Alstroemeria | Dewi Bunga Lily

Alstroemeria | Dewi Bunga Lily
Memberi Cucu


Dewa Wang Yu memasuki altar kerajaan es bagian selatan dengan tergesa-gesa sampai ia lupa tidak mengucapkan salam kepada Ayahnya dan memasuk altar suci begitu saja "Ayah, aku ingin menikahi wanita berkekuatan es seperti Ayah pada waktu diacara penobatan Dewa-Dewi. Ia bernama Zhang Li, apakah boleh Ayah?" tanyanya.


"Berkekuatan Es seperti Ayah? Bagaimana mungkin kau dapat memutuskan pernikahan semudah itu? Apa yang membuat mu tertarik dengannya, selain kekuatan spiritual yang ia miliki Nak?" tanya Dewa Es yang masih kebingungan dengan ucapan anaknya ini yang merupakan Dewa Naga Es wilayah bagian selatan alam semesta.


Dewa Wang Yu berdecak kesal sambil menatap Ayahnya "Hati ku merasakan getaran hebat Ayah, saat berada didekatnya bahkan saat menatapnya sangat dekat. Oleh sebab itu, aku yakin karena banyak wanita yang aku temui selama ini namun tidak ada yang dapat membuat hatiku bergetar."


"Apakah hukuman berat dari Ayah dapat membuat hatimu juga bergetar hebat Nak?" Tanya Ayah sambil tersenyum kepadaku.


Aku langsung bergidik ngeri "Wanita ini sangat hebat seperti Ayah, bahkan ia juga bisa jurus elemen es yang Ayah ceritakan tentang Mendiang Guru Ayah Dewa Alam Langit Pu Chai."


Mata Dewa Es seketika langsung terbuka lebar karena kata-kata anaknya "Ayah harus pergi memeriksanya sendiri agar aku dapat mempercayaimu nak."


Dewa Naga Es Selatan hanya mengangguk melihat sikap Ayahnya yang langsung menjadi aneh. Dewa Es langsung berubah menjadi Naga Es berkumis panjang dan keluar dari istana, ntah kemana perginya Ayah karena aku ingin beristirahat. Setelah melakukan perjalanan cukup jauh dari Alam Langit ke istana es bagian selatan.


Ji Que terkejut karena sepulangnya dari sekolah sudah disambut oleh kedatangan Dewa Es "Apakah kau adik seperguruan Dewi Alstroemeria?" tanyanya dan Ji Que hanya mengangguk ketakutan menatap Dewa Es.


Tian Yi seketika langsung muncul disamping Ji Que "Ah rupanya kau sudah kembali bocah kecil. Sudah kembalilah Ji Que, aku ingin berbicara kepada Dewa Es."


"Kau sedang apa berada disini Tian Yi? Bukankah kau tidak pernah keluar dari wilayah kerajaan es utara selama ribuan tahun? Kenapa tiba-tiba keluar?" tanya Dewa Es yang merasa aneh dengan sikap teman lamanya ini.


Tian Yi tertawa karena ia sungguh tidak percaya dapat bertemu dengan teman lamanya di alam langit, setelah peperangan besar melawan Raja Iblis. Kami tidak pernah bertemu karena aku berlatih tertutup selama ribuan tahun sekaligus untuk berusaha menenangkan diriku cukup lama karena telah kehilangan istri tercintaku Bai Ni Yan "Aku sedang bertugas disini karena Dewa Pembasmi Roh Iblis memintaku untuk menjaga kedua muridnya, tapi mengapa kau mencari Zhang Li? Ada urusan apa?" tanya Tian Yi yang penasaran dengan kedatangan sahabatnya ini.


Tian Yi mempersilahkan Dewa Es duduk dihalaman rumah bersamanya sambil menikmati teh buatan Ji Que "Aku hanya ingin memastikan saja, bahwa kekuatan Es miliknya apakah benar sangat mirip denganku atau hanya ucapan anakku saja yang berlebihan, agar aku dapat memberikannya izin untuk mengejar cinta pertamanya."


"Kemarin aku juga melihatnya sendiri, memang benar kekuatan spiritualmu sangat mirip dengannya. Bahkan jauh melebihi kekuatan spiritualmu, apakah kau memiliki firasat sesuatu tentang kekuatan spiritual Zhang Li?" Tian Yi semakin curiga dengan hubungan Zhang Li dan Dewa Es.


