Alstroemeria | Dewi Bunga Lily

Alstroemeria | Dewi Bunga Lily
Menikah


Putri keempat yang sedang sibuk memberi makan Chu Ba, kucing kesayangannya itu langsung terdiam seketika karena kemunculan Pangeran pertama dihadapannya "Apakah kau sangat menganggur sampai menganggu Istriku sepanjang hari kemarin?" Tanya Pangeran pertama lalu mengusap kepala adiknya itu.


Seketika Putri keempat langsung mendengus kesal karena Zhang Li melaporkan hal itu kepada Kakak pertama "Menyebalkan! Padahal aku hanya ingin minta darahnya, tapi dia tidak ingin memberikannya kepadaku sedikit saja demi Chu Ba."


Pangeran pertama langsung terkejut, rupanya hal ini berkaitan dengan Dewi Kehidupan dan tidak boleh ada yang sampai tahu. Terutama Ibu dan para Dewa dialam langit "Aku akan memberikanmu solusi lain, tapi siapa saja yang telah melihat kejadian itu?" Tanya Pangeran pertama sambil menatap adiknya yang tertegun melihat sikap kakaknya cukup aneh kali ini.


"Tian Yi, Ji Que, dan Dewa Langit & Bumi..." Putri keempat terdiam sejenak lalu melanjutkan kata-katanya "Ah ya, aku dan Chu Ba juga melihat kejadian itu."


Pangeran pertama langsung menghela napas legah karena yang melihat semua itu dapat menjaga rahasia tentang kejadian Zhang Li "Aku berikan caranya, tapi kau harus menjaga rahasia ini baik-baik dari seluruh Dewa. Apakah kau dapat berjanji adik keempat?" Pertanyaan Pangeran pertama hanya dijawab dengan anggukan lalu ketiga jari kiri Putri keempat menunjuk kearah langit sebagai tanda bahwa ia telah bersumpah untuk tidak membocorkan hal ini.


Pangeran pertama langsung mengeluarkan sebuah buku lalu memberikannya kepada putri keempat "Membuka buku ini membutuhkan sedikit kekuatan spiritual mu di setiap lembarnya."


Putri keempat tidak menjawab ucapan Pangeran dan langsung membuka buku tersebut, kemudian mencari caranya di setiap lembar buku "Disitu ada cara untuk membuat Chu Ba menjadi bertumbuh cepat, hanya dengan mengumpulkan beberapa jenis tanaman obat langkah saja."


Putri keempat yang memiliki banyak pertanyaan mendengus kesal karena setelah berkata seperti itu Pangeran pertama langsung menghilang dari hadapannya begitu saja.


Putri keempat menarik napas dalam-dalam lalu menghembuskan perlahan "Baiklah, mari kita mulai!" Ucapnya kepada diri sendiri dengan penuh semangat serta ambisius yang luar biasa. Bahkan, ia membaca setiap detail buku ini dengan sangat teliti. Sungguh Chu Ba sangat beruntung memiliki majikan sebaik putri keempat!


Pangeran pertama sudah menunggu Ayahnya sejak dini hari, bahkan matahari belum terbit sepenuhnya. Ia sudah menunggu didepan kediaman Kaisar. Pengawal pribadi Kaisar menghampiriku "Putra Mahkota. Kaisar telah bangun, Tuan dapat menemuinya sekarang."


Terlihat Ayah sedang duduk sambil menikmati teh, udara hangat yang keluar dari dalam cangkir membawa aroma teh hijau menyebar ke seluruh ruangan "Duduklah anakku, tidak usah terlalu formal karena pasti kau akan membicarakan hal menarik dengan ku pada pagi hari ini"


"Terimakasih Ayah telah mengizinkan aku untuk menganggumu pagi hari ini."


Ayah memberikan secangkir teh untukku lalu ia mempersilahkan aku minum dan menjelaskan masalahku "Ayah, izinkan aku menikahi Zhang Li secara resmi karena aku telah menghamilinya dengan sangat sadar tanpa paksaan sedikitpun."


"Nak, apakah kau sedang bergurau? Bagaimana dengan Dewi Burung dan Rong Xu? Sepertinya kau berhutang penjelasan denganku."


Aku langsung terkejut saat ayah menyebut nama Rong Xu! Apakah ia telah ketahuan? Ah sungguh bodoh kau Rong Xu! Baiklah setelah ini aku tidak peduli dengan burung liar karena aku sudah berbaik hati membantu kalian hingga sejauh ini. Aku menceritakan semuanya kepada Ayah tanpa adanya kebohongan lagi, tapi aku berharap Ayah tidak memberitahu Ibu karena ia pasti akan sangat kecewa.


"Apakah Ayah memberiku izin menikahi Zhang Li hari ini juga?" Tanya Pangeran pertama.


