Alstroemeria | Dewi Bunga Lily

Alstroemeria | Dewi Bunga Lily
Bisakah?


Aku pernah membaca sebuah buku yang bercerita tentang awal mula terbentuknya kelompok Raja Iblis. Banyak yang berpikir kalau kelompok Raja Iblis terbentuk karena ulah Dewa Alam Iblis, tapi kenyataan sangat jauh dari rumor yang beredar di alam semesta.


Buku ini berada di perpustakaan pribadi milik Kaisar karena rahasia alam iblis terdapat di setiap lembar halaman buku ini, pada awalnya Dewa Alam Iblis memiliki sahabat dekat yang selalu bersamanya kemanapun. Suatu hari mereka menemukan sebuah Goa diutara alam iblis yang berdekatan dengan jurang meskipun terletak jauh dari kota, Goa ini dipenuhi banyak aura kekuatan spiritual. Akhirnya, mereka berdua sepakat berlatih tertutup ditempat tersebut.


Saat berlatih bersama sahabatnya, Dewa Alam Iblis tak sengaja mengarahkan kekuatan spiritualnya kearah batu goa disekitar mereka dan disaat itu juga munculah Khimaira bersamaan dengan ilmu terlarang yang tertulis disetiap permukaan batu-batu goa karena khawatir Dewa Alam Iblis langsung melaporkan hal tersebut kepada Dewa Alam Langit, tanpa berpikir panjang lagi.


Ilmu terlarang ini terlalu berbahaya untuk alam semesta. Jadi, Dewa Alam Langit memutuskan untuk menghapusnya dari batu-batu goa dan tempat itu tidak akan ditemukan lagi oleh siapapun karena Dewa Alam Langit telah menutupnya dengan kekuatan spiritual dan Khimaira juga sepenuhnya telah menjadi binatang gaib Dewa Alam Iblis.


Suatu malam Khimaira tiba-tiba kerasukan roh iblis dan membunuh semua orang yang ada disekitarnya, bahkan keluarga Tuannya saja dia tidak mengenalinya sama sekali. Ntah apa yang terjadi dengan Khimaira sebenarnya...


Tak lama kemudian, tersebar berita bahwa Dewa Alam Iblis telah berubah menjadi Raja Iblis lalu membentuk sebuah kelompok Iblis yang sangat kuat untuk bersiap menyerang alam langit dan menguasai seluruh alam semesta, tapi kelompok ini tidak berhasil menguasai alam langit dengan mudah karena pertahanan perisai alam langit sangat kuat dan tidak bisa ditembus sedikitpun.


Aku melihat Zhang Li berlatih sangat keras sampai enam hari telah berlalu, tapi tidak ada tanda apapun atau perubahan sedikit saja pada wujudnya yang masih belum terbuka sepenuhnya seperti murid lain.


Terkadang aku bertanya kepada diriku sendiri, apakah tidak memiliki wujud Dewa akan tetap menjadi Dewa? Apa tidak akan pernah ada harapan menjadi Dewa sama sekali? Hari ini adalah hari ujian terakhir, sekaligus penobatan Dewa Dewi oleh Kaisar.


Jika Zhang Li tidak bisa membuka wujudnya, maka tahun depan ia harus kembali ke sekolah ini untuk mengikuti ujian ulang "Apakah Zhang Li sudah ingin keluar kamar? Tindakannya sangat membuat aku khawatir Pangeran."


Ucapan Da Liu benar, tapi harus bagaimana lagi? Tidak ada yang bisa menghalangi keputusannya bahkan Pangeran pertama.


"Hei gadis bodoh! Ulurkan tanganmu," ucap roh pedang Sanos kepadaku. Aku hanya mengikuti perkataannya, sepertinya ia memberi ku kekuatan spiritual namun aku tidak dapat mencari tahu ia memberikan berapa jumlahnya dan aku langsung menyatukan kekuatan spiritualnya dengan milikku "Manfaatkan dengan baik, 1jam lagi bersiaplah untuk kealtar suci alam langit. Aku menunggumu disana! Awas saja jika kau berani tidak datang ke altar suci. Aku akan membuat perhitungan dengan mu!"