Tian Yi langsung berpikir selama ia disini saja tidak pernah bisa melihat masa depan Zhang Li. Jadi, aku tidak dapat membantunya dan hanya menebak-nebak saja selama berada disini.


"Baiklah jika memang benar begitu, tapi terimakasih atas teh pemberianmu ini. Jangan lupa mengunjungi istana es selatan Tian Yi! Aku menunggumu," Ucap Dewa Es yang langsung menghilang dari hadapan Tian Yi begitu saja. Sedangkan saat ini Tian Yi malah kebingungan dengan apa yang terjadi diantara Dewa Es dan Zhang Li.


Putri keempat dan Song Lan sedang melakukan perjalanan menuju kediaman Putri keempat, tapi mereka tidak sengaja melihat Pangeran pertama sedang duduk bersantai dihalaman rumahnya "Kakak kenapa kau berada disini? Kenapa tidak bersama Zhang Li?" Tegur Putri keempat.


"Dia sedang bertugas menangkap binatang gaib bersama para penasehat Kaisar. Jadi, aku bisa tenang karena ini tugas pertamanya. Lagi pula tidak mungkin juga Kaisar memberikan tugas yang sangat berat kepadanya, begitulah ucapan Permaisuri Kaisar kepadaku tadi pagi. Sungguh membuat aku sangat tenang," Ucap Pangeran pertama sambil menikmati kacang.


"Kakak kenapa kau sungguh bodoh? Ibumu penipu seperti itu masih saja mempercayainya."


"Hei! Bagaimana mungkin kau menyebut Ibuku sebagai penipu? Apakah kau memiliki bukti atas ucapanu itu adik?" tanyanya.


"Pergilah ke tempat panglima Raja Iblis disegel karena disitulah tempat Zhang Li bertugas untuk pertama kalinya, tanpa ditemani oleh Dewa siapapun!"


Pangeran pertama langsung terkejut hingga berdiri menatap adiknya "A-Apa?!" Putri keempat hanya tersenyum melihat ekspresi kakak pertamanya yang terlihat bodoh itu, kemudian ia mengajak Song Lan untuk kembali ke kediaman bersamanya.


Terlihat Kakek Dewa sedang sibuk menyiapkan makanan sampai meja terisi penuh "Apakah Kakek Dewa selalu makan sebanyak ini setiap hari?" tanyaku.


Aroma masakan buatan Kakek Dewa sungguh luar biasa, tapi bau masakan ini seperti ada aroma bunga didalamnya "Makanlah Nak. Aku memasak sebanyak ini agar nanti saat menyegel jurang dapat berhasil dengan lancar!" Ucapnya sambil mengambilkan nasi dan beberapa makanan seperti sup ayam, sup iga sapi, dan masih banyak lagi.


"Terimakasih Kakek Dewa." Ia hanya membalas ucapanku dengan tersenyum.


Selama makan kami berbicara banyak tentang Kakek Dewa dan Anaknya, selain itu kami juga membahas tentang jalan menuju jurang lahar api tersebut.


Saat Kakek Dewa kedapur untuk mengambil buah sebagai makanan penutup, tapi tiba-tiba Pangeran pertama muncul dan berada di sampingku. Kemudian langsung menarik aku keluar dari halaman rumah Kakek Dewa "Dasar anak muda tidak punya sopan santun! Bagaimana mungkin cucuku ini dapat menyukai pria kasar sepertimu putra mahkota alam langit keturunan Kaisar hahaha."


"Ia saja tidak tahu dimana orangtuanya. Jadi, tidak mungkin jika kau Kakeknya."


"Setelah ia memasuki rumahku dan tidur dikamar anakku sama saja ia sudah aku anggap sebagai cucuku, apakah kau ingin aku jadikan santapan makan malam binatang gaib dihutan ini nak?" tanyanya sambil tertawa keras.


Aku berbisik kepada Pangeran pertama "Jangan membuat masalah dengan Kakek Dewa, ia merupakan penasehat Dewa Alam Langit. Pasti kau sudah tahu seberapa saktinya Kakek Dewa, Pangeran!" Ucapku untuk meredam amarah Pangeran pertama agar ia sedikit bersabar.


"Jadi apa mau mu Kakek Dewa?" tanya Pangeran pertama tanpa berbasa-basi dengannya.


