
...Happy Reading...
Kegiatan di sekolah tetap berjalan normal seperti biasa walaupun telah mengalamin kejadian bunuh diri beberapa minggu ini. Beberapa murid memutuskan untuk meliburkan diri dan ada juga yang memutuskan untuk berpindah sekolah karena takut menjadi korban dari Arum selanjutnya.
Hari ini Arfan berangkat ke sekolah lebih awal, dia berjalan memasuki gerbang sekolah. Telah terjadi keributan kembali dan membuat Arfan menjadi penasaran.
“Bunuh diri lagi?” batin Arfan yang sepertinya sudah merasa lelah dengan kejadian beberapa hari ini.
Arfan langsung berjalan menuju kerumunan itu, kerumunan itu berada di lapangan sekolah. Sesampainya disana, dia terkejut karena melihat Justin telah menggantungkan dirinya di tiang bendera. Justin melayang bagaikan bendera yang sedang berkibar, mereka tidak habis pikir bagaimana caranya dia menggantungkan dirinya keatas sana.
Justin merupakan anak pelaku bullying, dia dulu sering sekali menarik Arum dan membawanya kedekat selokan lalu mendorongnya hingga masuk kedalam selokan tersebut. Tak hanya itu, dia juga sering menuangkan tumpukkan sampah yang ada di keranjang sampah ke kepala Arum.
Jasad Justin telah diturunkan dari tiang bendera, lehernya mengalami pendarahan akibat tali yang mengikat di lehernya sangat kencang. Terdapat secarik surat dari dalam saku celana Justin.
Dendamku masih belum terbalaskan..
Arfan menghembuskan napasnya dengan pasrah, air mata telah membasahi pipinya, pasalnya baru saja kemarin dia bertemu dengan Justin di pemakaman Zio. Arfan meninggalkan kerumunan itu dan pergi menuju kelasnya. Saat dia melewati kelasnya Vira, dia mendengar suara tangisan dari Vira, Arfan pun langsung masuk ke dalam kelas Vira.
Vira sepertinya sedang ditangani oleh teman-temannya, Arfan mulai khawatir dan langsung menghampiri Vira yang sedang duduk di kursinya sambil menangis.
“Ada apa?” tanya Arfan kepada Fadhil yang sedang berada di kelasnya Vira.
“Kata teman-temannya, Arum neror Vira,” kata Fadhil kemudian melirik kearah Vira.
Arfan langsung mengambil surat yang berada di atas meja Vira kemudian dia mulai membuka suratnya dan membacanya.
Hai Vira
Bagaimana kabarmu? Aku harap kamu baik-baik saja.
Bagaimana hubunganmu dengan Arfan? Aku tidak menyangka kamu akan sejahat itu sama aku. Dulu, kamu bergabung dengan genk Arfan dan menjauhiku lalu ikut membullyku. Dan sekarang? Kamu sudah pacaran dengan Arfan.
Apakah kamu ingat? Dulu kamu menamparku, tamparanmu sangat kencang sekali, Vira. Tapi kamu tenang saja, aku akan membalas semua itu.
Kamu akan segera menyusulku Vira.
Dari
Arum
Arfan *******-***** surat itu lalu membuangnya ke lantai, Fadhil berdiri dan memberikan tempatnya kepada Arfan. Arfan memegangi pundak Vira dan berusaha membuat Vira menjadi tenang.
“Semua ini gara-gara gua Vir,” kata Arfan merasa bersalah.
“Apasih Fan, ini bukan salah lo kok, ini salah gue karena dulu udah nampar Arum,” kata Vira meredakan isak tangisnya.
Semua terdiam dan menunduk, mereka juga merasa bersalah karena telah membully Arum. Dia itu baik, tidak seharusnya mereka membully Arum dengan cara yang tak lazim.
“Kita harus bagaimana?” tanya Fadhil kepada Arfan dengan tatapan serius.
