Alstroemeria | Dewi Bunga Lily

Alstroemeria | Dewi Bunga Lily
Galaksi Bimasakti


Aku masih penasaran dengan aura iblis yang tiba-tiba jejaknya menghilang tepat didepan kediaman Permaisuri kaisar. Jadi, setelah aku diantar kembali oleh Pangeran pertama, aku hanya berpura-pura saja masuk rumah "Mau kemana lagi kau Zhang Li?" Tanya seorang pria dari belakangku. Membuat jantungku hampir copot! Aku kira Pangeran pertama, ternyata Tian Yi.


Aku menoleh kearahnya lalu tersenyum malu "Ada barangku yang tertinggal dikediaman Pangeran ketiga. Jadi, aku harus mengambilnya sekarang."


Tian Yi berdecak "Baiklah, cepat kembali dan beristirahat."


Aku mengangguk lalu bergegas pergi, tapi saat Tian Yi sudah masuk kedalam rumah aku langsung merubah pakaianku menjadi serba hitam dan lebih tertutup agar tidak mudah diketahui oleh siapapun.


Kebetulan kediaman Permaisuri kaisar ada sebuah pohon ginkgo biloba. Jadi, aku dapat bersembunyi disana sambil mencari tahu apa yang sedang terjadi di dalam sana. Apakah ada sosok roh iblis di dalam sana? Saat ini musim gugur karena itu daun ginkgo biloba berubah menjadi warna kuning keemasan yang sangat indah. Akhirnya, aku menemukan sosok bayangan hitam itu sedang berbincang dengan Permaisuri Kaisar namun kenapa sangat aneh bentuknya?


"...Tidak usah terburu-buru adikku, kita harus menunggu waktu yang tepat."


Siapa yang ia panggil adik?Bayangan hitam itu tiba-tiba menoleh kearahku "Sial."


Aku langsung melesat pergi dari kediaman Permaisuri Kaisar.


Terlihat mata merah sangat liar menatap tajam pohon tempat aku bersembunyi. Sungguh sangat mengerikan, apakah ia iblis? Ah mana mungkin ada iblis di istana alam langit. Aku langsung merubah penampilanku dan kembali kerumah Guru, tapi aku merasa ada seseorang yang sedang mengikuti ku. Tiba-tiba saja ada yang memanggilku dari belakang "Dewi," Panggilnya dengan suara cukup lembut dan tenang.


Saat aku menoleh ada seorang pria sangat asing karena aku belum pernah melihatnya selama berada di alam langit. Ia memiliki mata yang cukup unik! Jika dilihat secara spiritual matanya berwarna merah, tapi saat dilihat dengan mata biasa berwarna hitam pekat "Ada apa?" Tanyaku sambil mencoba tersenyum kepadanya.


Tunggu...


Kenapa mata merah itu sangat mirip dengan bayangan hitam dikediaman Permaisuri Kaisar?


"Hahaha rupanya kau cukup pintar gadis kecil, tapi bagaimana kau dapat menembus jurus ilusi milikku?" Tanyanya dengan tatapan dingin dan bengis.


"Bukankah seorang Dewi sangat mudah untuk melihat jurus ilusimu Dewa?" Tanyaku dengan berpura-pura tenang.


Angin bertiup sangat kencang, bahkan membuat rambutku seketika menjadi langsung berantakan dan tak beraturan.


Apakah aku telah menyinggung lelaki ini? Aku rasa begitu!


"Hahaha apakah sekarang kau sedang meremehkan aku Dewi?" Tanyanya sambil mengeluarkan pedang Sanos ditangan kanannya, tapi tidak menyerangku.


Apakah ia sedang menggertakku? Ah sialan, apakah ia sekelompok dengan Dewi Burung? Sungguh sangat menyebalkan sekali "Jika kau dapat menangkis 3 gerakan pedang baruku ini, maka malam hari ini aku akan melepaskan mu Nona Zhang Li."


Aku tidak dapat berpikir banyak karena ia dapat membaca pikiranku. Jadi, aku tidak akan mengeluarkan senjata apapun malam ini agar tidak mengungkapkan identitasku "Baiklah ayo kita mulai."


Roh pedang Sanos langsung menghunuskan pedangnya ke arahku, sedangkan lelaki menyebalkan itu hanya melihat kami saling menyerang...


"Ah sial!" Pekik ku secara reflek karena saat ini lenganku tergores ujung mata pedang Sanos.


Apakah ini rasanya terkena serangan pedang Sanos? Sungguh sangat menyakitkan!


Kenapa aroma darah wanita ini tidak asing untukku? Ah sial, kenapa kepalaku sangat sakit?


Tiba-tiba roh pedang Sanos menghilang dan pedang Sanos jatuh ketanah begitu saja, padahal baru dua gerakan saja "Apakah pedang barumu masih belum terlatih Tuan? Ah sudahlah, aku harap kau menepati janjimu."


