
Aku sengaja membawa keluar Dewa Penakluk Iblis agar ia tidak merusak acara di altar suci alam langit karena hal ini bisa membuat aku dalam masalah juga "Menyerahlah sebelum kau mati mengenaskan seperti Gurumu Hahaha," Ucap Dewa Penakluk Iblis dengan tertawa sangat keras.
Ucapannya sangat memancing amarahku, tapi aku tetap berusaha menahannya "Guruku tidak akan pernah mati, ia sangat kuat bahkan lebih darimu Dewa Licik!" Ucapku dengan tersenyum sinis.
Ragnarok tersebut merambat perlahan ke dekatku. Aku sudah waspada karena aku kira ia akan membunuhku, tapi tidak aku sangka ternyata ia malah menyerang Zhuan Qi yang akan menikam pedang dari arah belakangku saat aku lengah.
"A-Apa, bagaimana mungkin Ragnarok tersebut melindungi Zhang Li?" Tanya semua Dewa yang dibuat kebingungan oleh tingkah laku Ragnarok tersebut.
"Bahkan Ragnarok itu memihak kepadamu Nona hahaha, apakah kau utusan Dewa Alam Langit Pu Chai untuk menghancurkan kelompok iblis yang telah kalian tindas selama ini? Hahaha tunggu pembalasan kami Nona!"
Dewa Penakluk Iblis langsung pergi membawa Zhuan Qi keluar dari alam langit lalu ada Dewa yang diutus oleh Kaisar untuk mengejarnya "Maaf Kaisar, bisakah peringati Dewa yang diutus Kaisar untuk tidak memasuki alam iblis? Karena Dewa Penakluk iblis sudah mengendalikan semua roh iblis yang berada dialam iblis ataupun lautan roh iblis."
"Bagaimana kau tahu Zhang Li?" Tanya Kaisar padaku.
"Ragnarok ini yang memberitahu aku," Ucapan ku tidak dipercayai oleh semua Dewa yang mendengar ku lalu aku melukai tanganku dan sengaja meneteskan darahku ke mulut Ragnarok ini.
Semoga saja Ragnarok ini dapat berubah menjadi manusia atau roh, seperti badak yang berada dialam senjata tak terbatas.
Benar saja! Ragnarok tersebut berubah menjadi kelabang es yang sangat putih seperti salju diseluruh badannya "Kenapa kau tidak berubah menjadi manusia?" Tanyaku sedikit bingung dengan perubahannya kali ini.
Kelabang es ini langsung berubah menjadi roh wanita yang sangat cantik, tapi seluruh tubuhnya putih seperti salju. Bahkan rambutnya terurai panjang dengan warna putih seperti salju, sungguh luar biasa "Maaf Nona, aku binatang Gaib milik Dewa Alam Langit Pu Chai dan aku sudah berjanji kepada diriku sendiri untuk menjaga Dewa atau Dewi yang berhasil mengubah wujud ku kembali seperti semula."
"Berarti kau akan menjadi milikku? Sungguh? Tidak bohong?" Tanyaku.
"Tentu saja Nona, aku akan melayanimu dengan senang hati."
"Bagaimana mungkin kau masih hidup Nona setelah peperangan yang telah ribuan tahun berlalu?" Tanya Kaisar yang masih tidak percaya dapat melihat Nona ini.
Wanita ini memberi salam dengan sangat anggun lalu berjalan mendekati kerumunan Dewa-Dewi "Aku dikurung oleh Dewa Penakluk Iblis selama ribuan tahun lalu, bahkan aku diubah menjadi Ragnarok menjijikan yang sudah mati dibunuh oleh roh pedang Sanos."
"Apakah roh pedang Sanos masih hidup dialam semesta?" Tanya Kaisar dengan sangat terkejut.
"Tentu saja. Ia akan muncul diwaktu yang tepat, tapi kalian tidak usah mencari Sanos. Dia tidak akan pernah didapatkan oleh siapapun kecuali oleh keturunan Dewa Pu Chai yang telah ia tunggu selama ribuan tahun."
Kaisar dan Permaisuri Kaisar mempersilahkan kami semua masuk kembali ke altar suci alam langit dan melanjutkan acara makan bersama dengan bahagia.