Aku mencoba untuk menyatukan kembali mata Dewa milik mendiang Ibu dengan milikku, tapi aku gagal lagi! Sudah ratusan kali aku mencoba dan selalu gagal. Aku butuh bantuan mu Guru, Ibu mohon bantu aku kali ini. Aku harus bisa menyatukan mata Dewa ini, pasti Guru dan kedua orangtuaku akan membantu dari alam sorgawi ataupun dari tempat mereka berada saat ini!


Terlihat semua murid pewaris mulai menghadiri altar suci alam langit bersama Guru ataupun orangtuanya, tapi aku masih belum melihat Zhang Li dari tadi? Apakah ia sungguh tidak akan datang? Ah tidak mungkin.


Kakak pertama, apakah sebaiknya kita menjemput Zhang Li saja?


Kau tahu sendiri adik ketiga, aku tidak mungkin bisa karena burung liar ini akan berbicara tidak-tidak kepada Permaisuri Kaisar dan kau tahu sendiri apa yang akan terjadi selanjutnya - Pangeran pertama


Baiklah aku akan menjemputnya Kakak pertama - Pangeran ketiga


Baru saja Pangeran ketiga berdiri dari kursi tahtanya, tapi tiba-tiba terlihat Zhang Li berjalan dari pintu utama altar suci alam langit dengan balutan gaun panjang berwarna emas dan ia juga menggunakan cadar renda tipis berwarna emas. Sepertinya ia teringat Gurunya karena Zhang Li juga memakai konde emas pemberian Paman Ji Dan kepadanya 'Ia terlalu sempurna.'


Aku hanya menatapnya dengan tatapan datar karena aku sedang tidak ingin berbicara kepada siapapun hari ini dan aku juga tidak ingat dia siapa "Apakah kau hanya seorang diri? Aku akan menemanimu jika kau sendirian."


"Tidak perlu, aku tidak butuh."


Ah wanita yang sangat kasar, untung saja hatiku telah memilihmu dari awal kita bertemu di pandangan pertama Nona.


"Aku memaksa."


"Terserah kau bocah kecil."


"A-APA?! Aku bahkan sudah lebih dahulu menjadi Dewa dibandingkan kau!" ucap lelaki itu dengan sedikit emosi dan membuat orang disekitar kami memperhatikannya.


"Duduklah jangan membuat onar!" Ucapku sambil menarik tangannya untuk duduk disampingku agar ia tidak mengoceh terus - menerus.


Mengapa aku semakin menyukainya? Padahal sifatnya sungguh kasar dan tidak mirip dengan waniya idamanku. Apakah ini yang dinamakan cinta datang secara tiba-tiba seperti seorang pencuri? Ah gadis ini sungguh sangat sempurna jika diperhatikan dari dekat begini "Apakah kau telah memiliki pasangan?" tanyanya sambil menuangkan segelas teh untukku.


"Tidak."


Aku jadi ingat lelaki ini karena ia mengajukan pertanyaan yang sama persis, seperti waktu pertama kali aku bertemu dengannya disini.


"Menikahlah denganku maka kau akan bahagia selamanya bersamaku dan aku juga dapat menjamin hanya kau istriku satu-satunya nanti Nona, apakah kau setuju?" tanyanya sambil menatap aku lekat-lekat.


"Apakah aku harus menikahi anak kecil sepertimu? Ah sudahlah jangan bercanda. Bahkan jurus elemen es milikmu saja belum mencapai tahap Dewa, tapi kau sudah berani menikahi wanita Dewasa. Padahal kau sendiri saja masih belum sepenuhnya bisa melindungi nyawamu sendiri."


"Sebentar lagi kekuatanku akan sampai ditahap Dewa Nona. Jadi..." Ia ingin melanjutkan perkataannya, tapi Kaisar dan Permaisuri memasuki ruangan altar suci alam langit. Jadi, kami semua harus mempersiapkan diri mengubah wujud kami didepan semua Dewa Dewi dan para murid pewaris yang hadir hari ini.


"Baiklah ujian dimulai..." Teriak pengawal pribadi Kaisar.


Semua murid pewaris mulai maju satu persatu dan aku sedikit ragu dengan apa yang terjadi, apakah aku akan berhasil? Semoga Ibu membantuku dari alam sorgawi.