Alstroemeria | Dewi Bunga Lily

Alstroemeria | Dewi Bunga Lily
Penipu


Pangeran pertama bangun dari tidurnya, tapi saat ia bergerak untuk posisi duduk masih terasa sangat menyakitkan. Kebetulan ia melihat Dewi Burung yang sedang membawa ember dan handuk. Apakah ia telah melihat tubuhku?Ah sialan, aku berusaha menguatkan diri untuk berdiri dan pergi dari kediamanku "Xai, bisakah kau membantu aku ke altar suci alam langit? Ada hal penting dan sangat mendesak yang harus aku bicarakan dengan Kaisar detik ini juga."


Dewi Burung hendak membantu aku, tapi aku menolaknya dan membiarkan Xai membawaku teleport langsung ke altar suci. Saat sampai disana, ternyata sedang ada kegiatan berdiskusi. Jadi, aku harus menahan diri sampai kegiatan selesai.


Kaisar memberi isyarat kepada para Dewa Dewi agar tetap tenang "Silahkan lanjutkan perkataanmu Dewa Bintang."


"Setelah aku bermeditasi selama semalaman untuk mencari tahu. Akhirnya surgawi memberitahu aku sesuatu tentang wanita pemilik pedang Sanos, ternyata ia memiliki tato berbentuk unik dibagian tubuhnya."


"Seperti apa bentuk tato itu?" Tanya Permaisuri Kaisar sambil terus menatapnya serius.


"Bentuknya tidak diketahui, tapi se..." Ucapan Dewa Bintang langsung dilanjutkan oleh Dewi Burung "Seperti ini?" Tanyanya sambil menunjukkan tato berbentuk sayap dibagian leher belakangnya dan ia menunjukkan sebuah pedang bercahaya putih keemasan. Apa lagi ulahnya kali ini? Bukankah pemilik roh pedang Sanos adalah Zhang Li?


"Dimana roh pedang Sanos? Kenapa tidak menampakkan diri kepada kami semua?" Tanya para Dewa secara bersamaan.


Muncullah roh pedang Sanos di samping Dewi Burung lalu ia memberi salam kepada semua Dewa dan Dewi. Ti-Tidak mungkin!


Song Lan, Tian Yi, dan Pangeran kedua sungguh terkejut! Tidak mungkin itu milik Dewi Burung karena mereka berlatih jurus pedang milik Sanos, berkat bantuan Zhang Li yang serumah dengannya saat sekolah.


"Tidak mungkin!" Bantah Pangeran ketiga sambil berjalan ketengah altar suci.


"Apakah kau tidak percaya kepadaku Dewa Perang?" Tanya Dewi Burung sambil tersenyum kepadanya.


Wanita ini sungguh sangat menjijikan sekali saat bersandiwara "Jika itu milikmu, apakah kau dapat meniru jurus roh pedang Sanos?" Tanyanya dengan nada menantang.


Tangan Dewi Burung mulai gemetar dan Permaisuri langsung membuka suara untuk membantunya "Apakah kau mengetahui pemilik pedang Sanos? Pangeran ketiga?" Tanyanya dengan tatapan tajam.


"Tentu saja..." Pangeran pertama memberi isyarat kepadanya untuk tidak mengatakan hal yang sesungguhnya, jika ia tahu cara berterima kasih kepada Zhang Li "Aku akan mencari tahu hal ini."


Pangeran pertama langsung berdiri dan meminta ijin kepada Kaisar untuk menenangkan Pangeran ketiga. Saat kami sudah keluar dari wilayah alam langit, tapi ada seseorang yang mengikuti kami berdua. Jadi, kami langsung mengatur rencana untuk bertemu di istana Negara Demisia sambil menanyakan apa yang sebenarnya telah terjadi kepada Zhang Li.


Aku masih menunggu kabar dari roh pedang Sanos tentang keadaan para Pangeran, tapi hari sudah pagi dan ia masih belum kembali bahkan tidak mengirim surat apapun untukku "Dewi, ada seorang Dewa yang ingin bertemu denganmu sekarang."


Apakah para Pangeran sedang bersama roh pedang Sanos? Aku langsung mengikuti pelayan itu dan ternyata bukan "Ada apa Dewa Bumi & Langit datang menghampiriku?" Tanyaku.