Saat semuanya sedang tidak memperhatikanku, aku langsung keluar dari acara ini dengan menunggunakan jurus teleport dan roh binatang gaib Dewa Alam Langit Pu Chai mencegah aku "Kau mau kemana Nona?" Tanyanya.
Aku menyuruhnya diam sejenak agar kami tidak ketahuan oleh prajurit. Kemudian aku mencari tempat yang cocok untuk berbicara dengannya "Aku ingin mengambil konde emas peninggalan Guruku dialam senjata tak terbatas, tapi siapa namamu? Aku bingung mau memanggilmu apa."
"Namaku adalah Yin. Jadi, aku akan menemanimu kemanapun kau pergi Nona karena kau sudah menjadi Tuanku Nona."
Aku langsung diantarkan Nona Yin dengan teleport ke pintu gerbang alam senjata tak terbatas "Zhang Li apakah kau sudah melupakan aku?" Tanya Tian Yi dari belakang.
"Maaf Tian Yi, aku harus melakukan ini secara diam-diam."
Aku menceritakan kepada Nona Yin tentang Tian Yi, setelah itu mereka berkenalan dan aku mulai menceritakan bagaiamana kejadiannya sampai bisa tertinggal didalam goa kawasan kegelapan "Ah seperti itu rupanya, kalau begitu langsung saja kita semua ke goa tujuan Nona."
Saat aku memasuki goa dan mencari konde emas tersebut, tapi tidak ada. Aku dan mereka berdua keluar dari goa untuk berjalan kembali ke alam langit, tapi aku melihat seorang lelaki muda yang sangat tampan sedang duduk dibatu raksasa dengan santai memandangi konde emas milikku.
"Tuan tampan, apakah konde emas yang kau pegang itu kau temukan didalam goa?" Tanyaku dan ia tidak menghiraukan aku.
Aku mendekatinya dan berbicara sedikit berteriak kepadanya "Apakah itu konde emas milikku Tuan? Apa kau tidak bisa Berbicara?" Tanyaku.
Rambutnya yang panjang sungguh berwarna emas berkilauan dan pakaiannya seputih salju, tapi ia tidak memakai alas kaki.
Bukankah yang mengantar aku lelaki tua keriput, tapi ia sangat sakti? Tunggu...
Matanya sangat mirip dengan lelaki tua, ya mata yang ia miliki berwarna emas sangat mirip dengan lelaki tua "Apakah kau kakek tua yang menolong kami?" Tanyaku.
Ah bodoh, mengapa tidak mengubah wujud mu dahulu.
"Apakah kau roh pedang..." Belum saja Nona Yin melanjutkan ucapannya lalu lelaki ini dengan kasarnya melemparkan tubuh Nona Yin sampai tertatap bebatuan dengan kekuatan spiritualnya dan Tian Yi langsung menolong Nona Yin.
"Mengapa kau sangat kasar?" Tanyaku mendengus kesal.
"Apakah kau pikir, kau dapat keluar masuk dari alam senjata tak terbatas kawasan kegelapan dengan seenak mu?" Tanyanya dengan tatapan sinis dan mengancam kami semua.
Terlihat Pangeran pertama keluar dengan tergesa-gesa lalu aku mengikutinya dan ia sepertinya akan pergi dari acara pernikahan, tapi aku mencegahnya "Apakah kau akan meninggalkan acara ini untuk wanita itu? Aku akan membantumu, tapi kau harus kembali saat tengah malam."
"Apakah kau dapat diandalkan?" Tanya Pangeran pertama seperti meragukan lelaki yang akan membantunya kali ini.
Ia langsung mengubah wujudnya sangat mirip dengan Pangeran pertama "Wujud ini bertahan hanya selama 8 jam saja. Jadi, kau harus kembali saat tengah malam Pangeran pertama!" Ucap lelaki itu dengan tatapan meyakinkan.
Pangeran pertama langsung melemparkan sebuah kantung wewangian yang berisi kekuatan spiritual seorang Dewa yang digunakan untuk pelacak.