"Karena wanita ini telah aku anggap sebagai cucuku. Jadi, berikanlah aku cucu barulah kalian boleh pergi meninggalkanku disini."


Memberikan Kakek Dewa seorang cucu? Bagaimana caranya?


"Kalau begitu biarkan aku saja yang menikahinya dan membuat cucu bersamanya. Bagaimana? Lagi pula mereka menikah hanya setuju sepihak, sungguh kasian sekali kau anak muda!" Kakek Dewa tertawa bahagia saat melihat ekspresi Pangeran pertama kebingungan.


"Baiklah aku akan memberikanmu cucu setelah menikah dengannya."


"Setuju." Kakek Dewa langsung menghilang dari hadapan kami dan ia tidak bilang kemana. Jadi, Pangeran pertama langsung berusaha mencari cara untuk keluar dari halaman rumah Kakek Dewa namun tidak bisa!


Padahal kami sudah berusaha menghancurkan perisai rumah ini dengan menggabungkan kekuatan kami berdua, tapi tidak ada hasil sama sekali "Jika kita memang menikah. Jangan pernah meminum arak pernikahan itu, apakah kau paham Zhang Li?" tanya Pangeran pertama.


"Mengerti Pangeran pertama, aku akan mengikuti semua perintahmu mulai detik ini."


Kami sungguh lelah dan tidak mampu memecahkan perisai buatan Kakek Dewa, tapi ntah kenapa roh pedang Sanos ataupun roh pedang Sima tidak muncul saat aku meminta bantuannya.


Apakah mereka sedang berkerja sama dengan Kakek Dewa? Ah sialan. Tak lama kemudian Kakek Dewa datang dengan membawa banyak barang dikedua genggaman tangannya "Bagaimana? Apakah kalian telah memikirkan berapa jumlah cucu yang akan kau berikan kepadaku?" tanyanya sambil menaruh banyak kotak diatas meja.


Kakek Dewa menyuruh kami membantunya mempersiapkan pernikahan sederhana dirumahnya, tapi Kakek Dewa sungguh terlihat sangat niat karena ia membelikan baju pernikahan sangat mewah. Bahkan ia juga menghias kamar tidurku semalam menjadi kamar pernikahan yang sangat mewah "Apakah ia sangat menginginkan cucu?" tanyaku kepada Pangeran pertama, tapi ia hanya tersenyum masam kepadaku dan melanjutkan memasang lilin.


"Inilah urutan Doa saat kalian melangsungkan menikah nanti. Hapalkan segera karena aku tidak ingin menunggu terlalu lama!"


"Apakah kau bercanda? Aku Dewa! Untuk apa berdoa lagi terhadap Dewa. Kau sungguh pikun Kakek Dewa!" Ucap Pangeran pertama dengan sinis kepadanya.


Kakek Dewa langsung tertawa mendengar ucapan Pangeran pertama kepadanya "Ah kau benar juga, kalau begitu tidak usah. Jadi, apakah kalian sudah siap?" tanyanya sambil menikmati buah jeruk dan duduk dihalaman rumah bersama roh pedang Sanos, Sima, dan Nona Yin lalu ada beberapa roh pedang, serta roh binatang gaib yang aku tidak ketahui siapa karena mereka juga tidak memperkenalkan dirinya kepada kami berdua.


Setelah kami sudah menghapal kan ucapan pernikahan. Kami mulai melangsungkan pernikahan sesuai urutan yang diberitahu Kakek Dewa, tapi apakah kami harus berciuman seperti arahan Kakek Dewa?


Pangeran pertama langsung merangkul pinggangku dengan erat dan mulai mendekatkan wajahnya sampai hembusan napasnya sangat terasa diwajahku "Tutuplah matamu jika kau takut Zhang Li." Pangeran pertama langsung mencium bibirku dengan lembut dan aku berusaha tidak menutup mata karena aku tidak ingin terlihat sedang ketakutan.


"Hei jangan terlalu lama berciumannya! Kami ingin makan malam terlebih dahulu bersama kalian berdua. Kemarilah!" Ucap Kakek Dewa sedikit berteriak yang langsung membuat aku sedikit mendorong tubuh Pangeran pertama dan berlari kearahnya.


