
Kini di rumah Jaemin yang setengah nya sudah menjadi abu, tinggal nya Nakamoto Yuta dan dua psikopat berkedok sahabat. Sementara tubuh sekarat Jaemin di bawa oleh Taeyong entah ke mana.
"Kalo itu mau lo Chan, mending bunuh gue aja sekarang!" ketus Yuta. Dia melirik Haechan dengan pandangan kesal.
Haechan terkekeh mendengar ucapan Yuta yang mengisyaratkan kalau pemuda itu sudah menyerahkan hidupnya pada pemuda Lee itu. "Nggak semudah itu Yuta! lo harus menderita dulu!"
Haechan tersenyum. "Akan gue buat lo sangat menderita. Akan gue siksa lo sekeji mungkin, gue bakal bakar sebagian tubuh lo lalu gue kuliti secara perlahan. Akan gue isi sisa hidup lo dengan penderitaan tak berujung sampe-sampe jiwa lo menganggap kalau kematian adalah jalan keluarnya. lo harus menangis meminta untuk di habisi. lo harus meraung dan bersujud ke gue. Dan setelah itu gue bakal berikan apa yang lo minta"
"Ah! nggak. Gue datang bukan karena permintaan lo, itu semata-mata karna rasa bosan. Gue bakal bunuh lo Yuta saat jiwa gue muak lihat wajah pemuda arogan seperti lo!" seru Haechan terlihat begitu bersemangat.
Seringai kejam ia keluarkan. Menatap sang lawan bicara yang tengah balas menatapnya dengan tatapan jijik.
Bukan. Bukan tatapan itu yang ia mau. Dia mau Yuta menatapnya takut. Yuta harus putus asa. Haechan mau dia menatapnya dengan pandangan seolah-olah pemuda Nakamoto itu amat menginginkan belas kasihan darinya.
Yuta, dia ternyata lebih licik dari perkiraan Haechan. Dan sepertinya Haechan harus mengeluarkan tenaga ekstra guna meluluhkan nya.
"Lo harus tau apa yang dinamakan penderitaan!" tuntas Haechan.
"Kematian para member NCT dan anggota Dream" desis Yuta. Dia mengangkat kepalanya agar targetnya mengalihkan perhatian padanya. "Itu yang lo mau. Jadi bunuh gue sekarang. Setelah itu kalian bisa bunuh diri atau saling bunuh mungkin. Kalian kan juga bagian dari NCT. Akan lebih menyenangkan jika gue bisa jadi penontonnya!" seru Yuta.
Kedua mata Haechan membulat sempurna. Saat dirinya menatap objek ucapan Yuta tadi. Itu Jaehyun. Yuta menargetkan Jaehyun, bukan dirinya.
Entah apa tujuan pemuda bertumbuh semampai itu mengatakan hal itu pada Jaehyun. Tapi Haechan bisa memastikan jika sesuatu yang buruk bisa saja terjadi. Dia tak menyangka jika omongan ambigu dari bocah didepannya itu mampu mengukir sebuah senyuman Idi bibir pemuda Jung didepannya itu.
Jaehyun tersenyum lebar. Itu lebih ke arah smirk kegembiraan. Sepertinya pemuda itu baru saja mendapatkan rangsangan hebat.
"lo punya pistol maupun pisau. Akan lebih mudah jika keduanya digunakan secara bersamaan. Andai saja gue bisa bertahan sampai saat itu tiba, gue pasti nggak akan menyesali kehidupan menyedihkan ini sebelum pergi!" cibir Yuta begitu santainya.
Haechan sadar betul kalau ucapan Yuta barusan bisa saja memancing emosi Jaehyun untuk segera beraksi. Ralat, bukan emosi namun nafsu membunuh dalam diri Jaehyun.
Haechan tau betul seperti apa Jaehyun. Sifat dan sikapnya. Ia cukup kenal pemuda itu. Banyak yang ia ketahui mengenai pemuda Hamada itu. Tentunya selain penyakit langka Jaehyun. Haechan mengetahui hampir semua tentang Jaehyun.
Dia pasti ingat cara memancing jiwa psikopat dalam diri Jaehyun. Cukup dengan menceritakan hal mengerikan maka Jaehyun akan cepat terangsang. Tapi ingat, jangan lupakan emosi. Jaehyun pasti gembira begitu mendengar sesuatu yang berbau emosi.
"Jadi, hal apa yang udah lo beri?" tanya Yuta. "Kepuasan seperti apa yang udah dia tawarkan?"
"DIAM BERANDAL!!" teriak Haechan kesetanan. Dia kemudian menerjang tubuh Yuta dan memberikan pukulan secara membabi buta.
"Bedebah sialan lo Yuta!!!" desis Haechan kini sudah berada di atas tubuh Yuta. Pemuda itu masih saja menghujani pukulan ke tubuh Yuta.
Sedangkan Yuta?
Pemuda itu tak menampik barang satupun pukulan yang Haechan beri. Dia justru mengurangi senyum penuh kemenangan.
"Persetan Yuta! Berhentilah tersenyum atau gue remukkan seluruh tulang lo!" ancam Haechan. Namun dengan santainya, pemuda itu menjawab ancaman itu dengan ucapan.
"Kita lihat aja siapa yang bakal hancur lebih dulu. lo atau gue!" kata Yuta. "Gue yakin jiwa lo pasti tengah ketakutan karna Jaehyun bakal beraksi sebentar lagi. Kita lihat aja Chan, lo atau gue yang bakal mati ditangan Jaehyun"
Si*l!!! ini yang di namakan senjata makan tuan. Haechan sudah hilang kesabaran.
BUG !!
BUG!!