ANTARA BENCI,CINTA DAN DENDAM (COMPLETE)

ANTARA BENCI,CINTA DAN DENDAM (COMPLETE)
4.Gantung Diri


...Happy Reading...


Vira datang lebih pagi karena motornya sedang dipinjam oleh Kakaknya untuk pergi kuliah dan terpaksa dia harus di antar oleh kakaknya dan pulang naik angkot. Vira melihat Mang Jajang yang sedang mengangkat bangku-bangku yang sudah rusak bersama dengan Mang Ali di dekat kelasnya. Vira menghampiri Mang Jajang dan berniat ingin menolong Mang Jajang.


“Mau dibawa kemana ini, Mang?” tanya Vira kepada mang Jajang.


“Mau dibawa ke belakang sekolah, Neng.” Jawab mang Jajang.


“Saya bantuin ya, Mang.” Pinta Vira sambil tersenyum ramah.


“Kuat gak, Neng?” tanya mang Jajang untuk memastikan kalau Vira memang kuat untuk membantunya.


“tenang aja Mang, saya pasti kuat kok.” jawab Vira yakin.


“Beneran nih?” tanya mang Jajang masih ragu.


“Iya,” jawab Vira yakin


“Yaudah deh, makasih ya, Neng.” Kata mang Jajang senang.


“Iya sama-sama, Mang.” Kata Vira sambil menangguk pelan.


Vira mengangkat bangku-bangku bersama Mang Jajang dan Mang Ali, mereka membawa bangku-bangku itu ke belakang Sekolah. Sesampainya di halaman belakang sekolah, mereka terkejut melihat mayat yang menggantung. Vira langsung syok ternyata itu adalah Arum, Vira menangis histeris sambil memeluk Arum yang kini hanya tinggal jasadnya saja.


“Arum!!! Bangun Rum! Jangan tinggalin gue!” kata Vira sambil menangis “Gue mohon bangun Rum!!” katanya sambil menangis dengan histeris.


*****


Sekolah mulai di gemparkan karena penemuan mayat Arum yang menggantung di halaman belakang sekolah, terlebih lagi bahwa ditemukannya dua sobekkan kertas yang berada di saku Arum surat pertama berisi puisi yang Arum buat, yaitu :


Ku ingin hidup bebas tanpa hinaan


Ku ingin bermain bersama mereka sepanjang waktuku


Apakah salahku? Mengapa kalian membenciku?


Apa salahku? Jangan ambil dia yang telah menjadi malaikatku


Kalian tersenyum dibalik kesedihanku


Aku melayang karena kalian


Biarkan aku melayang dan hidup bahagia


Aku ingin hidup bahagia


Mengapa kalian membenciku? Biarkanlah aku hidup bahagia


Aku hanya bisa melihat duka dari kejauhan


Aku dapat melihat mereka, namun mereka tidak akan akan melihatku


Biarkan aku bahagia, maka aku tidak akan merusak kebahagiaan kalian


Dan surat satu lagi yang berisikan pesan darinya, yaitu:


Tolong! Jangan bully aku! Aku hanya ingin bahagia.


Itulah isi pesan yang di tulis oleh Arum, suasana menjadi sangat mengerikan karena mereka semua takut bahwa Arum akan membalaskan dendamnya kepada mereka yang telah membullynya. Vira pergi ke rumah sakit dan menunggu keluarga Arum. Dia masih menangis karena merasa bersalah dengan Arum. Dia tidak terima jika Arum harus pergi seperti ini, Arum yang dianggapnya orang yang sabar justru kini dia telah bunuh diri karena dia sudah tidak kuat menjadi korban bullying bertahun-tahun.


Keluarga Arum datang, Mama Arum menangis histeris karena tidak menyangka kalau anaknya akan pergi dengan cara seperti ini. Mama Arum pingsan karena beliau kelelahan, Vira langsung pergi meninggalkan keluarga Arum, dia tidak kuat melihat keluarga Arum yang sedang menangis saat ini. Vira pulang ke rumahnya dan dia langsung mengurungkan diri di kamarnya.