Aku langsung teleport masuk kerumah Guru, sebelum ia menjawab perkataan ku. Kenapa alam langit dapat meluluskan Dewi sangat tidak tahu aturan seperti itu? Apakah ia hanya beruntung? Hahaha sudahlah.


Lagi pula jika ia tahu siapa sebenarnya aku, pasti akan bersujud dan meminta maaf kepadaku. Aku rasa ia tidak berbahaya untuk rencana besarku. Lebih baik aku mengurus roh pedang bodoh ini, sungguh menyusahkan aku saja!


Terasa seperti ada yang meraba pipi kananku dengan sangat lembut, tapi hal ini membuatku tersadar dari tidurku dan membuka mataku lebar-lebar "Apakah aku mengganggu tidurmu? Istriku?" Tanyanya sambil tersenyum lalu mencium keningku.


Sial! Kenapa perasaanku sangat kacau saat melihat senyumnya? Ayolah Zhang Li masih sangat pagi "Ada apa? Aku masih mengantuk, bisakah nanti saja berbicaranya?" Tanyaku sambil menguap.


Pangeran pertama memasang ekspresi wajah kecewa sambil menatapku lalu ia juga tiba-tiba mengeluarkan sebuah kotak di tangan kanannya "Padahal aku mau memberi hadiah kepada istriku, bahkan hadiah ini tidak akan ada dialam semesta."


Pangeran pertama mengelus kepalaku lalu berdiri, seperti akan beranjak pergi dari kamarku "Baiklah lanjutkan tidurmu Istriku, jika sudah tidak mengantuk temui aku."


"TUNGGU!" Ucapku dengan semangat lalu merenggangkan tubuhku agar tidak mengantuk.


Pangeran hanya tersenyum kepadaku lalu aku memeluknya untuk merasakan hangat dari tubuhnya di pagi hari ini "Jadi apa hadiah yang akan kau berikan kepadaku?" Tanyaku sambil mendongak keatas untuk menatap wajah Pangeran pertama.


Dewa Es menemui Dewi Takdir untuk meminta jawaban yang telah ia tunggu dari kemarin, terlihat Dewi Takdir sedang duduk dihalaman rumah sambil menikmati secangkir teh hangat dan membaca sebuah buku takdir "Apakah hari ini akan ada kabar baik untukku?" Tanya Dewa Es kepada Dewi Takdir.


Ia hanya tersenyum lalu mempersilahkan Dewa Es untuk duduk dan menikmati teh bersamanya "Teh ini bercampur kekuatan spiritual yang akan membuatmu mengingat masa lalu mu, saat menjadi manusia fana. Apakah kau siap untuk tetap tenang dan tidak membalaskan dendam mu jika mengetahui kesalahan itu?" Tanyanya dengan tatapan serius dan ia menahan teh yang ada dihadapanku.


"Baiklah."


Setelah meminum teh, Dewi Takdir mengarahkan kekuatan spiritual kedalam buku takdir lalu aku merasakan pusing yang sungguh luar biasa...


Setelah kenyang, aku langsung dibawa Pangeran pertama ke kediamannya lalu ia memberi perintah pengawal pribadinya agar tidak ada seorangpun yang menggangu mereka meskipun ada hal penting laporkan saja dahulu kepadanya. Baru setelah kami berdua selesai, Xai memberikan laporan secara pribadi kepada Pangeran. Woaah, suamiku sungguh sangat mengetahui kelemahan ku!


"Apakah kau siap menerima hadiah istimewa ini, istriku?" Tanyanya dan aku langsung mengangguk saja. Akhirnya, ia mengeluarkan kotak yang berada di tangannya tadi. Setelah di buka ternyata berisi sebuah buku.


Aku membaca judul buku itu "Jurus Perisai embun malam?" Tanyaku sambil menatapnya ragu karena jurus ini hanya Pangeran pertama yang dapat menguasainya dan jurus ini dibuat langsung olehnya, jangan bilang ia akan mengajari aku jurus ini? Ah mana mungkin aku mampu menguasainya.


"Mengapa istriku tampak sedih? Aku yang membuat jurus ini, tentu saja aku dapat membuatmu menguasainya karena kau istri sahku dialam langit."


"Kenapa kau sungguh manis Pangeran? Apakah kau menyembunyikan suatu rahasia dariku? Kebaikanmu malah membuat aku jadi berpikiran yang tidak-tidak."


Pangeran pertama langsung mendekat kepadaku, aku kira ia akan menyentil dahiku lagi! Ternyata ia memberikan kekuatan spiritual miliknya kepadaku dan ntah kenapa aku langsung ingin memeluknya kembali "Aku sudah memberimu 1.000 tahun kekuatan spiritual perisai embun malam. Jadi, berlatihlah aku akan membimbing mu hari ini."


Aku menggeleng pelan "Tunggu, aku masih ingin memelukmu."


Kenapa Zhang Li menjadi sangat hangat? Tidak sedingin biasanya, bahkan sekarang ia berani memelukku langsung. Apakah karena ia sedang mengandung? Jadi sangat manja seperti ini? Sungguh membuat perasaanku tidak tega meninggalkannya.


