
Aku sudah membuat janji bersama dengan Song Lan, sebelum matahari terbit kami semua sudah harus keluar dari rumah lembah langit secara diam-diam agar tidak ketahuan oleh siapapun. Jadi, kami mandi dan menyiapkan diri pada malam hari, sebab kalau saat pagi hari pasti akan membangunkan semua orang "Dimana Song Lan? Lama sekali. Padahal aku saja berpikir, bahwa aku yang telat! Ternyata ia lebih telat dariku."
Song Lan keluar mengendap-endap dan meminta maaf kepadaku karena membuat aku menunggu cukup lama "Tian Yi tadi hampir saja terbangun. Jadi, aku harus berpura-pura tidur. Ayo kita berangkat saja Zhang Li!" ucap Song Lan dengan penuh semangat.
Ia membawa aku teleport keluar dari alam langit "Hebat juga teleportmu bahkan sekarang bisa langsung menembus pintu gerbang alam langit hahaha, tapi apakah kita perlu makan dahulu didunia fana sebelum berangkat ke alam iblis?" tanyaku.
Jujur saja aku sangat lapar dari tadi, tapi pagi ini terasa lebih dingin tidak seperti biasanya "Saat kita menaiki kapal untuk menuju alam iblis disana ada banyak orang menjual makanan. Jadi, apakah kau bisa menahannya sampai disana?" tanyanya.
Aku hanya mengangguk. Song Lan membawa aku teleport lagi dan tiba-tiba kami ada dipinggir sebuah danau yang dipenuhi air berwarna kehitaman dan memiliki bau roh iblis yang sangat pekat, tapi disini tidak terlihat ada kapal sama sekali "Kelihatannya kita terlalu pagi datangnya Zhang Li," ucap Song Lan sambil tersipu malu karena sikapnya yang terlalu tergesa-gesa.
Aku hanya tersenyum pasrah melihat kelakuan Song Lan, bagaimana mungkin ia dapat melupakan waktu munculnya kapal di alam iblis yang akan dipimpinnya dimasa depan ini? Sungguh sangat ceroboh sekali "Untung saja aku sabar, tapi sudahlah kita tunggu saja agar tidak membuang waktu."
Kami menunggu cukup lama dan tiba-tiba ada teriakan sangat nyaring tak jauh dari tempat kami menunggu kapal "TOLONG... TO-TOLONGG SONG LAN!" ucapan seseorang misterius ini membuat kami berdua saling menatap dan sedikit ragu untuk menghampirinya, tapi kami tetap memberanikan diri.
"Aku merasa sangat tidak asing dengan suara ini Zhang..." Belum saja Song Lan menyelesaikan kata-katanya. Kami melihat Rong Xu berlari terpincang-pincang kearah kami karena ia dikejar seekor ular sangat besar.
Song Lan langsung teleport membantu Rong Xu, ia mengarahkan kekuatan spiritualnya kearah tubuh ular hitam itu dan tiba-tiba ularnya pergi begitu saja tanpa melakukan perlawanan sedikitpun.
"Untung ada kalian," Ucap Rong Xu sambil menghela napas legah menatap kami berdua. Rong Xu duduk diatas sebuah batu kecil dan menarik napas dalam-dalam karena ia sungguh sangat kelelahan, tapi kenapa ia bisa disini? Sungguh sangat aneh!
"Kenapa kau ada disini?" tanya Song Lan sambil mencoba memeriksa luka di bagian kaki kanan Rong Xu.
"Aku mengikuti kalian." Rong Xu berbicara sangat jujur sampai Song Lan melotot menatapnya tanpa berkedip sedikitpun.
Rong Xu dapat bersembunyi dari kami dengan sangat baik, tapi kenapa ia tidak bisa mengatasi binatang gaib liar sekecil itu?
Apakah ia mulai menjadi bodoh setelah mengalami cedera pada waktu bersama Dewi Burung?
Song Lan menghilang dari samping Tian Yi lalu ia mencarinya keluar kamar dan tidak menemukannya. Setelah itu ia mencoba memanggil Zhang Li untuk membangunkannya, tapi tidak ada jawaban apapun darinya. Tian Yi kesal dan langsung membuka pintu kamar Zhang Li dan ternyata mereka semua telah menghilang "Mereka kemana? Kenapa menghilang bersamaan tanpa aku? Apakah aku ditinggalkan lagi oleh mereka berdua?" gumam Tian Yi diambang pintu Zhang Li.
