Alstroemeria | Dewi Bunga Lily

Alstroemeria | Dewi Bunga Lily
Ujian Berakhir


Pangeran pertama teringat pesan Dewi kehidupan di waktu ia sedang berusaha memecahkan perisai emas yang menjadi pembatas diantara Zhang Li dan para Pangeran dengan pedang petir miliknya, tapi belum saja berhasil memecahkan perisai sudah dicegat oleh sebuah roh yang rupanya inti roh dari Dewi Kehidupan "Tolong rahasiakan kejadian ini darinya karena Zhang Li tidak boleh tahu hal ini, walaupun semua sudah terjadi karena aku menggunakan tubuhnya. Namun jangan pernah salahkan dia atas kejadian ini."


Song Lan melotot dan menatap inti roh Dewi Kehidupan dengan sangat tajam "Kalau begitu, jangan pernah merasuki dia lagi!" Ucap Song Lan dengan penuh amarah terhadap Dewi Kehidupan. Tindakan seperti itu, sungguh sangat membahayakan nyawa Zhang Li karena perbuatannya tadi sungguh sangat ceroboh.


Dewi kehidupan tersenyum menatap Song Lan yang sedang emosi dengannya saat ini "Rupanya Pangeran dimasa depan alam iblis cukup baik, tapi semua ini adalah takdirku bersamanya. Jadi, suatu hari saatnya telah tiba. Aku akan berkata jujur kepadanya! Aku berjanji."


Roh Dewi kehidupan langsung menembus perisai emas, seketika perisai ini juga menghilang begitu saja. Anehnya, secara tiba-tiba kabut emas memasuki tubuh Zhang Li dari arah belakang.


Para Pangeran terkejut karena melihat jasad Dewa Kematian sangat mengenaskan hingga membuat Zhang Li sampai terkejut dan langsung memeluk Pangeran pertama karena ia sungguh tak menyangka terdapat jasad seseorang tanpa kepala di hadapannya.


Apakah aku yang membunuh Dewa ini? Namun aku tidak ingat kejadian apapun tadi, selain merasa pusing hingga membuat aku tertidur sejenak. Zhang Li menangis sangat keras, roh pedang Sanos menghembuskan napas panjang dan menatapnya "Aku yang membunuhnya gadis bodoh. Jadi, kau tidak usah menyalahkan dirimu karena ia telah membahayakan dirimu sebab itu aku harus membunuhnya sesuai kata hatiku."


Pangeran pertama mengelapi wajah Zhang Li yang terkena percikan darah dengan sangat lembut sambil menenangkannya "Terimakasih," Ucapku sambil berusaha berhenti menangis.


Roh pedang Sanos memberikan isyarat kepadaku untuk diam dan tidak menganggu tidurnya lalu ia kembali lagi kedalam tubuhku.


Para Pangeran langsung menyuruh kami semua bergegas pergi dari tempat ini, supaya masalah tidak menjadi semakin rumit lalu singa salju itu membawa kedua anaknya diatas punggungnya. Saat kami mencari jalan untuk kembali kedimensi hutan lebat, tapi Pangeran kedua melihat seekor rusa salju sedang memakan buah apel yang mengeras beku dan ia tetap menjilatinya sampai mencair lalu memakannya "Sebentar, aku ingin menghadiahkan rusa salju itu untuk Da Liu agar ia senang."


Pangeran kedua langsung teleport kearah rusa salju tersebut, kemudian menyegelnya untuk sementara waktu agar nanti Da Liu sendiri yang memberi segel binatang gaib miliknya. Jadi, sekarang aku hanya bisa merayu rusa ini dengan memberikan banyak buah apel lalu rusa salju itu secara tidak langsung mengikutinya "Baiklah, ayo kita pulang sekarang rusa kecil."


Saat Pangeran kedua berjalan santai kearah kami tiba-tiba ada badak es berlari kearah Pangeran kedua dengan sangat cepat.


Kami langsungĀ  reflek berteriak sekeras-kerasnya "LARI SEKARANG JUGA..." Pangeran kedua langsung teleport ketempat kami sambil menggendong rusa salju kecil yang akan diberikan kepada Da Liu itu.


Saat kami berlari mengikuti arah jalan ini tiba-tiba kami pindah kedimensi inti bumi dan tepat dihadapan kami ada "Orthos."


Khimaira tiba-tiba saja muncul dihadapan kami semua dengan ukuran sangat besar lalu kepala singa milik Khimaira meraung dengan sangat keras, hingga kedua kepala anjing ini menunduk sampai tak berani menatapnya. Kaki Khimaira mengeluarkan cahaya kebiruan dan masih terus meraung, sedangkan Orthos yang tadinya terdiam ketakutan. Saat ini malah menggonggong sambil mendekatkan telapak kakinya kearah cahaya kebiruan tersebut.


Aku sungguh bingung, sebenarnya apa yang terjadi dengan kedua binatang gaib ini? Nona Yin muncul di sampingku dalam wujud roh "Khimaira sedang memberikan segel kepada Orthos untuk menjadi pimpinan baru dari inti bumi ini dan harus sangat bertanggung jawab kepada Khimaira, jika sesuatu terjadi dan sampai merugikan alam semesta."


"Bagaimana kau tahu semua bahasa binatang gaib?" Tanyaku.


Terlihat para Pangeran dan Song Lan menyimak pembicaraan Nona Yin sambil menatap Khimaira yang masih berhadapan dengan Orthos.


"Suara binatang gaib sebenarnya hanya untuk isyarat bahwa mereka sedang berbicara atau berinteraksi dengan sesamanya. Sedangkan sesama binatang gaib, tentu saja mereka bisa melakukan telepati agar dapat dengan mudah memahami semua perkataan sesamanya karena banyak binatang gaib yang tidak dapat bahasa Dewa ataupun manusia karena jarang berinteraksi."