Kaisar langsung tersedak air teh yang sedang ia minum. Bagaimana mungkin langsung hari ini menikah, sungguh sangat terburu-buru  "Nak, pernikahan butuh persiapan matang dan waktu beberapa hari. Mana mungkin hari ini juga? Apakah kau tidak sehat?" Tanya Kaisar sambil mengerutkan alis dan menatapnya heran, tapi Pangeran pertama malah tertawa melihat ekspresi Ayahnya kebingungan.


"Ayah tenang saja! Para Pangeran telah membantu aku menyebarkan undangan 2 hari yang lalu dan menyiapkan segala kebutuhan pernikahan kami dialam langit, bahkan saat ini mereka sedang mempersiapkan altar suci alam langit."


Padahal hari ini aku tidak ada kegiatan apapun, tapi pagi-pagi buta Da Liu sudah membangunkanku dan menyuruhku untuk segera mandi karena aku akan menikah.


Apakah ini sudah 2 hari berlalu? Sungguh sangat tidak terasa.


Aku masih bingung harus memberi tahu Pangeran pertama sekarang atau setelah pernikahan?


Aku rasa sesudahnya saja karena tidak mungkin juga asap hitam aneh atau Permaisuri Kaisar merusak pernikahan putra mahkota alam langit bukan?


Setelah selesai merias wajah. Da Liu mulai menyanggul rambutku dengan sangat pelan dan berhati-hati, kemudian ia mulai memasangkan Fengguan yang terlihat sangat berbeda dengan milik Dewi Burung ataupun Da Liu saat mereka menikah waktu itu "Kenapa Fengguan milikku berbeda?" Tanyaku sambil memperhatikan Da Liu memasangnya.


Fengguan merupakan tutup kepala pengantin wanita jenis tradisional yang berasal dari China "Kami hanyalah Dewi biasa Zhang Li, tidak sepertimu keturunan langsung mendiang Dewi Alam Bunga. Bahkan mahkota Fengguanmu ini memiliki 150 batu permata dengan hiasan berbentuk Naga berjumlah 12, ukiran Phoenix berjumlah 9, dan terakhir ukiran bunga."


Aku berdecak kagum kepada diriku sendiri sambil menatap kaca yang sedang memperlihatkan Fengguan dengan jelas "Aku sungguh tidak menyangka akan memakai mahkota seindah ini di pernikahanku."


Da Liu tersenyum sambil memasang mahkotanya, selesai itu dia langsung memberiku perintah lagi "Sekarang, ayo ganti pakaianmu dengan hanfu pernikahan yang dirancang khusus oleh Dewi Keterampilan, Zi Yan selama 3 hari 2 malam. Ah mengapa kau membuat aku iri padamu Zhang Li!"


Tidak tahu harus menjawab apa lagi karena jujur saja, aku masih tidak menyangka Pangeran pertama telah berkerja keras selama 2 hari ini untuk mempersiapkan pernikahan kami. Sedangkan aku hanya bersantai, belajar jurus embun malam sampai tiba hari ini, dan aku hanya tersenyum kepada Da Liu. Ia mulai membantuku memakai hanfu pernikahan berlapis 3 dan mengikat pita pada pinggangku.


Aku sungguh merasa sangat canggung saat Da Liu mulai menuntunku perlahan-lahan ke altar suci alam langit karena semua mata tertuju padaku sambil bertepuk tangan, bahkan terdengar banyak Dewi yang memuji keindahan pakaian dan mahkotaku "PERNIKAHAN DIMULAI!" Teriak pengawal pribadi Kaisar, tapi saat pintu altar suci hampir tertutup rapat. Terlihat Permaisuri kaisar baru saja datang bersama Dewi Burung.


Kami mulai memberi hormat sesuai apa yang diucapkan oleh Dewa Bintang, tapi kenapa wajah Kaisar tampak khawatir setelah mendapatkan bisikan dari pengawal pribadinya? Apakah terjadi sesuatu sangat serius?


"Memberi hormat kepada mendiang Dewi Alam Bunga!" Ucap Dewa Bintang dan kami langsung memberi hormat kearah langit karena Ibu tidak hadir saat ini, tapi aku percaya Ibu akan melihatku dari atas langit.


"Memberi hormat kepada..."


*BRAAK!


Semua orang langsung reflek menoleh kearah pintu altar suci yang sudah terbuka sangat lebar.


Gumpalan angin hitam bertiup sangat kencang kearah tengah altar "Apakah kalian tidak akan memberi hormat kepadaku juga?" Tanya bayangan hitam itu dengan suara yang bergema, kenapa tatapan liar dan bengis ini sangat tidak asing? Tunggu! Bukankah ia lelaki yang semalam menggangguku?