
Aku mencoba jalan saja kearah rumah Guru untuk bertemu Ji Que.
Dijalan aku tidak sengaja bertemu oleh Dewa Bumi & Langit, langsung saja aku menyapanya "Dewa Bumi, apa kabar?" Tanyaku.
"Oh Nona Zhang Li tentu saja baik. Bagaimana denganmu Nona?" Tanyanya kembali sambil tersenyum ramah kepadaku.
"Baik juga."
Dewa Bumi & Langit tampak terburu-buru, bahkan ia tanpa berbasa-basi kepadaku "Maaf Nona, hari ini aku tidak bisa menemani berbicara karena ada hal mendesak di altar suci yang tidak bisa ditunda."
Setelah berkata seperti itu Dewa Bumi & Langit pergi begitu saja dari hadapan ku dengan teleport, tanpa menunggu jawabanku. Kemudian, aku mencoba teleport juga ke rumah Guru mungkin saja kali ini akan berhasil "Astaga! Kakak Zhang Li kau sungguh mengagetkan aku."
Terlihat Ji Que sedang makan bersama Tian Yi dan terlihat dimeja makan saat ini sangat penuh dengan berbagai macam masakan berjenis daging sapi.
"Apakah kalian sedang mengadakan pesta tertutup tanpa mengundang aku?" Tanyaku dengan nada kesal.
"Tidak..!" Jawab mereka berdua dengan bersamaan.
Ji Que meneruskan ucapannya "Kami memang setiap hari makan seperti ini karena ini semua permintaan Guru Tian Yi yang sudah diutus oleh Paman Guru untuk mengajari kita."
Apakah ia sedang menipu Ji Que?
Sungguh keterlaluan, tapi biarlah mungkin saja hal ini bisa menghibur Ji Que yang telah kehilangan Guru dan bagus juga ia telah mendapatkan kembali semangatnya untuk menjadi Dewi.
"Kau yang keterlaluan Zhang Li. Kau mengusirku dengan nada yang sangat kasar lalu kau pergi begitu saja meninggalkan aku tanpa memberitahu apa yang terjadi kepadamu."
"Maaf, tapi nanti pasti aku akan memberimu sesuatu agar kau dapat memaafkan aku dengan tulus Tian Yi."
"Apa itu?" Tanyanya.
"Tunggu dan beri aku waktu untuk makan sebentar."
Setelah itu aku langsung bergabung dengan mereka untuk makan sambil menyimak mereka yang sedang membahas tentang jurus elemen es yang sudah diajarkan kepada Ji Que tadi pagi.
"Tian Yi bisakah kau berdiri sebentar?" Tanyaku.
Aku mempersiapkan diri untuk mengukur tubuh Tian Yi. Saat ia berdiri aku langsung memeluknya dan mulai mengukur pinggang, tinggi punggung, dan terakhir lengannya "Sudah."
"Apakah kau menyukai tubuhku?" Tanyanya dengan mengerutkan alisnya lalu tersenyum.
"Guru dan Kakak Zhang Li kalian sungguh mesum!" Teriak Ji Que.
"Dasar aneh. Sudahlah aku sibuk!"
Aku mengibaskan rambutku lalu berjalan masuk ke kamar. Aku sudah lama tidak mengunjungi kamar ini, aku mencoba menghirup udara yang ada dikamar perlahan dan harumnya masih sama seperti waktu pertama kali aku kemari.
Aku harus menjahit baju yang indah untuk Tian Yi dengan hiasan bulu, tapi kali ini harus berhasil mendapatkan hasil yang bagus!
Aku menjahit dengan bantuan kekuatan spiritual. Jadi, aku bisa menyelesaikannya hanya dalam waktu dua jam saja dan sudah jadi hanfu putih indah dengan lapisan luar berhias bulu putih "TOLONG AKU TIAN YI! KEMARILAH CEPAT!" Teriakku seperti sedang dalam keadaan berbahaya.
"Ada apa?" Tanya Tian Yi.
Tian Yi langsung muncul dikamarku bersama Pangeran ketiga dan Wuxian pengawal pribadi Pangeran ketiga.
"Mengapa semuanya kemari? Bukankah aku tadi hanya memanggil Tian Yi saja?" Tanyaku sambil menatap mereka bingung.
"Ah kau menipu kami Zhang Li."
"Maaf, tapi aku ada urusan yang sangat penting dengan Tian Yi."
"Kelihatannya ada yang ingin memberikan baju khusus untuk Tian Yi, sudahlah kami pergi saja."
Apakah mereka berdua marah kepadaku? Sepertinya aku juga harus memberikan sesuatu kepada mereka berdua.
"Cobalah..." Ucapku, tapi Tian Yi menatap pakaian buatan ku dengan tatapan ragu. Aku menghela napas kemudian melanjutkan kembali ucapanku "Kali ini sungguh tidak seburuk waktu itu Tian Yi! Cepat cobalah sebelum aku berubah pikiran."
"Baiklah, aku coba sekarang."
"Bagus jika kau menyukainya, tapi aku bukan penjahit! Jika kau ingin aku membuatkan banyak baju untukmu kau harus membantu aku mengerjakan tugas sekolah sampai aku menjadi Dewi."