"Oh. Jadi, begitu rupanya. Berarti kau sangat hebat Nona Yin bisa menguasai semua bahasa itu."


Aku hanya tersenyum. Kami semua kembali melewati pintu dimensi lain dan tiba-tiba kami berada di lapangan utama sekolah lembah langit, tapi kenapa terlihat banyak murid yang terluka? Kenapa banyak murid pewaris yang membawa binatang gaib berkekuatan spiritual biasa saja?


Ada satu yang sangat mengagumkan hingga membuatku terpanah sejenak, yaitu milik murid pewaris Dewi Burung karena ia membawa seekor burung rajawali api yang terikat kuat dengan tali cempeti miliknya.


Guru menghampiri kami semua untuk menyambut dan melihat hasil kerja keras kami saat ujian, tapi ia tidak berbicara apapun kepada kami semua. Selain tersenyum dan menatap binatang gaib hasil tangkapan kami semua satu - persatu. Mengapa ada aura Dewi Kehidupan ditubuh binatang gaib milik Zhang Li? Tidak mungkin Dewi Kehidupan hidup kembali bukan, setelah ribuan tahun berlalu? Apakah aku harus memberitahu Dewa Bumi & Langit agar ia mencari tahu kebenarannya sendiri? Namun jika begitu, aku takut membuatnya kembali dalam kekelaman yang telah ia lalui selama ribuan tahun ini. Bahkan hingga detik ini, ia masih sangat susah melupakan sosok Dewi Kehidupan.


Semua murid berkumpul ditengah lapangan utama sekolah untuk mendengarkan ucapan Guru Wu Bai tentang tata cara menyegel binatang gaib, agar bisa masuk kedalam tubuh kami tanpa menimbulkan rasa sakit sedikitpun pada kedua belah pihak "Sebenarnya, materi ini cukup mudah jika kalian dapat fokus dan memperhatikan setiap ucapan Guru karena hanya ada tiga tahap saja, tidak terlalu sulit bukan? Baiklah. Pertama, kalian harus membuat kontrak dengan binatang gaib yang telah kalian dapatkan melalui darah, setelah itu memberinya nama panggilan.


Kedua, kalian harus menyatukan kekuatan spiritual milikmu dengan binatang gaib ini agar saat kalian memanggilnya, maka ia tahu bahwa itu Tuannya. Selain itu, dapat mengetahui keberadaan kalian jika terpisah ribuan meter jauhnya tetap bisa bertemu. Ketiga, kalian harus bisa mencari tahu titik terkuat nadi mata Dewa kalian berada dimana karena disitulah tempat binatang gaib dapat singgah dengan aman."


Aku baru tahu ternyata seperti itu rupanya agar binatang gaib bisa memasuki tubuh kita, tapi kenapa Nona Yin dapat mengetahui titik terkuat nadi mata Dewa milikku berada di tulang ekor? Padahal aku sendiri saja tidak mengetahui hal ini sama sekali.


Lamunanku buyar seketika karena pertanyaan Guru "Zhang Li apakah kau yakin memiliki empat binatang gaib ini sekaligus?" tanya Guru Wu Bai.


Aku hanya tersenyum malu dan menjawab Guru"Tidak yakin, tapi aku hanya ingin membawanya kembali karena mereka sungguh lucu dan sangat menggemaskan."


Guru Wu Bai berdeham "Hanya itu saja tujuanmu? Tidak ada yang lainnya?" tanyanya.


Para Pangeran saling menatap satu sama lain karena ucapan Zhang Li sungguh diluar dugaan, padahal kita hanya memiliki 1X kesempatan di dalam kehidupan abadi ini untuk memasuki kawasan binatang gaib 5 elemen "Aku ingin memeliharanya juga Guru, agar mereka menjagaku."


"Baiklah, tapi Zhang Li kau baru boleh menyegelnya setelah satu minggu dalam masa perawatan."


Aku hanya mengagguk. Song Lan mencoba memasukan Khimaira ketubuhnya, tapi ia tidak bisa memasukannya "Ah dasar bodoh, tapi mana mungkin kekuatan spiritual tersebasarmu ada dibokong! Sangat menyebalkan."


"Lalu dimana?" tanya Song Lan.


Ia sungguh bingung dengan perkataan Khimaira yang selalu menganggapnya menyebalkan dan sangat bodoh, tapi ia tetap sabar.


"Telapak tanganmu," Ucap Khimaira yang langsung masuk kedalam telapak tangan Song Lan.


Ada beberapa murid bertanya-tanya tentang binatang gaib miliknya jauh berbeda dengan milik Song Lan, sebab itu dia mencari tahu cara agar binatang gaib miliknya dapat memahami. Bahkan menjawab ucapannya dengan bahasa yang kita pahami, tapi Song Lan hanya bergeleng pasrah karena ia juga tidak tahu bagaimana Khimaira mengetahui seluruh ucapannya dengan sangat mudah.


Pangeran kedua sudah menghilang dari tadi, rupanya ia menemui Da Liu untuk memberikan binatang gaib tangkapannya. Setelah pembelajaran Guru Wu Bai selesai, kami diperingati bahwa besok hari libur untuk beristirahat dan berkenalan dengan binatang gaib milik kita. Sungguh tidak terasa, karena kurang satu tahap lagi kami akan lulus dari sekolah lembah langit dan menjadi seorang Dewi atau Dewa sepenuhnya.


Apakah kau sudah siap Zhang Li menjadi Dewi yang sesungguhnya? Hufft!