Vira terus menangis, dia sangat terpukul atas kepergian Arum, dia menyesal karena telah menampar Arum dan menjauhinya. Dia menyesal karena tidak bisa menolong Arum saat dia sedang di bully dengan teman-temannya


Vira bersiap-siap untuk pergi ke acara pemakamannya Arum, dia sebenarnya tidak kuat jika harus melihat makam Arum, namun dia ingin menghormati almarhumah sebagai sahabatnya dan akhirnya dia memutuskan untuk pergi kesana.


*****


Bendera kuning telah berkibar di depan rumah Arum, seluruh tetangga datang untuk membantu pemakaman Arum. Beberapa teman Sekolahnya juga datang ke rumah Arum. Vira datang dengan tubuh yang sedikit gemetar. Isak tangis terlihat dari keluarga Arum, mereka belum bisa mengikhlaskan Arum pergi secepat ini. Mama Arum terus di pegangi oleh dua orang ibu-ibu yang terus berusaha membuat mama Arum untuk tetap bersabar.


Vira masuk kedalam rumahnya dan dia melihat jasad Arum yang sudah terbungkus kain kafan. Wajah Arum yang begitu pucat membuatnya semakin merasa bersalah dengan Arum dan juga keluarganya. Arum di makamkan di pemakaman yang tak jauh dari rumahnya. Mama Arum masih bertahan di makam anaknya sambil menangis.


Arumi Cahya Nandita, siswi korban bullying yang telah bunuh diri di halaman belakang sekolah yang kini sedang di selidiki oleh kepolisian. Dalam catatan kepolisian, Arum memanglah murid yang tertutup, minder, pintar, dan juga korban bullying. Dia sering di hina oleh seluruh teman-temannya di Sekolah karena fisiknya yang di anggap temannya sangatlah buruk dibandingkan mereka. Kini halaman belakang Sekolah telah diberikan garis polisi dan diharapkan untuk tidak ada yang kesana dikarenakan pihak kepolisian akan melakukan penyelidikan lebih lanjut jika ada hal-hal yang masih harus mereka selidiki.


*****


Semenjak kematian Arum, Vira menjadi orang yang pemurung. Dia sering kali pergi ke halaman belakang Sekolah pada jam istirahat, di tempat Arum mengakhiri hidupnya, dia menangis karena masih tidak bisa mengikhlaskan kepergian Arum. Arfan juga sering memperhatikan Vira, dia selalu mempehatikannya di halaman belakang Sekolah. Arfan merasa kasihan dengan Vira, dia sangat merasa kehilangan sosok Arum, dia juga tidak menyangka bahwa preman kelas juga bisa nangis karena kehilangan sahabatnya.


Arfan menghampiri Vira yang sedang duduk di halaman belakang Sekolah yang sambil menangis, Arfan ingin menghibur Vira yang terus besedih hingga berminggu-minggu. Arfan tidak ingin Vira mengalami kesedihan yang terus berlanjut.


“Fan, lo ngapain disini?” tanya Vira sambil menghapus air matanya.


“Gua tau pasti sakit banget rasanya kehilangan orang yang kita sayang, tapi menangis itu bukan jalan yang bagus Vir, menangis nggak akan bisa merubah apapun,” lirih Arfan kepada Vira dan Vira hanya diam mendengarkan perkataan Arfan sambil menunduk.


“Arum itu sahabat yang paling gue sayang Fan, gue nggak nyangka kalau dia bakal melakukan hal bodoh seperti itu,” jawab Vira disertai isak tangis, Arfan sedikit mengangkat wajah Vira yang sejak tadi menunduk kemudian dia berkata “lo harus kuat Vir, gua nggak mau lihat lo sedih seperti ini terus, kasihan si Arum nanti nggak tenang di alam sana.” nasihat Arfan kemudian memeluk Vira.


