Alstroemeria | Dewi Bunga Lily

Alstroemeria | Dewi Bunga Lily
Murid Zhang Li


Dahi mereka seketika langsung muncul tanda kekuatan spiritual berbentuk satu garis kecil berwarna biru dan menyala, tapi apakah benar tanda itu sebagai tanda bahwa mereka sungguh telah menjadi murid ku?


"Bagaimana rasanya?" Tanyaku sambil memandangi wajah mereka satu-persatu untuk memastikan keadaan mereka baik-baik saja.


"Kekuatanmu sungguh dingin Nona, tapi kekuatan spiritual api ku pasti sudah lenyap."


Aku tertawa karena wajah polos dan pasrah Gu Fei "Tidak, aku sudah membuat mereka terpisah. Jadi, tangan kirimu untuk mengeluarkan api dan tangan kananmu dapat menggunakan kekuatan milikku."


Pemuda fana ini langsung mencobanya dan sesuai dengan perkataan ku, ia langsung mengajukan pertanyaan kepadaku


"Nona selama menjadi Dewi hanya bertugas membasmi iblis saja?" tanya salah satu dari mereka dan membuat para pemuda menatap aku untuk menantikan jawaban dariku. Apakah mereka suka mendengarkan cerita tentang iblis? Kenapa suka sekali bertanya!


"Aku murid pewaris dari Dewa Pembasmi Roh Iblis. Jadi, tentu saja selama hidupku hanya untuk membasmi banyak iblis. Oh ya kekuatan milikku hanya menguasai elemen es, air, dan angin. Jadi, kalian dapat memilih salah satu dari ketiga elemen ini saat nanti kalian mempelajarinya, tapi jika kalian mampu maka pelajari semua elemen pasti jauh lebih baik untuk masa depan."


"Dewi belum memasuki rana Dewa, tapi sudah sangat hebat seperti ini? Bagaimana dengan seseorang yang sudah menjadi Dewa pasti sangat luar biasa kekuatan spiritualnya," Cetus salah satu pemuda yang membuat temannya tertawa lalu mengusap-usap kepalanya "Kau saja belum mengikuti ujian kekuatan spiritual malah sudah menghayal seperti ini."


"Baiklah Dewi kami akan mencari buku terkait elemen itu, tapi mengapa Dewi dapat dengan mudah percaya kepada kami?" tanya Gu Fei.


"Aku sudah melihat masa depan kalian satu persatu, tapi aku berharap kalian melebihi masa depan yang aku lihat tadi."


Mereka tidak menjawab ucapanku karena pandangan mereka terpaku dengan sosok seseorang yang datang dari arah belakangku dan saat aku menoleh benar saja ada Pangeran kedua dan Pangeran pertama, aku langsung memberikan salam kepadanya "Sepertinya kau sangat menikmati tinggal disekolah ini, apakah aku juga harus tinggal bersamamu?" tanya Pangeran pertama yang sedang berjalan kearah kami lalu duduk disampingku.


"Ti-tidak perlu, tapi ada apa Pangeran pertama kemari? Bukankah masih bertugas dikota Yun?" tanyaku.


Pangeran pertama seperti memberi isyarat agar aku mengusir para pemuda fana dari tempat ini "Mereka adalah muridku. Jadi, tidak perlu khawatir Pangeran pertama."


Pangeran pertama menjelaskannya kepada kami semua tentang ciri-ciri Dewa Penakluk Iblis "Ia telah memasuki tahap keempat."


"Apakah kau ada cara?" tanyanya.


"Saat hari mulai petang aku akan membantumu ke kota Yun, tapi Da Liu bisakah Pangeran pertama memeriksanya? Aku sungguh sangat bersalah karena tidak dapat menjaganya dengan baik."


"Ah tentang itu aku sudah tahu dan Dewa Obat sudah aku utus untuk menjemputnya disekolah Gu agar membawanya ke alam langit, tapi Zhang Li kau hebat juga dalam memilih murid hahaha."


Sepertinya Pangeran pertama sudah melihat masa depan mereka semua. Ya, mereka semua akan berkerja untuk kerajaan Gu saat Gu Fei menjadi raja nanti.


Mereka semua tersenyum dan Pangeran pertama mengeluarkan sebuah buku "Pelajarilah buku ini, tapi buku ini hanya dapat dibuka dengan kekuatan spiritual Dewi dan tidak ada yang dapat melihat buku ini selain kalian. Semoga kalian dapat membantu rakyat kota Gu dari Iblis."


Aku merasa sangat senang dapat melihat Pangeran pertama saat ini sedang duduk disampingku sambil melihat para pemuda ini berlatih dengan sangat giat dan saat sudah siang kami diajak untuk makan bersama mereka dikantin lalu aku memanggil Gu Fei ke kamar asramaku karena aku ingin berbicara secara pribadi kepadanya "Ambilah bunga Lily hitam abadi ini. Aku akan membantu kalian membasmi roh iblis bersama, jika aku tidak sibuk."


Aku mengajarinya menggunakan bunga Lily hitam abadi untuk berkomunikasi denganku.


