Alstroemeria | Dewi Bunga Lily

Alstroemeria | Dewi Bunga Lily
Tertangkap


Permaisuri Kaisar dan Kaisar mengundang Pangeran pertama bersama Dewi Burung untuk makan bersama di kediaman Kaisar, syukurlah sudah hampir selesai acara ini tidak ada yang curiga sedikitpun denganku, tapi setelah aku pikir-pikir Ibu Pangeran pertama sangat berbeda sifatnya "...Hahaha baiklah acara makan malam ini sudah selesai, apakah kalian langsung kembali? Zhu Yi apakah kau bisa menemaniku bermain catur?" tanya Kaisar.


"Tentu saja Ayah." Permaisuri tertawa bahagia bersama Kaisar lalu mengizinkan kami untuk pergi terlebih dahulu untuk bermain Catur karena ia masih ingin berbicara bersama Dewi Burung.


Kaisar mengusir pengawal pribadi kami agar tidak mengganggunya, tapi saat bermain catur Kaisar terus menatap aku sambil bermain "Apakah Ayah ada masalah?" tanyaku dengan terus bersikap tetap tenang dan santai di hadapannya, seperti Pangeran pertama yang asli.


Aku berusaha memecahkan suasana mencekam ini karena aku takut Kaisar akan membunuhku jika tahu aku bukan anaknya Pangeran pertama "Aku tahu, tapi apakah kau tidak ingin menjelaskan apapun tentang tindakanmu ini nak? Apakah harus aku?" tanya Kaisar.


Ti-Tidak mungkin Kaisar tahu, aku harus bagaimana? Pangeran pertama tolong aku! Aku langsung bersujud dihadapan Kaisar hingga memegang kakinya "Ma-Maaf Kaisar atas kelancangan hamba, ta-tapi semua ini sudah hamba sepakati bersama Pangeran pertama sejak awal ia menikah. Hamba berjanji tidak menyalahgunakan wajah Pangeran pertama, hamba berjanji Kaisar semua ini tidak akan diketahui oleh siapapun."


"Aku hanya butuh penjelasan anakku. Bukan permintaan maaf ataupun janjimu kepadaku saat ini. Bisakah kau tenang dan ceritakan semuanya dari awal kepadaku dengan sangat jelas?" Tanya Kaisar sambil tersenyum lalu mengisyaratkan aku agar duduk kembali.


Saat kami hampir sampai digerbang istana Demisia, tapi kami bertemu wanita pemain musik ini lalu ia menarik tangan kami berdua untuk bersembunyi "Apakah kalian bodoh? Bagaimana mungkin kalian menggunakan pakaian indah seperti ini? Kalian harus memakai pakaian serba hitam karena Raja sangat tidak suka pakaian berwarna terang seperti seorang Dewa begini, ia pasti akan membunuhnya."


Kenapa adik Dewa Alam Langit sangat kejam dan mengerikan?


Aneh sekali! Kami berdua langsung merubah penampilan kami menjadi seperti apa yang dikatakan wanita ini dan kami juga langsung mengikutinya untuk memasuki istana, tapi kami dicegah oleh para pengawal yang sedang berjaga didepan gerbang "Maaf, kalian harus menunjukan surat undangan terlebih dahulu kepada kami."


Kami tidak dapat menjawabnya, tapi untung saja wanita ini tidak terlalu bodoh "Hei! Apakah kalian sedang mengabaikan aku sebagai putri mahkota istana? Sehingga menahan teman-temanku untuk menghadiri acara ulang tahun Ayah kandungku?" tanyanya dengan sangat sinis lalu mata gadis ini mengeluarkan cahaya keemasan dan seketika itu juga para prajurit bersujud meminta ampun kepadanya. Putri mahkota? Sungguh tidak kusangka! Surgawi telah membantu kami.


Saat kami telah berjalan sedikit jauh dari para pengawal, wanita ini berhenti melangkah dan menatap kami heran "Sebenarnya kalian siapa? Kenapa tidak memiliki undangan?" tanyanya.


"Undangan kami hilang saat diperjalanan, tapi bisakah kau beritahu aku jalan kearah kamar mandi?" tanya Kakak pertama untuk mengalihkan pembicaraan.


Gadis ini menunjuk arah utara. Untung saja searah dengan tempat tujuan kami dan kami langsung berjalan cepat kearah itu "Kau memang luar biasa Kakak pertama dalam hal seperti ini," Ucap Pangeran ketiga yang terkagum dengan tindakan Kakaknya.


Kenapa mereka tidak minta aku antar? Apakah mereka tahu? Letak kamar mandi terdapat didalam istana bagian utara?


Jalanan dibagian utara cukup ketat dijaga oleh prajurit. Jadi, kami harus mengubah wujud sebagai seorang pelayan karena kebetulan kami tadi melihat penampilan pelayan yang sangat gampang mendapatkan akses menuju ruangan penyimpanan bagian utara "Langsung ketempat tujuan adik ketiga dan kau hanya perlu mengikuti aku saja disini."


