Alstroemeria | Dewi Bunga Lily

Alstroemeria | Dewi Bunga Lily
Kunjungan Sekolah Gu


Salah satu dari kelompok pemuda fana itu hendak kabur melarikan diri dari tugas ini, tapi untung saja saja aku melihatnya "Ah bagaimana mungkin lelaki takut dengan Iblis, menyebalkan sekali!" Ucapku sambil mendengus kesal dan menatap pria fana yang mematung diambang pintu karena ketahuan olehku.


Aku mulai menarik napas perlahan untuk menenangkan diri agar bisa fokus saat mengontrol kekuatan spiritualku. Apakah harus dibunuh? Pikirku sambil mencoba menyiapkan diri "Pangeran ketiga, apakah harus membunuhnya? Sungguh?" Tanyaku dengan berteriak sangat keras hingga terdengar oleh mereka semua.


Pangeran ketiga seketika muncul di hadapanku "Apakah kau ada cara lain?" tanya Pangeran dengan tatapan serius menatapku.


"Tidak a..." Aku tiba-tiba memikirkan tentang suatu hal yang kemungkinan akan berhasil.


"Ada!" ucapku dengan sangat percaya diri dan penuh keyakinan dan Pangeran ketiga mulai menatap aku sangat serius.


"Jadi, gunakan saja darahku agar mereka bisa menjadi manusia fana kembali."


"Kau gila?" tanya Pangeran ketiga yang langsung menatap kesal aku.


Apa salahnya mencoba?


Aku langsung saja mengambil pedang Sima untuk melukai tanganku "Zhang Li tunggu, tapi pedang ku ini tidak boleh untuk melukai Dewa!" ucapan roh pedang Sima seketika membuat aku putus asa, apakah benar aku harus membunuh mereka?


"Dasar gadis bodoh," ucap roh pedang Sanos yang seketika berada disampingku dan ia langsung mengarahkan pedangnya untuk melukai telapak tanganku.


"Mengapa mereka tidak menginginkan darahku? Apakah kurang banyak?" tanyaku kepada para pemuda dan Pangeran ketiga.


"Mungkin mereka butuh dikendalikan Dewi," ucap salah satu dari para pemuda.


Masuk akal juga perkataannya, aku langsung melemparkan harpa perak milikku ke Pangeran ketiga agar ia dapat memainkan alat musik untuk mengendalikan wanita-wanita iblis ini "Aku tidak bisa memainkan alat musik karena itu aku hanya memiliki banyak pedang dengan berbagai jenis Zhang Li," Ucap Pangeran ketiga sambil tersenyum malu menatapku. Aku menatapnya datar dan pasrah, siapa yang dapat aku andalkan kalau begini?


Aku baru tahu kalau Pangeran ketiga tidak bisa memainkan alat musik, aku langsung menoleh kearah para pemuda fana "Kalian ada yang bisa bermain alat musik?" tanyaku.


Mereka saling menunjuk satu samalain dan langsung saja aku mengarahkan harpa perak dengan kekuatan spiritual agar harpa ini yang memilih diantara mereka. Akhirnya, harpa perak ini memilih lelaki dengan perawakan tinggi dan gagah yang memiliki kulit berwarna sedikit ke coklatan. Ia berhasil memainkan harpa perak milikku dalam waktu singkat karena bantuan kekuatan spiritual Pangeran ketiga, sebab bagaimanapun manusia tidak dapat menggunakan alat musik milik para Dewa begitu saja.


Kemudian para wanita iblis mulai mendekati aku dan menjilati telapak tanganku yang dipenuhi dengan darah "Ah sialan! Kekuatan spiritual iblis semua wanita ini cukup sangat kuat."


Pangeran ketiga membantu aku menahan kekuatan spiritual iblis milik 12 wanita ini "Mengapa mereka tidak berubah?" tanya para pemuda fana yang kebingungan. Saat sedikit lagi selesai, tapi tubuhku tiba-tiba tumbang melemas dan aku tidak cukup kuat berdiri lagi.


Pangeran ketiga mengisyaratkan kami untuk mengikutinya menghampiri para Song Lan, tapi aku menahannya karena aku harus menghapus seluruh ingatannya selama menjadi pengantin Iblis karena bagaimanapun hal ini bisa membuat mereka terkena gangguan jiwa, jika mengingat seluruh kejadian yang sudah menimpa mereka semua.


