
Pangeran ketiga langsung memimpin jalan untuk mencari pintu ke dimensi lain karena ditempat ini sangat jarang ada binatang gaib yang dapat ditaklukan dengan mudah, apalagi memiliki kekuatan positif dan tadi itu hanya binatang gaib penjaga dimensi saja. Jadi, tidak akan bisa kita miliki menjadi binatang gaib peliharaan karena mereka bertugas untuk menjaga dimensi ini dan terikat tempat ini, kecuali Dewa yang menyegelnya disini melepaskannya. Itu beda lagi!
Mengapa semakin dalam menyusuri jalan pada lorong ini, bau iblis semakin sangat pekat? Sebenarnya apa yang telah menanti kita didalam lorong yang tidak tahu panjangnya seberapa ini "Zhang Li jangan panik. Aku tahu kau khawatir dengan bau iblis ini, tapi sebenarnya bau ini berasal dari binatang gaib."
Apakah ada binatang gaib memiliki bau iblis sangat pekat begini? Aku baru tahu.
Saat ini didepan kami sangat gelap dan tidak terlihat ada kehidupan sama sekali didalamnya, tapi tiba-tiba terdengar suara "Apakah kalian sedang mencari ku?" Tanya seorang pria dengan suara serak-serak basah. Suara ini terdengar seperti suara tiga orang lelaki yang berbeda karena ada yang serak, berat, dan ada yang sedikit menantang tapi mereka berbicara secara bersamaan dan sangat kompak. Suaranya menggema di lorong goa ini, sungguh membuat telinga kami semua mendengung kesakitan. Nging... Nging...
Kami saling menatap satu sama lain dan Pangeran ketiga memberanikan diri untuk masuk menerobos kegelapan ini mendahului kami semua yang hanya berani menatapnya dari sini, tapi kami juga harus tetap memberanikan diri untuk menyusulnya karena kami kelompok saat ini.
Saat memasuki kegelapan itu ternyata tidak seseram yang kami bayangkan karena saat ini aku berada disebuah ruangan besar yang dipenuhi banyak lilin dan beberapa ukiran patung berbentuk binatang cukup banyak lalu dihadapan kami terdapat binatang gaib sangat besar dan memiliki kepala berjumlah tiga.
Ular...
Singa...
Kambing...
Apakah dia sungguh Khimaira?!
"Ah rupanya yang membangunkan ku selama ini keturunan Dewa Alam Langit yang menyegel aku disini bersama muridnya hahaha, apakah kau membutuhkan bantuan ku saat ini?" tanyanya sambil tertawa keras menatap aku.
Kenapa ia menatap aku? Apakah ada yang salah denganku?
"Siapa yang kau maksud?" tanya Pangeran ketiga karena Khimaira menciptakan teka-teki baru untuk kami semua yang ada disini.
"Ah rupanya dia belum mengatakannya kepada kalian semua hahaha, baiklah lupakan ucapanku karena aku tidak ingin berurusan dengan pedang Sanos. Apa tujuanmu?" tanyanya.
Kepalanya yang berjumlah tiga itu menoleh menatap kami semua.
"Aku ingin kau menjadi binatang gaib milikku, apakah kau mengijinkannya Khimaira?" tanya Song Lan.
"Hanya kau? Aku tidak ingin dimiliki oleh seseorang yang tidak memiliki tujuan apapun didalam hidupnya hahaha."
"Aku akan memimpin alam iblis setelah lulus dari sekolah karena itu aku membutuhkanmu disisiku, selain itu untuk menjaga lautan roh iblis agar tidak membahayakan rakyat ataupun alam semesta dan memperbaiki reputasi alam iblis menjadi lebih baik di alam semesta," Ucap Song Lan dengan sangat jelas dan tegas.
"Kau sungguh mulia, tapi aku tidak sebaik yang kau kira Song Lan! Hahaha. Bagaimana denganmu Nona? Apakah kau menginginkan aku menjadi binatang gaib milikmu?" tanyanya menatap aku dengan tatapan menantang.
"Apakah kau sanggup menerima tugas-tugas yang aku berikan kepadamu? Hahaha aku rasa kau tidak akan sanggup."
"Kau terlalu meremehkan aku Nona, tapi aku lebih suka memiliki Tuan dengam sifat seperti ini hahaha. Baiklah jika kau bisa memberikan segel ditiga kepalaku maka kau akan menjadi Tuanku."
Ia tertawa terbahak-bahak dan langsung mengeluarkan napas apinya menyembur kearah para Pangeran dan Song Lan membuat perbatasan antara aku dengan anggota kelompokku.
Aku mengirimkan bunga Lily hitam untuk Song Lan agar ia menaruh sebagian darahnya didalam bunga Lily hitam tersebut.
Untung saja, binatang gaib ini memiliki badan cukup besar. Jadi, aku bisa mengelabuhi ketiga kepala miliknya agar tidak melihat aku saat mengirimkan bunga Lily hitam kepada Song Lan. Diantara ketiga kepala ini pasti salah satunya ada yang memimpin tubuh ini untuk berjalan dan bergerak. Jadi, aku harus menguasainya terlebih dahulu.