Saat kami memasuki ruangan penyimpanan ternyata tidak semudah yang kami bayangkan karena disana banyak pintu, tapi secara tiba-tiba aku mendapatkan ide cukup bagus untuk mengetahuinya "Dimanakah tempat penyimpanan obat? Putri mahkota mengalami sakit kepala dan menyuruh kami mengambil obat," Ucap adik ketiga kepada seorang pelayan yang sedang sibuk menyiapkan makanan.


Kenapa aku tidak berpikir sampai kesana? Sialan! Aku langsung berjalan kearah pintu itu bersama Kakak pertama "Apakah sekarang kau telah paham sampai mana ke pintaranmu?" tanya Kakak pertama dengan sengaja mengejekku sambil berjalan kearah kedua prajurit ini.


Prajurit itu untung saja tidak banyak bertanya kepada kami. Saat kami masuk untung saja ruangan itu sepi dan dimana tempat mereka menaruh obatnya?Sudah cukup lama kami mencari, akhirnya kami mendapatkan sebuah kristal berisi tumbuhan herbal langkah dan kami langsung cepat-cepat keluar dari tempat ini.


Sebelum aku menaiki kapal menuju Negara demisia, roh pedang Sanos memerintahkan aku untuk tidak tampil mencolok dengan pakaian berwarna cerah dan aku harus menekan kekutanku agar mereka tidak mengetahui identitasku sebagai seorang Dewi dari alam langit ataupun alam bunga. Perjalanan cukup panjang dan menyenangkan karena Negara Demisia sangat mirip dengan kota Gu, bahkan tempat ini lebih ramah dan indah. Namun sayangnya aku sampai dikota itu pada malam hari.


"Bagaimana selanjutnya?" tanyaku kepada roh pedang Sanos karena jujur saja aku tidak tahu jalan sama sekali di Negara ini.


Roh pedang Sanos menyuruhku berjalan kearah hutan bagian utara yang tepat terletak dibelakang istana Negara Demisia dan selama perjalanan aku merasa pergelangan tangan kiriku terasa aneh, seperti terbakar. Ada apa ini sebenarnya? Aku langsung menyalurkan kekuatan spiritual es agar tidak terasa panas...


"Sial!" Gumam ku. Saat keluar dari ruang penyimpanan kami telah dikepung banyak prajurit lalu ada seseorang yang sangat familiar, apakah ia adik dari Dewa Alam Langit yang bernama Pu Xu?


"Berani sekali seorang Dewa memasuki Negara Demisia tanpa ijin! Bahkan sekarang ingin mencuri putik bunga surgawi berumur 300.000 ribu tahun kekuatan spiritual?" tanyanya dengan menatap tajam kami dan langsung menyerang kami dengan cakar hitamnya yang sangat tajam. Untung saja kami dapat menghindar seluruh serangannya, jika tidak mungkin muka kami yang tampan ini telah hancur terkena racun naga hitam milik Pu Xu yang sudah berumur puluhan ribu tahun, lebih tua dari kami.


Aku melihat binatang spiritual berbentuk seekor naga bersayap besar keluar dari goa yang akan aku masuki, tapi ntah ia pergi kemana. Jadi, aku langsung masuk kedalam goa dan mengambil sebuah kotak kecil berisi pil berwarna keemasan untuk Da Liu.


"Tunggu Zhang Li, aku baru ingat tentang Song Lan yang sedang membutuhkan sebuah pil khusus agar ia dapat mengingat masa lalunya. Ambilah tanaman herbal berwarna merah itu dan bungkus tanaman itu dengan kekuatan spiritual es milikmu sampai benar-benar membeku!"


"Baiklah."


Setelah melakukan semua yang diperintahkan roh pedang Sanos kepadaku. Ia langsung membawa aku teleport keluar dari hutan bagian utara dan kami sekarang berada ditengah kota Negara Demisia, tapi aku tidak sengaja melihat Dewa Bulan "Kenapa anda berada ditempat ini?" tanyaku yaang masih tak percaya melihat Dewa Bulan berada di Negara Demisia. Dewa Bulan membawa aku masuk kekamar penginapannya "Putra mahkota dan Pangeran ketiga tertangkap oleh Raja Negara Demisia, tapi aku tidak bisa masuk kesana karena banyak binatang gaib yang menjaga seluruh sudut istana."


Apakah karena ini? Pergelangan tanganku terasa terbakar? Kau harus bertahan Pangeran pertama! Aku berjanji akan menyelamatkanmu dari Raja Negara Demisia "Bisakah kau berikan ini kepada Pangeran kedua?" tanyaku sambil memberikan pil emas yang tadi aku dapatkan agar tugasku selesai.


Dewa Bulan hanya mengangguk lalu menghilang dari hadapanku dan setelah itu roh pedang Sanos muncul "Aku akan membantumu, tapi tidak sekarang karena aku ingin istirahat terlebih dahulu."


Sungguh menyebalkan!


Apakah ia tega? Aku memiliki anak tanpa Ayah? Ah sialan! Jangan sampai hal ini benar-benar terjadi kepadaku.