Pangeran kedua masih menjaga Da Liu dengan sangat hati-hati, ah sungguh sangat cocok jika mereka menjadi sepasang kekasih "Apakah sebaiknya sekalian mengantar ke-12 wanita ini Dewi?" Tanya para pemuda yang dari tadi mengikuti kami. Untung saja aku masih bisa kuat untuk sedikit berjalan. Jadi, tidak akan merepotkan siapapun yang ada disini hari ini.


Lelaki tinggi dan gagah itu menahan langkah kakiku dengan menghalangi jalan dihadapanku lalu ia mengembalikan harpa perak milikku sambil tersenyum dan ia juga memberikan sebuah kain putih yang kelihatannya ia robek dari seragam sekolahnya "Untuk menahan darah Dewi agar tidak keluar terus-menerus."


Aku hanya mengucapkan terimakasih lalu mengejar Pangeran ketiga sambil membalut luka ditelapak tanganku. Meskipun hal ini tidak berguna untukku, tapi aku menghargai kebaikannya "Zhang Li kita tidak bisa membawa Da Liu ke penginapan kota karena Tian Yi memberi sinyal agar tidak kembali ke kota, pemilik penginapan mengira kami semua adalah iblis yang menyamar jadi manusia."


"Ah dasar manusia fana tidak bisa membedakan sedikit saja antara Dewa dan Iblis! Sungguh menyebalkan sekali, sudah ditolong malah mengira tidak-tidak terhadap kami."


Aku hanya menghela napas lalu menatap para pemuda yang akan berkata sesuatu, tapi aku langsung saja menjawab mereka "Kami setuju," Sahutku dengan cepat.


Saat para pemuda fana berbicara dengan Pangeran ketiga, tiba-tiba Nona Yin keluar dari tubuhku dengan wujud kelabang es yang sangat besar dan ia menyuruh aku naik ketubuhnya agar bisa duduk dengan nyaman saat diperjalanan, tapi kedatangan Nona Yin membuat para pemuda fana terkejut bahkan sampai ada yang hampir mati ketakutan menatapnya dan berbicara dengan nada ketakutan denganku "Dewi memasuki sekolah tidak boleh menggunakan hewan."


Kami semua langsung tertawa melihat ekspresi wajah mereka semua saat melihat Nona Yin "Tenanglah kami tahu."


Para pemuda fana ini langsung terbagi menjadi dua kelompok untuk menjaga kami didepan dan dibelakang, mereka langsung berjalan kearah sekolah Gu dan saat diperjalanan kami bertemu Tian Yi. Sedangkan Pangeran kedua menggendong Da Liu di punggungnya. Mereka sungguh romantis, tapi awas saja jika akhirnya mereka tidak menikah dan hanya bermesraan saja! Aku pasti akan memukulnya untuk mewakili Da Liu sekarang.


"Zhang Li..." Pangeran kedua langsung memanggil aku sambil tersenyum, sepertinya ia tahu apa yang sedang aku pikirkan.


"Apa?" tanyaku sambil berpura-pura tidak mengatakan apapun lalu Pangeran ketiga dan Song Lan, akhirnya ikut terpancing tertawa karena melihat wajah Pangeran kedua yang mulai menatap aku dengan kesal.


"Jika aku berhasil mendapatkannya, maka kalian harus memberikan hadiah luar biasa di pernikahan kami. Apakah kalian berani bertaruh denganku?"  Tanyanya dengan ekspresi menantang, kemudian kami semua setuju namun aku tiba-tiba kepikiran sesuatu "Kau harus menikah kurang dari 100 tahun, bagaimana? Apakah setuju?" Tanyaku lagi dengannya agar taruhan ini semakin menarik.


Para murid fana itu saling berbisik dan aku kebetulan mendengarnya, mereka berbicara. Ternyata para dewa sama dengan manusia suka bertaruh, apakah seluruh dewa yang memiliki kehidupan abadi tidak bosan? Begitulah ucapannya dan aku langsung tertarik untuk menjawab ucapan mereka.


"Tentu saja kita sama, tapi untuk bosan pasti bosan. Oleh sebab itu, kami sering membantu manusia fana agar memiliki banyak tugas dan mengurangi rasa bosan ini."


Mereka semua terkekeh mendengar ucapan ku lalu tertawa, tapi mereka langsung meminta maaf karena telah menertawakan aku. Padahal aku biasa saja, tapi mereka terlalu sungkan dengan ku!


Saat sudah hampir sampai disekolah Gu, aku langsung meminta Nona Yin masuk lagi kedalam tubuhku. Pageran ketiga dan Song Lan membantu aku untuk memapah tubuhku.