Tatapan Dewa Bumi & Langit sangat aneh saat melihat ku, bahkan ia terdiam cukup lama. Seperti tenggelam dalam lamunannya saat ini.


Apakah benar istriku bereinkarnasi didalam tubuhmu Zhang Li? Kenapa ia muncul secara tiba-tiba dalam mimpiku dan memberitahuku untuk menjagamu kali ini? Aku harap semua tindakanku ini benar dan dapat membantu istriku terlahir kembali di alam semesta "Aku di berikan tugaskan untuk menjagamu Nona."


Aku cukup terkejut mendengarnya, siapa yang dapat memberi perintah penasehat Kaisar untuk menjagaku begini?


Aku berdeham lalu bertanya kepadanya "Apakah roh pedang Sanos yang memberimu perintah? Dimana dia sekarang Dewa? Apakah para Pangeran telah baik-baik saja sekarang?"


Apa maksud Nona Zhang Li?


Dewa Bumi & Langit tertegun sejenak "Roh pedang Sanos bukankah sedang bersama Dewi Burung? Para Pangeran tidak memberitahuku bahwa mereka pergi kemana, tapi mereka sudah membaik pagi ini."


Raja Pu Xu yang mendengar perkataan Dewa Bumi & Langit langsung terkejut dan menatap aku "Aku juga tidak tahu Paman, bagaimana bisa roh pedang Sanos bersama Dewi Burung," ucapku sambil menahan tangis karena hanya roh pedang Sanos yang dapat membantu aku mencari tahu siapa Ayahku. Paman? Kenapa mereka sangat akrab?


"Siapa sebenarnya Nona Zhang Li?" Tanya Dewa Bumi & Langit masih tidak percaya dengan apa yang ia lihat dan dengar hari ini.


"Aku harap kau dapat menyembunyikan identitasnya demi seseorang Dewi."


Apa maksud ucapan Pu Xu?Apakah ia mengetahui sesuatu tentang istriku? Aku menatap Dewa Pu Xu dengan serius lalu ia melanjutkan ucapannya "Tentu saja. Dia adalah Pu Li Que keturunan mendiang Dewi Alam Bunga yang merupakan anak dari Dewa Alam Langit."


A-Apa? Kenapa kau melibatkan aku dalam urusan istana alam langit Istriku? Apakah hal ini sungguh dapat membantumu?


Tak lama kemudian datanglah seorang pelayan bersama Pangeran pertama dan ketiga "Zhang Li? Apakah kau baik-baik saja? Apakah kau terluka?" Tanya Pangeran pertama yang tidak memperhatikan sekitarnya lalu Pangeran ketiga menyenggol tubuhnya untuk melihat kearah samping kanannya "Kenapa Dewa Bumi & Langit berada disini? Apakah kau telah mengetahui semuanya?" Tanya Pangeran pertama yang cukup terkejut saat melihat penasehat Kaisar ada disini bersama kami.


"Ada banyak hal yang ingin aku tanyakan kepadamu Pangeran."


Pangeran ketiga langsung mengajak Dewa Bumi & Langit ketempat lain untuk menjawab semua pertanyaannya.


Raja Pu Xu langsung melindungi Zhang Li dari Pangeran pertama "Apakah ini ulah Ibumu lagi? Apakah ia masih belum puas?" Tanya Raja Pu Xu dengan wajah sangat marah saat menatap Pangeran pertama. Apa maksudnya? Ada dosa masa lalu apa lagi dengan Ibuku kali ini?


"Aku tidak tahu, tapi bisakah aku berbicara dengan Zhang Li?" Pertanyaan Pangeran pertama tidak digubris dan Raja Pu Xu menyuruhnya langsung mengatakan semua itu di hadapannya sekarang juga.


"Aku meminta izin untuk menikahi Zhang Li karena sebenarnya Dewi Burung hamil bersama Rong Xu dan ia meminta bantuanku untuk menutupi hal ini sampai anak itu lahir, tapi aku sungguh tidak pernah menyentuh burung liar itu sedikitpun saja tidak sama sekali."


Kenapa karakternya tidak mirip dengan Permaisuri Kaisar?


"Apakah kau berniat memanfaatkan Zhang Li karena kau tahu identitasnya?" Tanya Raja Pu Xu untuk melihat seberapa tulusnya Pangeran pertama.