"Makanlah yang banyak kalian berdua karena membuat cucu untukku harus bertenaga, apakah kalian paham?" tanyanya dan aku hanya mengangguk.


Kami semua sudah selesai makan dan minum lalu Kakek Dewa menyuruh kami kekamar untuk membuatkan cucu untuknya sambil tertawa menikmati arak bersama roh pedang Sanos dan beberapa binatang gaib yang telah bisa berwujud manusia.


Saat kami duduk berdua diatas kasur kami hanya terdiam seribu bahasa dan tidak melakukan apapun, tapi tiba-tiba badanku terasa sangat panas bahkan pipiku seperti terbakar "Pangeran apakah kau tidak merasa panas?" tanyaku.


Saat aku melihat wajah Pangeran pertama, ternyata ia juga mengalami hal yang sama denganku "Sepertinya kita telah ditipu oleh Kakek Dewa. Maafkan aku Zhang Li tidak dapat menjagamu dengan baik malam ini karena kecerobohan ku."


Pangeran pertama langsung memeluk tubuhku seperti sangat lemah dan tidak berdaya "Ti-Tidak a-apa, tapi kau sungguh baik-baik saja Pangeran?" tanyaku sambil memegang kedua pipinya yang sudah sangat merah seperti udang.


Pangeran pertama tiba-tiba mendorong tubuhku dengan lembut kekasur dan mencium bibirku, tapi aku merasa ciuman Pangeran kali ini lebih intens dan penuh semangat disetiap sentuhan bibirnya. Tanpa sadar aku telah terhipnotis olehnya dan menutup mataku untuk menikmati setiap ******* bibirnya yang sangat bergairah. Rasanya aneh, tapi aku sangat menyukainya? Ada apa sebenarnya dengan diriku ini? Mengapa aku tidak dapat melawan Pangeran dan malah menikmatinya?


Tangan Pangeran mulai merabah bajuku, tapi aku tidak mengerti apa yang sedang Pangeran cari? Sentuhan tangan Pangeran membuat aku semakin merasakan sensasi panas didalam tubuhku. Walaupun aku masih memakai baju, tapi aku dapat merasakan setiap sentuhan lembut jarinya dan aku berusaha menahan tangannya untuk bertanya "Pangeran apa yang kau lakukan?" tanyaku.


"Maafkan aku Zhang Li, tapi aku sungguh tidak dapat menahannya lagi pada malam hari ini."


Aku bingung dan tidak mengerti apa yang dimaksud Pangeran?


Menahan apa?


Pangeran pertama membuka pakaian pernikahannya lalu tak lama kemudian ia langsung membuka setiap ikatan baju pengantin yang aku pakai, tapi Pangeran tetap mencium bibirku sambil membukanya dan aku merasa terlarut dalam kenikmatan yang diberikan Pangeran kepadaku. Aku juga tidak dapat menolak setiap sensasi sentuhan tangan Pangeran terhadap tubuhku, meskipun sedikit ada rasa sakit namun rasa sakit ini perlahan berubah menjadi nikmat...


Dewi kehidupan terus berbincang kepada Ayahnya sambil mengutarkan rasa rindunya terhadap Ayahnya meskipun dalam bentuk roh, tapi Kakek Dewa tetap bisa melihatnya "Apa sebenarnya rencana Ayah terhadap mereka?" tanyanya.


"Aku sedang membantu mereka dan juga membantumu nak. Jadi, tenanglah hal ini pasti tidak merugikan siapapun hahaha."


"Apakah kau yakin Ayah?" tanya Dewi Kehidupan yang masih merasa ada kejanggalan terhadap tindakan Ayahnya pada hari ini.


"Apapun yang terjadi besok, kau harus mengikuti perintah roh pedang Sanos terhadapmu dan jangan bertindak gegabah. Apakah kau mengerti anakku?" tanyanya.


Dewi Kehidupan hanya mengangguk dan mencoba mencari tahu apa yang telah direncanakan Ayahnya sambil menunggu Zhang Li dan Pangeran pertama tersadar dari pengaruh arak yang diberikan Ayahnya tadi karena jika Zhang Li tidak sadar maka Dewi Kehidupan harus menggantikan kesadarannya. Sebab itu Dewi Kehidupan baru bisa kembali kedalam tubuh Zhang Li setelah sadar sepenuhnya dari pengaruh arak dan kenikmatan yang diberikan Pangeran pertama.