Arfan mengantarkan Vira keluar dari halaman belakang sekolah, Arfan juga mengantarkan Vira ke kamar mandi untuk membersihkan wajahnya. Arfan menunggu Vira di depan pintu kamar mandi. Dia kagum dengan Vira karena dia sangat menyayangi sahabatnya dan juga menjaganya. Arfan mengajak Vira ke kantin, mereka makan dengan lahap sambil mengobrol. Semenjak kematian Arum, Arfan mulai merubah dirinya menjadi lebih baik lagi. Dia menjadikan semua yang dulu terjadi sebagai pembelajaran untuknya, kejadian dimana dulu dia adalah orang yang menjadi penyebab mulainya sebuah aksi bullying di sekolahnya dan juga membuat satu sekolah membully Arum dengan cara yang tidak manusiawi. “Lo..hari minggu ada acara nggak?” tanya Arfan kepada Vira.


“Nggak, memangnya kenapa?” tanya Vira sambil memakan gorengannya.


“Gua mau ngajak lo nonton, filmnya bagus-bagus loh,” kata Arfan sambil mengangkat kedua alisnya.


“Gue nggak tertarik,” tolak Vira singkat.


“Ayolah Vir, gua yang bayarin kok,” paksa Arfan.


“Nggak semuanya bisa di beli dengan uang Fan, gua nggak mau kemana-mana,” jawab Vira dengan nada sedikit pelan.


“Maaf Vir, maksud gua nggak begitu, gua hanya mau menghibur lo doang,” jawab Arfan memberikan penjelasan supaya tidak terjadi salah paham.


“Yaudah deh gue mau,” jawab Vira pasrah.


*****


Hari ini, Vira dan Arfan akan pergi menonton bioskop. Arfan menjemput Vira dengan mobilnya yang mewah, dia menunggu Vira di depan rumahnya. Vira keluar dari rumahnya dan membuat Arfan menjadi terkejut. Vira sangat cantik namun sederhana, Arfan tersenyum senang saat melihat Vira.


“Cantik,” batin Arfan sedikit mengangkat kedua sudut bibirnya.


“Sorry ya kalau udah nunggu lama,” kata Vira yang merasa tidak enak dengan Arfan yang sejak tadi menunggunya.


“Ah..nggak kenapa-kenapa kok, ayo masuk,” jawab Arfan yang baru tersadar dari lamunannya dan kemudian membukakan pintu untuk Vira, Vira tersenyum dan langsung masuk kedalam mobil.


Vira diam dan terus mengamati jalanan, sedangkan Arfan fokus menyetir walaupun dia sering mencuri-curi pandang ke arah Vira. Sudut bibir Arfan terangkat begitu saja saat dia melihat wajah Vira.


Mereka telah sampai di mall, Arfan langsung memparkirkan mobilnya dan mengajak Vira masuk kedalam mall. Mereka langsung pergi menuju bioskop dan memilih film yang akan mereka tonton. Arfan benar, bahwa film-film saat ini memang film yang sangat menarik, Arfan memilih film the secret death sedangkan Vira memaksa Arfan untuk menonton film dendam psikopat, Arfan pun menuruti Vira dan mereka akhirnya memilih film yang dipilih oleh Vira. Film mereka akan mulai pukul 13:00 sedangkan saat ini adalah pukul 12:00 Arfan pun memutuskan untuk mengajak Vira mencari makan di sekitar bioskop dan Vira menyetujuinya.


Setelah makan, mereka langsung pergi ke tempat bioskop karena sat ini sudah pukul 12:55, mereka telah memilih tempat yang tepat untuk mereka. Vira terus fokus menonton tanpa kedip sedangkan Arfan terus menutup mata dan ketakutan. Perlahan Vira mengeluarkan senyum liciknya.


“Ternyata filmnya bagus juga,” gumam Vira dengan senyumannya.


