerus menyebut nama itu. Radit bukan tidak menyadarinya. Ia tahu apa yang kini dipikirkan sahabatnya itu.


"Xel, Gue tahu apa yang ada di pikiran Loe sekarang. Tapi yang punya nama kaya Azizah itu banyak Xel"


Ucap Radit dengan tatapan prihatin.


Axel menatap sahabatnya itu lekat-lekat seolah meminta kepastian. Radit hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.


***


"Gila ya mba, Direktur utama pabrik ini ganjennya naudzubillah!! hiiy amit-amit!!"


Ucap Nayla seraya bergidik jijik.


Saat ini kedua teman baik itu tengah menikmati makan siang di kantin pabrik.


Sementara Azizah yang mendengar Nayla menggerutu hanya tersenyum simpul kemudian kembali termenung. Direktur utama itu sepertinya... Azizah mengenalnya.


"Mba??"


Nayla memanggil Azizah yang nampak melamun.


"Ya??"


Azizah menatap Nayla dengan ekspresi kagetnya.


"Dih... Malah nglamun... Cieee nglamunin pak Abimana Dharmawangsa ya kakakakakk"


Nayla tertawa keras, membuat Azizah memonyongkan bibirnya sebal.


"Halo cantik!!!"


Suara Sexy seorang pria tiba-tiba nimbrung diantara obrolan Nayla dan Azizah.


Azizah yang melihat Darren seketika memucat. Setelah melihat pria itu lebih dekat Azizah bisa memastikan diri bahwa Ia mengenal Darren. Sahabat mantan suaminya, Axel.


"K-kamu??"


Azizah masih shock dengan apa yang dilihatnya kini. Jangan-jangan Axel juga ada disini??? Wanita itu di serang kepanikan sekaligus ketakutan.


"Eiitts... Jangan takut Zizah. Gue sendiri. Laki Loe... Ups maksud Gue mantan Loe yang brengsek itu nggak disini"


Ucap Darren yang seolah bisa membaca pikiran Azizah. Sementara Nayla hanya melongo dan menatap kedua insan di hadapannya bergantian karena tidak tahu apa-apa.


"Ta-tapi..."


"Udah... Loe pasti nggak percaya kalo Kakek Adhitama yang nyuruh Gue kesini"


"Apa??"


"Heum... Buat jagain Loe dari si kampret"


"Kampret?"


"Axel...! Elah..."


"Tapi.. Anda kan sahabat baiknya?"


"Udah nggak, Gue udah putus hubungan sama Dia. Jadi tenang aja, keberadaan Loe gue pastiin Aman"


Namun Azizah tidak bisa begitu saja mempercayai ucapan Darren. Mengingat pria itu masih berhubungan erat dengan mantan suaminya.


Melihat tatapan ragu dari Azizah, Darren tidak mau memaksanya untuk percaya. Jadi, dengan santai Dia berkata,


"Terserah Loe kalo nggak percaya sama Gue. Tapi Gue ngomong apa adanya. Gue udah nggak ada hubungan apapun sama Axel... And Gue disini juga karena di hukum bokap Gue biar ngga main perempuan lagi hehehe"


Darren menyeringai lebar membuat Nayla yang ada di sampingnya ingin muntah,


"Pantesan, dasar playboy cap kingkong" gumam gadis berusia 21 tahun itu.


"Hmn?? Hai cantik... Apa barusan Kamu ngomong sesuatu?"


"Enggak" Jawab Nayla ketus. Namun justru membuat Darren tertarik.


'Cantik juga, walaupun kecil' Pria itu tersenyum misterius kemudian kembali menatap Azizah.


"Jangan khawatir, Gue janji bakal jagain Loe dari si kunyuk Axel. Kakek Adhitama udah percaya sama Gue jadi Gue bakal menjalankan perintah beliau semaksimal mungkin"


Darren mengunci tatapan Azizah, membuat wanita itu dengan ragu mengangguk.