"Baiklah, aku akan senantiasa menunggu istriku hingga bosan memelukku saat ini."


"Bagaimana mungkin aku bosan memelukmu? Bahkan tidak melihatmu sehari saja aku sudah sangat merindukanmu."


"Siapa yang mengajari istriku hingga belajar dengan baik membuat kata-kata indah untukku begini?" Tanya Pangeran pertama untuk menggoda Zhang Li.


Zhang Li langsung mendongak keatas untuk menatapnya "Kata-kata ini sungguh tulus aku ucapkan dan keluar dari hatiku langsung Pangeran Pertama."


"Baiklah, baiklah!" Ucap Pangeran pertama sambil terus mengelus rambut Zhang Li perlahan.


Zhang Li cukup lama memelukku dengan sangat erat lalu ia menyudahinya dan mengajakku berlatih. Memang Guru dan murid sama saja, berlatih sangat keras jika memiliki kemauan namun sangat malas jika tidak ingin. Bahkan hari sudah malam ia tetap berlatih sambil melihat ke arahku sesekali, terkadang aku masih tidak percaya bahwa surgawi memilihnya sebagai jodohku karena ia sungguh sempurna untuk garis keturunanku, sedangkan aku hanya anak dari Kaisar dan seorang Dewi Malam dibagian Utara. Sebenarnya, aku sudah tahu lama bahwa Permaisuri Kaisar bukan Ibu kandungku namun bagaimanapun ia tetap kembaran Ibu. Jika melihatnya sama saja aku melihat Ibu kandungku bukan?


Zhang Li melambaikan tangannya didepan wajahku dan membuat lamunanku buyar seketika "Kau sedang memikirkan apa?" Tanyanya dengan raut wajah khawatir dan aku langsung mendekap tubuhnya untuk teleport ke galaksi bimasakti yang selama ribuan tahun ini aku jaga sendirian setiap malam.


"Woaaahhhh!!!" Ucap Zhang Li dengan tatapan kagum kepadaku lalu ia berkeliling menatap keindahan galaksi Bimasakti yang berbentuk spiral besar ini.


"Galaksi Bimasakti adalah galaksi spiral yang besar dan di dalamnya terdapat Tata Surya, tempat planet Bumi beredar mengelilingi matahari. Matahari mungkin salah satu dari sekitar 200 miliar sampai 400 miliar bintang yang membentuk galaksi Bima Sakti. Galaksi spiral ini membentuk piringan bintang-bintang yang berotasi, materi antarbintang..." Pangeran menunjuk sebuah bulatan besar yang ada didalam galaksi spiral ini lalu melanjutkan ucapannya "tonjolan itu adalah tempat bintang-bintang tua."


Walaupun aku tidak paham semua ucapan Pangeran pertama tentang galaksi Bimasakti, tapi aku sedikit mengerti betapa indahnya tempat yang ia jaga ini "Rupanya bintang dapat menua juga, aku kira hanya mahluk hidup saja."


"Galaksi Bimasakti juga memiliki total massa sekitar satu triliun kali massa matahari, serta memiliki diameter 100.000 tahun cahaya dan galaksi ini memiliki ketebalan 1.000 tahun cahaya."


Zhang Li hanya melongo menatap Pangeran yang sedang menjelaskan tentang seluruh kondisi galaksi Bimasakti kepadanya karena ia sungguh tidak mengerti "Kau hebat dapat memahami semua itu Pangeran, Untung saja aku hanya bertugas membasmi iblis tidak sepertimu menghitung apa saja yang ada digalaksi Bima sakti."


Pangeran hanya tersenyum lalu menjentikkan jarinya dan langsung muncul banyak cahaya yang sangat indah mengelilingi kami berdua...


Setelah tersadar dari mimpi kisah masa lalunya, Dewa Es langsung berterimakasih kepada Dewi Takdir dan ia menuju kota Gu untuk melihat sebuah makam.


"Pangeran Gu Hao." Gumamnya sambil menatap sebuah batu nisan, ternyata Gu Hao pendiri kota Gu selama ini adalah dirinya saat menjadi manusia fana.


Ia berencana untuk berada di kota Gu sampai pernikahan Putra Mahkota alam langit berlangsung lalu mengunjungi semua tempat yang pernah ia kunjungi saat menjadi manusia fana untuk mencari tahu siapa anaknya dan istrinya karena sudah lama ia merasakan keganjalan itu, mungkin saja belum terlambat untuk bertemu anaknya...


Wang Yu mengejutkan Ayahnya yang melamun di penginapan karena memikirkan cara untuk menemukan anaknya "Ayah, ada masalah pada perisai kota. Aku tidak dapat memperbaikinya dengan kekuatan spiritualku!"


Dewa Es terpaksa kembali ke istana untuk memperbaikinya dan menunda pencarian anaknya.