Alstroemeria | Dewi Bunga Lily

Alstroemeria | Dewi Bunga Lily
Curiga


Matahari saja belum terbit sepenuhnya, tapi sudah ada seseorang yang mengetuk pintu kamarku berkali-kali. Anehnya, aku tidak mengenali suara ini karena terdengar asing.


"Silahkan masuk," Ucapku sambil duduk menatap kearah pintu kamar ku. Aku langsung melotot dan terkejut saat melihat pengawal pribadi Kaisar berada dirumah lembah langit sepagi ini, bahkan menemui aku secara pribadi seperti ini.


Aku langsung berdiri dan menghampiri nya "Ada apa? Maaf aku baru bangun."


"Bisakah Nona keluar sebentar? Kaisar sudah menunggu Nona dihalaman depan rumah."


Aku sungguh panik saat mendengar ucapannya "Ta-Tapi aku belum mandi," Ucapku sambil menatapnya bingung. Pengawal pribadi Kaisar berdecak dan langsung menarik tanganku, agar aku segera menemui Kaisar.


"Kaisar..." Ucapan pengawal pribadi itu membuyarkan lamunan Kaisar dihalaman rumah lalu Kaisar menyuruh aku duduk.


Kaisar tersenyum kepadaku, kemudian ia memberikan sebuah kotak yang tergeletak tepat di hadapanku saat ini "Hadiah untukmu. Oh ya, aku ada sedikit pertanyaan Zhang Li. Apakah boleh aku bertanya?" Tanya Kaisar dengan sangat ramah kepadaku.


"Tentu saja, boleh Kaisar. Aku akan menjawab semua pertanyaan Kaisar dengan jujur, tanpa adanya kebohongan sedikitpun!"


Bagaimana mungkin aku tidak memperbolehkan Kaisar bertanya? Itu sama saja, aku mencari kematian ku.


"Apakah kau menyukai Pangeran pertama?" Tanya Kaisar.


Bagian dadaku terasa sakit lagi, tapi kali ini tidak terlalu nyeri. Semoga saja aku bisa menahan semua ini "Aku menyukai Pangeran pertama, kedua, ketiga, Tian Yi, dan Song Lan."


"Ah begitu rupanya, bagaimana dengan cinta? Apakah kau mencintai Pangeran pertama?" Pertanyaan Kaisar sungguh membuat aku bingung.


Mengapa anak ini sangat polos? Apakah ia sedang berpura-pura di hadapanku? Cinta dan suka bukannya sama saja?


Ah aku jadi bingung...


Setelah terdiam cukup lama, aku memutuskan untuk berkata jujur saja kepada Kaisar "Aku tidak tahu Kaisar. Apa lagi tentang cinta karena sejujurnya, tidak ada yang memberitahu aku bagaimana bentuk atau rupa dari cinta."


Aku melihat ekspresi pengawal pribadi Kaisar tertawa pelan, tapi Kaisar langsung meliriknya dan seketika ia terdiam seperti batu.


"Cinta itu tidak memiliki bentuk, tapi dapat kau rasakan perlahan dengan hati. Misalnya, saat Pangeran pertama sedang tidak bersamamu, kau akan merasa sangat merindukannya. Bahkan kau akan merasa sedih, jika tidak melihatnya cukup lama dan sebaliknya Pangeran pertama juga akan merasa seperti itu. Apakah kau sudah paham?" Tanya Kaisar dengan tatapan serius dan menyelidiki, bahwa aku benar-benar paham atau tidak dengan ucapannya.


"Ah rupanya cinta seperti itu, Terima kasih Kaisar atas bimbingannya. Aku rasa pernah merasa begitu, apalagi saat Pangeran pertama marah, ia sungguh menyebalkan Kaisar."


Kaisar langsung terbatuk karena mendengar ucapan ku dan pengawal pribadi Kaisar lagi-lagi menertawai aku juga, tapi ia tahan agar tidak ketahuan Kaisar.


Apa aku membuat kesalahan lagi? Semoga saja tidak salah!


"Baiklah, aku kembali dahulu dan jangan beritahu siapa-siapa jika kau bertemu aku disini hari ini. Mengerti?" Tanya Kaisar.


"Mengerti Kaisar," Ucapku sambil berdiri mengantarnya sampai di ambang gerbang rumah lembah langit. Setelah itu, Kaisar dan Pengawal pribadinya langsung menghilang dari hadapan ku.


Aku memandangi kotak yang cukup besar ini sambil menebak apa isi dari hadiah yang diberikan Kaisar, terlihat cukup aneh karena kotak ini terlilit oleh kain sangat rapih. Aku langsung saja membuka kotak ini dan saat dibuka terdapat banyak kepingan emas, tapi apakah ini asli? Aku teringat pada saat Song Lan mengigit kepingan emas untuk memastikan keaslian emas.


Waktu itu, Song Lan mendapatkan kepingan emas karena ia menang taruhan dari Pangeran kedua. Aku mencoba mengikuti cara Song Lan saja dan saat digigit, sungguh membuat gigi ku merasa sakit karena sangat keras "Ini sungguh emas asli?" Gumam ku pelan dan bertanya kepada diriku sendiri.