"Pakai itu agar identitasmu tidak ketahuan oleh para Dewa yang hadir hari ini," Ucap Pangeran pertama yang langsung menghilang dari hadapannya lalu lelaki itu kembali untuk menggantikan Pangeran pertama di acara tersebut. Jika pernikahan itu tidak berjalan mulus, aku tidak peduli. Karena aku merasakan Zhang Li sedang dalam bahaya di alam senjata tak terbatas.
Untung saja Zhang Li memberikan aku gelang bunga Lily hitam abadi. Jadi, aku dapat mengetahui keberadaannya dengan mudah.
Terlihat Zhang Li seperti sedang melindungi Tian Yi dan gadis kelabang dengan perisai es yang sudah hampir retak "Apakah Putra Kaisar datang kemari untuk menyelamatkan gadis kecil ini?" Tanya roh pedang ini dengan tersenyum masam.
"Apa susahnya mengembalikan barang miliknya Tuan?" Tanya Pangeran pertama yang seketika ada dikawasan kegelapan ini.
Dari mana munculnya? Apa ia tahu jalan keluar kawasan kegelapan? Lelaki itu langsung menyerang Pangeran pertama dengan pedangnya, tapi untung saja aku tepat waktu menghalangi pedang yang akan menusuk dada Pangeran pertama dengan kedua tanganku "Pedangmu sungguh tajam Tuan," Ucapku sambil tersenyum kepadanya lalu ia terdiam dengan muka datar memandangi pedangnya.
"Pangeran ia kenapa?" Tanyaku.
Pangeran tidak mempedulikan roh pedang itu dan ia merobek kain baju pernikahannya sedikit lalu mengikatkannya ke tanganku "Kau siapa Nona? Mengapa pedangku tidak terukir nama Pu Chai lagi? SIAPA KAU?!" Ucapnya dengan mata seperti ingin menangis.
"Sanos. Sudah waktunya kita melindungi keturunan baru dan kau harus menerima semua takdir," Ucap Nona Yin sambil mencoba mengambil napas dengan perlahan karena ia sepertinya menahan sakit pada punggungnya.
"Dia roh pedang Sanos? Pantas saja banyak yang mengukirkan legenda kalau ia sangat menakutkan dan mematikan, pedangnya saja sangat tajam dan membuat tanganku mati rasa. Kau harus bertanggung jawab!" Ucapku sambil mendengus kesal.
"Bagaimana mungkin aku melindungi gadis kecil yang tidak bisa apa-apa seperti ini!" Ucapnya mendengus kesal dan menatap aku dengan tatapan tidak enak.
"Kau belum tahu? Aku adalah Alstroemeria pembasmi roh iblis yang dapat mengubah mereka semua menjadi abu!" Ucapku dengan nada membanggakan diri.
"Aku bisa memenggal kepala Dewa dan Iblis dengan hitungan detik," Ucapnya dengan tersenyum puas merendahkan ku.
"Aku tidak tanya! Sudahlah aku ingin kembali saja dan tidak apa-apa kau tidak ikut karena aku sudah punya banyak senjata! Jadi, tidak perlu menambah lagi."
Aku langsung mengibaskan rambutku dan berjalan pelan-pelan bersama Pangeran pertama, Nona Yin, dan Tian Yi kearah yang aku juga tidak tahu sebenarnya kemana.
Roh pedang itu tertawa dan langsung berdiri dihadapan ku seketika "Apakah kau tahu jalan keluar dari tempat ini? Hahaha kau sungguh mirip dengan Ibumu! Apakah selama ini Ibumu baik-baik saja?" Tanyanya.
"Apa kau sedang menghina aku? Aku tidak memiliki Ibu sejak lahir, tapi mengapa kau begitu jahat dengan mengatakan hal seperti itu? Sungguh tidak pantas!" Ucapku dengan menangis cukup kencang karena kali ini aku sudah tidak dapat menahannya lagi, aku sungguh rindu dengan sosok Ibu ku yang berada di dalam lukisan.
Roh pedang Sanos kebingungan dengan ucapan Zhang Li lalu Pangeran pertama berbicara kepadanya dengan terus terang, sedangkan Nona Yin berusaha menenangkan Zhang Li yang sedang menangis.