Ia memikirkan kira-kira mereka berdua pergi ketempat seperti apa pagi-pagi seperti ini. Pasti sangat penting, tapi kenapa mereka tega meninggalkan aku disini sendiri?
Pangeran ketiga yang ingin berpamitan terlebih dahulu dengan Rong Xu untuk pergi mencari Song Lan dan Zhang Li, juga terkejut karena Rong Xu ternyata tidak ada dikamar Pangeran pertama "Apakah mereka bertiga mencoba pergi bersama pasien yang sedang ia rawat? Sangat bertanggung jawab sekali, tapi mengapa tidak memberitahu kami akan pergi kemana?" tanya Pangeran ketiga sambil berdecak kesal.
Kebetulan Pangeran pertama baru saja datang dirumah lembah langit dan kami semua langsung menceritakan kejadian ini kepadanya karena dalam mencari seseorang ia sangat ahli, selain itu kekuatan spiritualnya juga telah mencapai tahap Dewa Langit.
Pangeran pertama langsung melacak keberadaan Zhang Li melalui gelang bunga Lily hitam pemberiannya, tak lama kemudian ia menemukan jejak Zhang Li "Alam Iblis. Zhang Li, Song Lan, dan Rong Xu sedang perjalanan kesana menggunakan kapal penyebrangan antara istana dengan rakyat alam iblis."
Pangeran pertama, ketiga, dan Tian Yi seperti terburu-buru berangkat menyusul mereka namun Pangeran kedua seperti tidak terlihat panik sama sekali "Maaf aku tidak bisa ikut bersama kalian karena aku ada sedikit urusan disekolah."
"Baiklah."
Makanan dialam iblis tidak terlalu buruk seperti yang aku bayangkan sebelum memesan makanan, tapi perjalanan menggunakan kapal ini cukup singkat. Baru saja aku mulai menikmati pemandangan alam iblis yang dipenuhi binatang gaib ini, tapi sudah terlihat kerajaan besar berada diatas awan.
Tepat di atas rumah para rakyat, Istana ini berada diatas gumpalan awan berwarna abu-abu, sepertinya istana ini terbuat dari batu pilihan karena warnanya sangat unik dan memiliki kekuatan spiritual "Apakah istana besar itu tempat tinggalmu?" tanyaku kepada Song Lan.
Ia hanya mengangguk. Sebelum kami turun dari kapal, Song Lan menyuruh kami berganti pakaian hitam-hitam agar tidak mengundang banyak perhatian rakyat "Apakah aku terlihat seperti rakyat alam iblis Song Lan?" tanyaku sambil menata rambutku agar terlihat lebih rapih, aku memakai penampilan seperti biasanya saat menjadi Alstroemeria.
Song Lan mengangguk dan menuntun Rong Xu turun dari kapal pelan-pelan. Saat kami turun, tidak disangka kami malah bertemu Putri keempat yang sedang menyamar seperti kami "Kenapa kau ada disini putri?" tanyaku sambil menepuk bahunya.
"Kau sendiri sedang apa?" tanya Putri keempat sambil menatap aku sinis, tadi ia cukup terkejut saat melihat kami semua sedang berada dibelakangnya!
"Aku ingin keistana."
"Sama." Menyebalkan sekali!
Sifatnya sungguh sangat mirip dengan Pangeran pertama.
Putri keempat langsung berjalan mendahului kami semua dan aku kembali ke sisi Song Lan untuk jalan bersama, agar kami tidak terpisah karena di alam iblis cukup ramai seperti di dunia fana.
Baru saja berjalan beberapa langkah, tapi Song Lan sudah mendapatkan sambutan luar biasa dari rakyat alam iblis. Rong Xu berbisik kepadaku "Song Lan ternyata sungguh populer," Ucapnya kepada ku sambil tertawa menatap Song Lan yang kebingungan menyapa para rakyat. Hal ini berlangsung cukup lama hingga kami sedikit bosan menunggu, tapi untung saja Song Lan sangat peka terhadap kami. Jadi, ia memberanikan diri untuk segera menyudahi perjumpaannya dengan rakyat alam iblis.