"Terima kasih pak. Saya harap Bapak berkata jujur"


"Jangan panggil Gue Bapak, tua amat. Panggil Darren aja atau oppa juga boleh, gkgkgkgk"


"Mmm... mas Darren aja, boleh?"


Darren menoleh ke arah Nayla. Naylah hanya bisa nyengir kaku.


****


"Selidiki Abimana, dengan siapa saja Dia berhubungan. Saya ingin mendapatkan informasinya sedetail mungkin. Secepatnya"


"...."


"Thanks"


Lagi-lagi Axel meminta orang kepercayaannya untuk menyelidiki seseorang, kali ini adalah Abimana.


Entah kenapa Ia terus memikirkan perbincangan Abimana dengan Handoko.


Ada keyakinan di hatinya bahwa wanita yang di sebut oleh Abimana adalah Azizahnya, yang selama ini Dia cari.


Biasanya sebuah firasat selalu benar bukan??


Tok- Tok


Suara ketukan pintu membuyarkan lamunan Axel.


"Masuk"


Seru Pria yang kini hanya mengenakan kemeja putih itu.


"Maaf Pak, ada Seseorang yang ingin bertemu bapak"


"Siapa Lin?"


"Pak Bram Sadewo"


"Haduh, apalagi sih"


"Xel, Loe harus jaga-jaga. Bapaknya Alexa kayaknya marah banget. Dia bilang Alexa hilang gara-gara Loe. Duuh parno Gue jadinya"


Linda tiba-tiba berbicara non formal pada bosnya itu.


Yups, Ayah Alexa datang dan mengamuk ingin meminta penjelasan dari Axel mengena keberadaan putrinya.


Menurut orang suruhannya, Axel yang terakhir kali membawa Alexa entah kemana.


"Ya udah suruh masuk aja"


"Serius Loe?"


"Iya"


"Loe punya pisau nggak?"


Tanya Linda tiba-tiba.


"Buat apa?"


"Ya kali Deise bawa senjata kan bisa Loe lawan gitu"


"Ck, pikiran Loe kejauhan Lin. Lagian Gue bisa nglawan Dia dengan tangan kosong sekalipun. Loe kayak nggak kenal Gue aja"


"Sombong!! Ya udah gue suruh masuk sekarang sebelum di ngancurin meja Gue jadi serpihan debu"


"Hmn, cepat, Gue nggak punya banyak waktu"


"Iyeee"


Linda mendengus dengan kesal.


Sesaat kemudian...


Brakkk


"Bajingan!!! Dimana Alexa! Kamu apakan Anak Saya!!"


Bram dengan mata berapi-api menatap bengis Pria yang kini tengah santai seraya duduk bersilah di hadapannya, menatapnya dengan tatapan remeh.


Melihat wajah meledek Axel, Bram bertambah murka. Tiba-tiba Pria itu mengeluarkan senjata api dari balik jaketnya.


Bukannya takut, Axel malah tertawa terbahak-bahak.


"Anda menodongkan pistol ke arahku Tuan Bram Sadewo yang terhormat??"


Axel berkata dengan sinis, raut mengejek tak juga luntur dari wajah tampannya. Pria itu berdiri dengan santai kemudian berjalan mendekati Ayah Alexa, yang dulu sangat Ia hormati.


"Tembaklah..... Jika Anda punya nyali"


Ejeknya lagi. Bram menggenggam erat-erat pistolnya. Axel benar-benar meremehkannya!


Bersambung...


Waduh ada gejala-gejala Darren mau nggaet Nayla nih...


Kira-kira Axel bakalan ketemu Azizah nggak yah dalam waktu dekat? Enaknya segera bertemu dan Axel di tolak mentah-mentah apa jangan sekarang? Hehehehe


Terimakasih atas kunjungannya teman-teman semoga terhibur dan cerita gaje ini dapat dipahami ya ☺️❤️❤️❤️


Luvv banyak-banyak ❤️🌹🌹


*Cast Darren dan Nayla


Darren Hayes Atmaja




Nayla Sabrina