Setelah terbagi menjadi kelompok besar Pangeran ketiga, putri keempat, Tian Yi, dan aku berjaga diarah barat. Pangeran pertama berjaga sendirian diarah Selatan lalu Song Lan dan Pangeran kedua berjaga diarah utara, sedangkan sisanya berada ditimur bersama seluruh murid pewaris


Tepat sasaran binatang gaib yang diceritakan para Pangeran kepadaku muncul diarah barat dan kami langsung bergegas membunuhnya, tapi diluar dugaan binatang gaib ini membawa teman sejenisnya. Jadi, mereka ada sepasang "Sepertinya mereka sudah tahu rencana kita," ucap putri keempat yang langsung berubah menjadi phoenix es lalu menyemburkan api biru abadi yang pastinya sangat panas jika terkena api ini.


Mengapa aku merasa ada yang aneh dengan gelang yang dipakai Pangeran pertama? Seperti terkena darah. Apakah ia baik-baik saja? Sepertinya aku harus memeriksanya karena ia sedang berhadapan dengan Dewa Penakluk Iblis.


Aku langsung meminta bantuan Nona Yin menggantikan aku mengurus binatang gaib ini lalu Tian Yi juga sepertinya paham akan keadaanku karena setelah melihat aku sedikit khawatir, ia langsung berubah menjadi harimau bersayap salju. Padahal dari tadi ia hanya berdiri disampingku menunggu keputusan yang akan aku buat.


Saat aku sampai ditempat Pangeran pertama benar saja ia sedang beradu kekuatan spiritual dengan Dewa Penakluk Iblis sampai Dewi Burung membantunya menahan dengan perisai api "Jurus pembasmi roh iblis!" gumamku.


Langsung saja aku menerbangkan bunga Lily hitam agar kekuatan milik Dewa Penakluk Iblis terhisap kedalam bunga Lily hitam buatanku dan ia langsung mengamuk sampai tubuh Dewi Burung terpental jauh oleh kekuatan spiritual milik Dewa Penakluk Iblis.


Saat aku menatap Dewi Burung sepertinya sudah ada yang menolongnya. Jadi, aku langsung menghampiri Pangeran pertama untuk membantu dan Song Lan mencoba menyerang dengan pedang Song tetap saja gagal lalu aku melihat bagian perut Dewa Penakluk Iblis seperti masih terluka parah. Akhirnya, aku menunggu waktu yang tepat untuk menyerang titik itu karena dari tadi para Dewa tidak dapat menyentuhnya sedikitpun.


Pedang Sanos yang aku tusuk diperutnya berhasil tepat sasaran dan Dewa Penakluk Iblis langsung tersungkur, padahal tadi ia sedang menahan pedang Song dengan tangan kiri lalu pedang milik Pangeran pertama ditangan kanannya. Setelah itu Dewa Bulan menggunakan kekuatan spiritualnya untuk jurus pemurnian agar ilmu terlarang milik Dewa Penakluk Iblis tidak dapat berfungsi lagi.


Dewa penakluk Iblis mencoba memanggil binatang gaib yang ia bawa tadi, tapi tidak ada respon. Akhirnya, ia menggunakan jurus teleport untuk pergi "Apakah tugas ini sudah selesai Dewa Bulan?" tanya Pangeran pertama.


"Untuk sementara waktu aman Pangeran dan kita semua dapat kembali ke alam langit untuk melaporkan hal ini kepada Kaisar."


Ketiga binatang gaib milik Dewa Penakluk Iblis juga sudah dibunuh oleh Nona Yin, Pangeran ketiga dan Pangeran kedua "Mengapa tidak membunuh Dewa Penakluk Iblis?" tanya putri keempat.


"Membunuh Dewa harus melalui persetujuan Kaisar Langit atau keputusan roh pedang mendiang milik Dewa Alam Langit."


Sanos mengapa kau tidak membunuhnya? Aku memberinya kesempatan untuk bertobat, tapi jika tidak bisa maka aku akan menebas kepalanya.


Tugas kami telah selesai. Jadi, kami langsung kembali ke sekolah lembah langit dan saat sampai dilapangan utama para Guru menyuruh kami untuk beristirahat dahulu hari ini.


Para Pangeran tidak kembali kesekolah lembah langit karena ia harus membuat laporan kepada Kaisar bahwa tugas yang ia berikan sudah diselesaikan oleh kelompok yang diutus olehnya, sedangkan aku, Song Lan, dan Tian Yi langsung kembali ke rumah lembah langit. Namun kami merasa ada suara aneh berasal dari kamar Pangeran pertama, aku hanya melirik Song Lan dan Tian Yi secara bergantian karena ragu untuk membuka pintu kamar seorang pria "Kau saja," ucapku.


Saat Song Lan membuka pintu kamarnya terlihat Pangeran pertama tampak sangat pucat dan tergeletak dilantai dengan bergelimang darah sampai seragam sekolah yang berwarna putih bersih menjadi penuh dengan banyak noda darah "Ba-bagaimana mungkin ia sekarat?" tanya Song Lan yang langsung mengecek nadinya dan aku sedikit curiga kepada lelaki ini. Mengapa kekuatan spiritualnya berbeda dengan mili Pangeran pertama?


"Ia bukan Pangeran pertama."


"Tetap saja aku harus menolongnya karena seorang tabib tidak memandang status seseorang dalam membantu."


Aku hanya mengangguk lalu Song Lan mengusirku keluar dari kamar karena itu semua urusan laki-laki, tapi jika itu bukan Pangeran pertama lalu siapa lelaki ini sebenarnya? Mengapa wujudnya sangat mirip dengan pangeran pertama? Ah kenapa Pangeran pertama semakin hari semakin aneh...