"Hal begitu saja? Kecil! Buatkan ya yang bagus seperti ini."
"Nanti jika aku tidak sibuk."
Ia langsung mengangguk dan keluar dari kamar lalu sekarang aku sedang memikirkan hadiah apa yang cocok untuk Pangeran ketiga dan Wuxian.
Bagaimana jika sebuah kantung berukiran Bunga Lily dan berbau Lily hitam yang menjadi ciri khasku? Baiklah aku akan membuatkan mereka kantung yang sangat indah.
Setelah selesai membuat kantung, aku langsung bergegas keluar untuk menemui mereka.
Terlihat Song Lan, Pangeran kedua, Pangeran ketiga, Tian Yi, dan Ji Que sedang bermain kartu dan tertawa bersama-sama.
"Harum sekali..." Ucap Pangeran ketiga menatap aku yang sedang berjalan kearah mereka semua.
Saat sampai aku langsung memberikan kantung itu kepada Pangeran ketiga dan Wuxian Pengawal pribadinya "Kantung putih berukiran Naga Api dengan hiasan bunga Lily hitam ini untuk Pangeran ketiga, sedangkan kantung putih dengan ukiran Lily hitam abadi ini untuk Wuxian."
"Baunya sungguh harum bunga Lily hitam Zhang Li."
Aku tersenyum lalu menjawab ucapan Pangeran ketiga "Ya, aku menambahkan bau bunga Lily hitam dikain kantung tersebut."
Terlihat raut wajah Song Lan dan Pangeran kedua seperti sangat terkejut mendengar ucapanku lalu mereka berdua mengucap bersamaan "Kau..." Ucap mereka sambil menatap aku, aku seketika menatap mereka dengan heran.
"Kenapa aku?" Tanyaku yang juga ikut bingung karena ekspresi dan tatapan mata mereka kepadaku.
"Kau Alstroemeria?" Tanya mereka bersamaan lalu Pangeran ketiga dan Wuxian tertawa melihat mereka berdua terkejut.
Aku mengangguk "Iya, apakah kalian baru tahu bahwa aku Alstroemeria?" Tanyaku.
"Ya kami baru tahu kau Alstroemeria, tapi ah aku sungguh mengagumi Alstroemeria. Bisakah aku meminta bunga Lily hitam abadi mu?" Tanya Pangeran kedua.
"Bagaimana kau tau tentang bunga Lily hitam abadi? Aku tidak pernah bercerita kepada siapapun mengenai hal ini," Ucapku kepada Pangeran kedua lalu ia tersenyum.
"Awalnya aku tidak percaya bahwa itu bibit bunga Lily hitam abadi, tapi kau sungguh memberikan itu kepada Iblis Air kecil Zhang Li. Hal ini sungguh membuat aku sangat iri kepadanya sekarang!"
Benar juga...
Aku hanya tertawa dan memberikan bibit bunga Lily hitam abadi kepada Pangeran kedua "Song Lan mengapa kau menatap aku seperti itu?" Tanyaku.
Song Lan menatap aku dengan tatapan mata sedih "Aku jadi sedih saat mengingat Alstroemeria. Apakah kau masih ingat? Anak laki-laki memiliki warna kulit putih pucat berumur sepertimu mengejar seekor rakun hitam yang menyelamatkanmu dari cakaran iblis Harimau?" Tanyanya.
"Aku ingat. Apakah itu kau? Mengapa penampilanmu berbeda saat sudah dewasa Song Lan?" Tanyaku bingung.
"Hahaha apakah sekarang aku terlihat lebih tampan?" Tanyanya dengan penuh percaya diri.
Kami semua menertawai Song Lan lalu aku memberikan bunga Lily hitam abadi untuknya dua.
Sekalian untuk menghormati rakun hitam peliharaannya karena jika tidak ada rakun hitam itu, mungkin aku sudah tidak bisa berkumpul bersama mereka seperti sekarang hari ini "Apakah benar ucapan mu barusan tadi Zhang Li?" Tanya Kaisar yang muncul tiba-tiba bersama Pangeran pertama dan beberapa pasukan Prajurit.
"Maaf Kaisar, aku tidak paham maksud Kaisar tadi."
"Apakah kau Alstroemeria?" Tanya Kaisar. Aku harus menjawab apa?
Aku menatap Pangeran pertama, tapi ia tidak memberikan saran apapun kepadaku. Aku mencoba melirik Tian Yi, Song Lan, Pangeran kedua, Pangeran ketiga, dan Ji Que juga tidak ada yang membantu aku menjawab.
"Kaisar mungkin ia salah menyebu..." Kaisar langsung menatap Pangeran ketiga "Apakah aku sedang berbicara kepadamu?" Tanya Kaisar dengan menatap tajam Pangeran ketiga.
"Maaf Kaisar," Jawab Pangeran ketiga dengan pasrah.
Aku harus menjawab apa?
Apa sebaiknya aku kabur saja dari sini sekarang? Tapi aku sudah berjanji dengan Guru untuk mendapatkan gelar sebagai seorang Dewi di alam langit? Apa yang harus aku lakukan saat ini?