"Aku tidak sama dengan Permaisuri. Aku bersumpah akan menjaga Zhang Li meskipun harus kehilangan nyawaku."


Apakah ia sungguh keturunan dan anak pertama Wei Chen?


"Hei, jangan berkata seperti itu. Aku tidak ingin menjadi janda saat anak ini lahir kau harus melihatnya tumbuh Dewasa."


Raja Pu Xu tertawa lalu ia pergi meninggalkan kami berdua, tapi ia mengirim seseorang untuk menyelidiki identitas Pangeran pertama "Apakah perkataanmu sungguh Pangeran pertama? Tidak berbohong?" Tanyaku.


"Bagaimana mungkin aku menyentuh burung liar? Sedangkan istriku yang sempurna ini menunggu kabarku?" Tanyanya sambil mengelus kedua pipiku lalu ia memelukku dengan lembut.


"Kau pandai berbicara Pangeran pertama, tapi aku sangat khawatir dengan roh pedang Sanos saat ini."


"Apakah kau tidak khawatir denganku?" Tanyanya dengan memasang wajah cemberut.


"Hanya kau yang ada dihatiku, tapi roh pedang Sanos juga penting karena hanya ia yang tahu siapa sebenarnya Ayahku."


"Tenanglah. Saat ini aku datang untuk menjemputmu dan menyelesaikan masalah ini, tapi apakah aku boleh melihat tato dibagian lehermu?"


Aku hanya mengangguk dan menunjukkannya. Tatto ini sangat mencolok, aku harus memikirkan cara untuk menutupinya "Aku dapat membantumu," ucap Dewa Bumi & langit dari belakangku lalu ia menyentuh leher Zhang Li dan seketika tanda itu hilang.


"Itu adalah jurus Ilusi mata Dewa tingkat akhir dan yang menguasai jurus ini hanya Kaisar, aku, mendiang Dewi alam Bunga, dan Dewa alam langit saja."


"Kenapa harus menghilangkan tanda lahirku?" Pertanyaanku malah membuat semua Dewa tertawa "Tidak hilang, tapi hanya ditutupi saja dan jangan bilang kepada siapapun tentang ini."


Aku hanya mengangguk menuruti semua perkataan mereka, terlihat Pangeran pertama mengeluarkan sebuah surat dengan kemasan cukup indah dan ia pergi dari hadapanku begitu saja. Aku hanya menunggunya di sini bersama Pangeran ketiga dan Dewa Bumi & Langit sambil menikmati secangkir teh hangat yang disediakan oleh pelayan istana ini. Pangeran pertama memasuki altar kerajaan Demisia "Raja Pu Xu, aku harap anda dapat menghadiri pernikahanku dan terimakasih telah mengijinkan kami memasuki wilayah negara Demisia."


"Aku harap kau dapat menepati sumpah mu Pangeran pertama."


Setelah mengantar pergi para Dewa dan Dewi, raja Pu Xu langsung membaca surat itu. Ternyata akan berlangsung pada akhir musim semi ini "Siapkan pilihan hadiah terbaik yang dimiliki oleh Negara Demisia."


Saat sampai di alam langit, Zhang Li langsung diantarkan kerumah Paman Ji Dan oleh Pangeran pertama agar ia dapat istirahat dengan tenang "Bersiaplah untuk menikah denganku," Ucapnya sambil menggenggam tangan Zhang Li, tapi perkataannya tidak dihiraukan dan ia malah terfokus melihat tato pada pergelangan tangan milik Pangeran Pertama.


Ternyata Pangeran pertama memiliki tato yang sama denganku, tapi apakah ia juga merasakan hal yang sama?


"Apakah aku sedang diabaikan?" Tanya Pangeran pertama sambil menatap aku dengan wajah kesal.


"Tidak, aku akan menikahimu. Bagaimana dengan tato milikmu? Apakah kau merasakan sesuatu saat malam itu?" Pertanyaan Zhang Li membuat Pangeran pertama tersenyum seketika.


Ia membawa Zhang Li duduk dikursi halaman rumah lalu mulai menceritakan semuanya dari pertama kali memasuki Negara Demisia sampai ia muncul tiba-tiba dihadapan Pangeran pertama secara samar. Meskipun samar-samar, tapi ia yakin bahwa itu Zhang Li karena aroma tubuhnya sangat mirip.