
Para Pangeran, Song Lan, dan Tian Yi sedang sibuk membantu Pangeran pertama untuk mempersiapkan diri agar cepat selesai namun mereka dikejutkan oleh kehadiran Permaisuri Kaisar dan Dewi Burung diruangan ini. Kami semua langsung terdiam sejenak lalu Song Lan dan Tian Yi memutuskan untuk pergi "Ada apa Ibu kemari?" Tanya Pangeran pertama sambil memperhatikan dirinya di cermin.
Permaisuri Kaisar sengaja berdeham agar Pangeran kedua dan ketiga pergi dari ruangan ini, tapi Pangeran pertama menahannya "Langsung saja katakan Ibu karena mereka disini untuk membantuku."
Permaisuri menatap Sinis kedua Pangeran dan mereka hanya terdiam tanpa ekspresi wajah sama sekali "Kau sudah tahu ramalan Dewa Bintang, tapi kau tetap meneruskan hal bodoh ini? Dalam ramalan sudah jelas akan merugikan alam semesta. Apakah kau yakin melakukan hal gila ini? Kau adalah penerus alam langit, apakah kau lupa akan hal ini?" Tanya Permaisuri dengan raut wajah khawatir.
Aku langsung berpikir, apakah Ibu sedang memikirkan aku? Apa hanya memikirkan jabatan Kaisar? Hahaha sungguh sangat lucu. Pangeran pertama hanya diam sambil menatap Ibunya lalu tiba-tiba Dewi Burung menambahi perkataan Permaisuri "Zhang Li hanya membawa kutukan untuk alam langit, Pangeran pertama kau harus sadar akan hal ini!" Ucapnya dengan ekspresi yang membuat aku muak melihatnya.
Pangeran pertama sangat geram mendengar ucapan Dewi Burung ia langsung berdiri lalu menampar pipi kanan Dewi Burung "Jaga ucapan mu Burung Liar!" Setelah berkata seperti itu Pangeran pertama langsung teleport pergi tidak tahu kemana tujuannya.
Para Pangeran hanya saling menatap satu sama lain, kemudian memutuskan untuk pergi mengikuti jejak Pangeran pertama.
Untung saja ada beberapa Guru yang menjaga keturunan para Dewa yang sedang sekolah, tapi terlihat banyak prajurit alam langit yang terluka bahkan tewas ditempat. Anak-anak Dewa yang menyaksikan kematian tragis pengawal pribadinya demi melindungi mereka hanya bisa menangis dan berteriak histeris memanggil nama para penjaga "Jangan tinggalkan aku sendirian Paman, aku takut dan aku sungguh akan merindukanmu selamanya pengawal kumohon bukalah matamu," Ucap salah satu anak perempuan Dewa yang melihat kejadian tragis dengan mata kepalanya sendiri.
Dewi keadilan menggunakan kekuatan spiritualnya untuk membuat anak-anak ini tertidur pulas agar tidak terlarut dalam kesedihannya "Tolong bawa mereka semua ke rumah lembah langit agar dapat beristirahat dengan tenang dan tolong perketat keamanan disana," ucap Dewi keadilan kepada kepala prajurit yang dari tadi sudah siap menerima perintahnya.
Para penasehat dan pengawal pribadi Kaisar sedang sibuk menghalangi roh iblis yang hendak menyakiti keturunan para Dewa, sedangkan Dewi keadilan berusaha untuk membuat jejak para anak Dewa tidak terlihat jika sedang bersembunyi kearah lembah alam langit.
Aku terbangun dari tidurku karena roh pedang Sanos dan Pangeran ketiga cukup mengganggu "Ada apa? Kenapa kalian berjalan bolak-balik tidak jelas seperti itu?" Tanyaku dengan tatapan acuh tak acuh.
"Apakah kau sungguh baik-baik saja?" Tanya Pangeran ketiga dengan tatapan penuh kekhawatiran. Lagi-lagi bertanya seperti itu, apakah aku terlihat sangat menyedihkan? Jika aku tidak baik maka itu masalah hatiku bukan? Untuk apa aku menceritakannya kepada orang lain dan membuatnya terbebani oleh masalahku?
Aku sengaja berdecak kesal menatap Pangeran ketiga "Kau sungguh cerewet! Lebih baik kita makan saja dikantin sekolah lembah langit, aku merindukan makanan disana."
"Benar dugaanku bukan? Ia tidak akan sesedih yang kau pikirkan Pangeran ketiga! Kau saja yang tidak percaya denganku," ucap roh pedang Sanos kepada Pangeran ketiga sambil berjalan keluar dari kamarku. Setelah aku berdandan, kami langsung menuju kantin sekolah lembah langit dan disana terlihat banyak anak Dewa sedang makan bersama keluarganya.