“Kita bilang ke keluarga Arum atas segala perlaku kita kepada Arum semasa dia masih hidup,” usul Cesa sambil mengangguk dengan cepat.
“Lo gila! Kalau keluarga Arum marah besar, lo mau gimana hah! Masih mending kalau marah besar, kalau mereka menuntut kita? Mau gimana lo?” kata Farel mengangguk cepat.
“Wah… akal sehat dia lagi nggak jalan,” kata Farel sambil tertawa miris.
“Udah stop! Jangan ada yang debat! Sekarang kita harus pikirin bagaimana caranya untuk menuntaskan masalah ini,” kata Fadhil sebagai penengah.
“Gua punya usul,” kata Devita.
“Datangi makam Arum, kita harus minta maaf sama dia supaya dia tenang di alam sana,” kata Devita seraya mengangkat alisnya.
“Lo yakin itu berhasil?” tanya Farel mengangkat sebelah alisnya.
“Atau mungkin kita bisa mengadakan pengajian di lapangan sekolah dan juga di rumah Arum,” usul Irza.
“Ok, kita adakan pengajian di sekolah dan di rumah Arum, lalu kita ke makam Arum mengaji disana dan kita meminta maaf kepada Arum atas segala kesalahan kita, kita do’akan semoga Arum tenang di alam sana dan bisa memaafkan atas kesalahan kita kepada dia, setuju?” kata Fadhil memberi keputusan.
“Ok gua setuju, lagi juga.. gua udah muak dengan segala bunuh diri yang ada di sekolah ini semenjak kematian Arum,” kata Farel.
“Kalau lo? Setuju nggak Vir,” tanya Fadhil sambil mengangkat alisnya.
“Demi Arum, gue setuju,” kata Vira.
Mereka semua tersenyum senang karena setidaknya mereka telah mengakui segala kesalahan mereka, mereka berharap bahwa Arum bisa memaafkan mereka.
*****
Mereka mulai melaksanakan rencana mereka malam ini, mereka semua yang beragama islam mengadakan pengajian di sekolah dan di rumah Arum, mereka yang non-mulim pun berdo’a sesuai dengan kepercayaan mereka, mereka mulai bertaubat dan memohon ampun atas segala kesalahan yang telah mereka perbuat semasa hidup mereka.
Dan di siang harinya, mereka juga mendatangi makam Arum dan mengirim do’a untuk Arum, mereka berharap bahwa kejadian semua ini akan segera berakhir dan tidak lagi memakan korban jiwa.
Setelah beberapa lama, mereka semua memutuskan untuk pulang namun hanya Vira yang masih berada disana sendirian, Fadhil langsung menghampiri Vira yang sejak tadi terus memandang batu nisan milik Arum.
“Melamun di kuburan itu nggak baik loh, ayo kita pulang, gua antar lo pulang ke rumah ya?” ajak Fadhil membuat Vira tersadar dari lamunannya.
“Eh.. ada apa Dhil?” tanya Vira.
“Ayo, gua antar lo pulang, nggak masalah kan?” tanya Fadhil santai.
Vira hanya mengangguk dan mereka pun langsung pulang bersama. Fadhil mengantarkan Vira sampai di depan rumahnya, Vira sempat menawarkannya untuk masuk kedalam rumahnya namun dia menolak, dia langsung berpamitan dan menitip salam untuk keluarga Vira.
Vira merasa senang bisa pulang bersama Fadhil, Arfan tidak bisa ikut pergi kesana karena hari ini dia sedang pergi ada urusan penting yang sangat mendadak. Dan saat berangkat ke makam, Vira pergi dengan menggunakan ojek online.
..._________________________________________...
...PENASARAN SAMA PART SELANJUTNYA?...
...BACA TERUS " A B C D " ...
...DAN JANGAN LUPA VOTE DAN JUGA SHARE YA.....
...OH YA KALAU ADA YANG PERLU DIKOMEN,KOMEN AJA KARENA ITU SANGAT BERGUNA UNTUK SAYA ...