Gigiku masih terasa sakit setelah menggigitnya, tapi tidak masalah. Hal yang paling penting, aku bisa berbelanja sepuasnya di dunia fana saat nanti libur sekolah.


Pangeran pertama terbangun karena terganggu oleh suara Xai yang terus memanggilnya berkali-kali. Saat ia sudah sadar sepenuhnya Xai mulai membantu Pangeran pertama merapikan tempat tidurnya "Kaisar dan Pengawal pribadinya, sekarang berada dihalaman rumah."


"Sepertinya kau baru bangun. Duduklah, hari ini aku ingin makan pagi bersama Anakku."


Pangeran pertama hanya mengangguk pelan lalu duduk berhadapan dengan Kaisar, sedangkan Pengawal pribadi mereka sedang sibuk mempersiapkan makanan untuk makan pagi Kaisar dan Pangeran pertama sambil dibantu oleh para pelayan pilihan "Ini baju untuk nanti bertemu keluarga besar Dewi Burung. Apakah kau sudah memikirkannya? Kau yakin anakku?" Tanya Kaisar.


Aku memaksakan diri untuk tersenyum kepada Ayah "Apakah aku bisa kembali, ketika sudah berjalan setengah jalan? Apalagi Ibu sudah keras kepala seperti ini, aku hanya berusaha untuk tidak membuat masalah yang berdampak buruk untuk alam langit Ayah."


"Berarti kau yakin?" Tanya Kaisar untuk memastikan keputusan Anaknya.


Pangeran pertama mengangguk lalu menuangkan teh untuk Ayahnya "Semoga saja, ramalan bintang berubah saat aku akan menikahi Dewi Burung. Sudahlah, kita makan saja Ayah. Tidak usah memikirkan tentang perjodohan kami Ayah, semuanya akan baik-baik saja."


"Baiklah, aku anggap kau sudah dewasa dan bijak dalam memilih keputusan untuk masa depanmu."


Apakah lebih baik aku membicarakan hal kemarin kepada Ayah? Mungkin saja Ayah tahu sesuatu dan aku mendapatkan petunjuk yang berkaitan dengan ucapan Dewi Bunga Agung tentang Ibu.


"Ayah. Sejujurnya, aku masih memiliki pertanyaan terkait Ibu karena ada hal baru yang aku ketahui dari Rou Yi. Apakah Ayah mengenal gadis kecil ini?" Tanya Pangeran pertama.


"Penjaga api biru nirwana? Ada apa dengannya?" Tanya Kaisar sambil mengunyah makanannya.


Menu makanan hari ini masakan berkuah semua, ntah kenapa Ayah menyukai makanan berkuah. Seperti sup dengan isi yang berbeda-beda, ada ayam, sapi, dan sayur yang masih hijau segar.


"Apakah Ayah tahu latar belakang gadis ini atau masa lalunya?"


Pertanyaan ku, membuat Ayah mengerutkan keningnya dan terdiam sejenak "Seingat Ayah. Semua keluarganya terbunuh, ia dibawa oleh Dewa alam langit untuk menjaga api nirwana sambil menunggu Tuannya datang."


Kisah yang diceritakan Rou Yi dengan ucapan Ayah sungguh sama, berarti ia tidak berbohong kepada kami semua kemarin.


"Apakah Ayah tahu siapa yang membunuh keluarganya?" Tanya Pangeran pertama.


"Bisakah kau ceritakan langsung kepadaku Anakku? Masih pagi, kenapa kau sudah bermain tebak-tebakan denganku?"


Pangeran pertama menggaruk kepalanya sambil tersenyum malu, ia menarik napas dan menceritakan semuanya dari awal, tapi ia tidak menceritakan latar belakang Zhang Li yang berkaitan dengan Dewi Alam Bunga karena hal ini masih belum jelas.


"Lancang! Bagaimana mungkin ia berbicara tidak pantas seperti itu? Itu sama saja menghina Permaisuri Kaisar di alam langit."


"Ia sangat ketakutan, saat pertama kali melihat aku memasuki halaman rumah lembah langit Ayah, bahkan ia terus-menerus menatap aku dengan alasan, aku adalah keturunan Ibu."


"Benarkah?" Tanya Kaisar yang langsung meredam amarahnya, saat mendengar penjelasan Pangeran pertama.


"Apakah Ayah tidak merasa curiga? Mungkin, hal ini bisa saja terkait dengan pembunuhan wanita suci yang Dewi Bunga Agung bilang saat melarang aku melibatkan Zhang Li didalam permasalahan alam langit."


"Apakah Zhang Er melarang mu? Kau tidak berbohong Anakku? Hal ini sungguh mencurigakan dari awal, tapi aku tidak memiliki bukti saat ini, nanti pasti akan Ayah selidiki sampai jelas. Kau kumpulkan saja semua informasi yang kau ketahui Anakku, jangan sampai Ibumu mengetahui hal ini karena nyawa gadis itu akan terancam dalam bahaya."


Apakah Ayah sudah tahu? Bahwa Zhang Li anak Dewi Alam Bunga?


Mengapa Ayah tahu bahwa Ibu akan membunuhnya?


"Baiklah Ayah."


Kami makan bersama sambil mengobrol tentang acara nanti di pertemuan seperti apa, apa saja yang akan dibahas dan aku lakukan...