"Kalian memiliki tiga kepala, tapi aku harus memulainya dari mana? Aku tidak tahu sama sekali karena kau itu binatang gaib yang sangat legendaris hingga saat ini."
"Hahaha karena aku menyukaimu. Jadi, aku akan memberitahukannya kepadamu, tapi jika kau berhasil menghindari 3 serangan dari aku tanpa terluka sedikitpun terlebih dahulu," Ucap mereka ber3 secara bersamaan. Mereka selalu tertawa setiap selesai berbicara ataupun mengawali pembicaraan sungguh sangat aneh sekali.
Sial! Lagi-lagi untuk kedua kalinya aku harus menghadapi musuh dengan kekuatan spiritual api.
Ia menghembuskan napas api, tapi aku berhasil menghindarinya karena hembusan itu hanya mengarah ke tengah, kanan, dan kiri. Jadi, aku bisa kearah atas untuk menghindarinya lalu ia membuat hujan bola api tak terhingga sampai aku kewalahan menghindarinya, tapi setelah itu Nona Yin membantu aku untuk melindungi tubuhku "Apakah kau tidak kepanasan?" tanyaku.
"Aku sudah terbiasa Nona dengan panas api seperti ini karena waktu dialam iblis aku ditahan dan sering merasakannya, bahkan selama ribuan tahun lamanya."
Khimaira masih menatap Nona Yin yang berada dihadapannya dan aku langsung mencuri kesempatan untuk menyegel satu kepalanya sesuai ucapan roh pedang Sanos dari dalam tubuhku lalu aku langsung menyegel kepala kambing yang terletak ditengah. Aku mulai menyalurkan kekuatan spiritual yang telah aku campur dengan darah Song Lan, setelah itu kepala singa miliknya meraung kesakitan dengan sangat hebat. Sedangkan kepala ular miliknya mendesis dengan kencang dan tubuhnya bergoyang-goyang seperti menahan rasa sakit.
Kepala ular itu mulai mengincar aku dan langsung saja aku tahan dengan cempeti bunga Lily hitam untuk sementara waktu karena aku sedang berusaha menyegel kepala singa miliknya dengan kekuatan spiritualku dan darah Song Lan. Para Pangeran dan Song Lan berhasil memadamkan api pembatas yang dibuat Khimaira, aku mengisyaratkan Song Lan menyegel kepala ular dan kambing agar cepat selesai, tapi saat selesai tersegel semua kepalanya. Khimaira malah tertidur sangat pulas dihadapan kami semua.
Ada asap hitam keluar dari tubuh binatang gaib ini dan tiba-tiba pedang Sanos keluar dari tubuhku lalu membuat asap hitam tadi menjadi serpihan cahaya berwarna emas "Khimaira ini telah jinak. Jadi, sekarang ia telah menjadi milikmu Song Lan namun Zhang Li bisa juga dianggap sebagai pemiliknya," Ucap roh pedang Sanos yang berada tepat di sampingku sambil melemparkan senyum yang cukup mempesona dibanding biasanya.
Aku sekarang jadi terpikirkan suatu hal yang mungkin baru sekarang muncul, kenapa para Pangeran tidak memiliki binatang Gaib? Apa alasannya mereka tidak menginginkan binatang Gaib.
Para pangeran tertawa bersamaan lalu Pangeran ketiga menjawab pemikiran ku "Aku tahu apa yang kau pikirkan Zhang Li, tapi memiliki binatang gaib sama saja kita harus bertanggung jawab untuk dua nyawa saat terancam. Yaitu nyawa kita dan binatang gaib yang selalu setia menemani kita."
Pangeran kedua menambahi ucapan ku "Pada waktu kami bersekolah, binatang gaib dialam ini tidak sebanyak sekarang. Jadi, sangat merugikan jika kita mengambil yang biasa-biasa saja karena kalau kita telah mendapatkan binatang gaib maka kita tidak akan bisa kembali lagi."
Pangeran pertama mendekatiku dan memeriksa tanganku yang tidak terluka sedikitpun, tiba-tiba
Khimaira terbangun dan ingin membunuh dirinya sendiri. Ia menyuruh kepala ular mengigit kedua kepala lainnya dengan bisa beracun miliknya saat ini "Aku tidak ingin menjadi binatang gaib penjaga seperti ini. Lepaskan aku!"
"Apakah kau sudah menjadi bodoh? Mengapa baru sekarang membunuh dirimu? Padahal kau sudah disegel disini ribuan tahun. Sudahlah ikuti saja Tuanmu yang baru!" ucap ku sambil mulai berjalan keluar dari goa.
Ia berubah menjadi kecil lalu Song Lan membawanya dengan cara ditaruh pada salah satu telapak tangannya lalu tangannya satu lagi mengelus pelan tubuh Khimaira yang sudah menjadi kecil "Tenanglah, aku tidak akan menyakitimu Khimaira. Lebih baik kau tidur untuk memulihkan kekuatan spiritual mu lagi, setelah keluar dari sini aku akan memberimu makanan enak."
Saat ini kami sedang mencari pintu keluar dari dimensi ini untuk menuju pintu dimensi lainnya, tapi kami sudah cukup lama memutari tempat ini dan belum menemukan jalan atau tanda-tandanya. Jadi, apa yang harus kami lakukan untuk keluar dari tempat ini?