“Vir, lo pilih filmnya parah banget sih,” kata Arfan sambil menutup matanya dan perasaan yang kesal dicampur dengan rasa yang ketakutan.


Vira hanya diam dan terus fokus menonton filmnya. Setelah selesai, Arfan langsung mengantarkan Vira pulang, sebenarnya Arfan masih ingin pergi bersama Vira, namun Vira sepertinya sedang terburu-buru. Mereka sudah sampai di depan Rumah Vira, mereka sangat merasa lelah karena sudah terlalu lama mereka pergi.


“Makasih ya Fan,” kata Vira memberikan senyuman manisnya kepada Vira.


“Sama-sama Vir, nanti kita jalan lagi ya,” jawab Arfan membalas senyum manis yang diberikan oleh Vira.


“Lihat nanti aja,” jawab Vira ragu-ragu dan tersenyum dengan kaku.


“Ok, gua pulang ya,” pamit Arfan yang masih tersenyum dan hatinya merasa sangat bahagia.


Vira hanya mengangguk dan Arfan mulai menyalakan mobilnya, Arfan langsung pergi mengendarai mobilnya dengan kecepatan normal. Arfan masih merasa senang karena bisa jalan dengan Vira, baru kali ini dia melihat Vira tersenyum seperti itu senyum yang sangat manis yang belum pernah dia liat.


“Vir, gua kagum sama senyuman lo.” Gumam Arfan terus-menerus tersenyum bahagia seperti orang yang pertama kali merasakan jatuh cinta.


*****


Banyak rumor yang beredar bahwa mereka menjalin hubungan khusus karena mereka sering berduaan saat waktu berangkat Sekolah, istirahat, dan pulang sekolah. Arfan mulai di jauhi oleh teman-temannya karena kedekatan dia dengan Vira, Arfan sekarang hanya memiliki teman hanya beberapa saja tidak sebanyak temannya dulu.


Vira yang dulu berbeda dengan yang sekarang, dia menjadi orang yang pendiam dan juga lebih anggun, dia sudah tidak pernah lagi buat kasus di sekolah, pakaiannya juga sudah lebih feminim dari sebelumnya. Posisi Arfan sebagai ketua genk juga telah di gantikan oleh Farza dan dia telah di keluarkan dari genknya, dia merasa bersyukur karena setidaknya dia tidak membully murid yang lainnya lagi, dia merasa bersalah karena dulu pernah membully Arum secara berlebihan, dia juga merasa bersalah karena telah membuat Vira menjadi sedih.


Semakin lama Arfan dekat dengan Vira, semakin tumbuh rasa cintanya terhadap Vira, Vira telah menempati singgahsana di hatinya Arfan, Arfan ingin sekali mengungkapkan perasaannya kepada Vira, namun dia masih merasa belum pantas untuk mendapatkan Vira.


Arfan juga merasa ragu dan juga tidak enak dengan Vira karena dulu telah membully sahabatnya dan dia juga pernah menghajar Vira, dia sadar betapa bodohnya dia karena memperlakukan orang lain seperti itu. Seandainya Arum masih hidup, dia ingin sekali meminta maaf kepada Arum atas segala perlakuannya.


Saat ini hanya satu hal yang bisa dia lakukan yaitu membuat Vira bahagia dan tidak merasa sedih kembali karena telah kehilangan sahabatnya. Vira harus kembali seperti dulu, dia harus kembali menjadi Vira yang ceria dan Arfan harus berusaha melakukan semuanya demi yang terbaik untuk Vira.


..._________________________________________...


...PENASARAN SAMA PART SELANJUTNYA?...


...BACA TERUS " A B C D " ...


...DAN JANGAN LUPA VOTE DAN JUGA SHARE YA.....


...OH YA KALAU ADA YANG PERLU DIKOMEN,KOMEN AJA KARENA ITU SANGAT BERGUNA UNTUK SAYA...