Saat ini aku hanya bisa memikirkan, apakah nanti jika aku telah melahirkan anakku, ia akan mempunyai kenangan indah seperti anak-anak Dewa ini? Apakah mereka akan mendapatkan kasih sayang yang sama seperti anak-anak Dewa saat ini? Aku harus tetap menjalani hidup ini dengan semangat! Demi anakku dan Pangeran pertama.
Saat kami hampir selesai makan, roh pedang Sanos menatapku seperti ragu untuk mengatakan sesuatu "Katakan saja," ucapku dengan tenang agar ia lebih yakin.
Roh pedang Sanos berbicara dengan nada cukup pelan, seperti berbisik kepadaku "Aku ingin meluruskan suatu hal kepadamu karena bagaimanapun juga waktu itu adalah kesalahan ku."
Roh pedang Sanos menatap aku serius lalu menghela napasnya dan mendekatkan dirinya ke sampingku, setelah itu ia berbicara dengan nada berbisik "Sebenarnya waktu itu aku bisa kembali untuk memberimu kabar tentang Pangeran pertama namun kakiku tiba-tiba melemas saat diambang pintu kediaman Pangeran pertama, akhirnya muncullah Dewi Burung dan Permaisuri Kaisar membawa sebuah botol penyegel roh spiritual. Setelah itu ntah aku dibawa kemana oleh mereka, tapi pastinya aku dipertemukan oleh Raja Iblis bahkan mereka memberi wujud ilusi pada mataku. Jadi, setiap aku melihat mereka maka aku akan melihatmu. Walaupun sudah begitu, mereka belum puas dan sungguh keji! Memasukkan paksa roh jahat dalam pikiranku hingga ke sadaran ku terpengaruh lalu menimbulkan luka dalam yang tak dapat aku sembuhkan dengan kekuatan spiritualku sendiri."
"Lalu kenapa kau tidak melawan? Kenapa kau bisa sadar saat ingin membunuhku?" Tanyaku secara spontan karena hanya itu yang ada di pikiranku saat ini.
"Kekuatan spiritual ku seperti tertahan saat ingin melawan mereka dan aku tersadar karena darahmu mengenai bagian tubuhku. Aku sungguh meminta maaf karena kebodohan yang telah aku lakukan dan kau dapat menghukum ku sesuai pengaturan mu Nona Pu Li Que."
Aku tersenyum ramah kepadanya "Tidak perlu seperti itu, tenanglah aku akan membantumu bersama Pangeran pertama mengobatinya setelah menyelesaikan semua urusan di alam langit."
"Semoga saja ia kembali dengan selamat Nona," Ucapan roh pedang Sanos sungguh menyayat hatiku namun aku tidak peduli karena aku percaya ia akan kembali dan aku akan menunggunya meski harus menghabiskan waktu ribuan tahun lamanya, aku tetap menunggu mu Zhu Yi.
Kami berdua tak sadar akan kehadiran Pengawal pribadi kaisar dan terus berbicara sampai akhirnya Pangeran ketiga menyadarinya lalu menjawil bahuku hingga kami semua menoleh kearah pengawal pribadi kaisar. Ternyata ia diutus langsung oleh Kaisar untuk mengundang kami hadir dalam diskusi altar suci alam langit, tanpa berpikir panjang kami langsung menyetujuinya.
"Silahkan Nona duduk disini untuk menunggu semua Dewa berkumpul bersama."
Tunggu...
Bukannya kemarin ruangan ini sudah hancur? Ta-tapi, kenapa sudah kembali seperti semula? Bahkan lebih baik dari sebelumnya. Memang alam langit sungguh menakjubkan!
Aku melihat Kaisar berjalan kearah tahtanya sambil menatapku, ah tatapan ini sungguh membuat hatiku gelisah!
Semoga tidak terjadi sesuatu kepada Pangeran pertama, tapi kenapa Kaisar berjalan kearahku? Sekarang ia bahkan berdiri tepat di hadapanku "Apakah kau baik-baik saja anakku?" Tanyanya sambil memeriksa denyut nadiku.
"Tentu saja aku baik, Kaisar."
"Jagalah pola makanmu karena saat ini bukan dirimu saja yang membutuhkan asupan makanan, tapi anakmu juga Anakku."
Kaisar tersenyum dan langsung pergi begitu saja setelah berbicara kepadaku, tapi kenapa ia tidak terkejut saat melihat roh pedang Sanos berada di sampingku?