
Yuta tengah berjalan dengan santai bersama Jaehyun sebelum dikejutkan dengan kehadiran orang yang mengaku paling sial sedunia. Penampilannya berantakan, ada banyak debu diwajahnya serta pakaiannya yang lusuh persis kayak gembel.
Yuta meliriknya dengan sadis. Mengangkat tangan kanannya mencoba menutupi hidungnya supaya tak terkontaminasi oleh virus yang dia bawa.
"Minggir! gue mau lewat" sarkas pemuda bermarga Nakamoto itu. Ia juga mengayunkan kedua tangannya guna menyingkirkan tubuh lusuh dihadapannya itu.
"Woy Yuta!" maki orang tersebut yang membuat langkah keduanya terhenti. Orang itu kemudian segera pergi kehadapan kedua temannya yang masih stay membelakanginya. Tangannya lalu ditenteng ke kedua pinggul khas orang-orang galak kalau marah.
"Apaan sih gaje banget. Mau ngapain lo!?" ucap Yuta masih dengan nada sarkasnya.
"Ey yang sopan kalo ngomong, jangan belagu! Gue ada urusan yang mesti diomongin" ungkap Jaemin.
"Tinggal ngomong aja! Gue ada urusan penting, cepet ngomong!!!" suruh Yuta tanpa menatap wajah lawan bicaranya.
"Apa maksud lo nyulik ka Haechan? lo beneran nyulik dia?" tanya Jaemin ragu. Dan langsung dapat anggukan yakin dari pemuda berambut panjang itu.
"Seriuss? Yuta nyulik Haechan?" Jaehyun bertanya.
Kedua orang yang di tanya hanya diam saling tatap. Keheningan melanda. Namun tak lama kemudian Yuta menghela napas.
"Ya iya" balasnya ringan. "Nih gue mau ngajak Jaehyun kesana, lo mau ikut kan?"
"Dih ogah! Udah nggak normal lo, masa iya nyulik Haechan?" ungkap Jaemin tak percaya.
"Jadi Yuta beneran nyulik Haechan!?" saut Jaehyun akhirnya buka suara kembali. Jaemin sontak bungkam. Ternyata hanya Yuta pelaku penculikan Haechan.
"Ikut nggak Jaem?" tawar Yuta sekali lagi.
"Nggak bisa, dia ada urusan sama gue" ucap seorang pemuda datang tiba-tiba dan langsung merangkul tubuh Jaemin.
Merasa tidak mengenal siapa pemuda disampingnya itu, Jaemin lantas menatap pemuda tersebut dengan teliti. Dia tak kalah bingungnya dari Yuta serta Jaehyun.
"Siapa lo?" tanya Yuta penuh selidik.
"Nah itu yang mau gue tanyain. Siapa lo?" tanya Jaemin ikut bingung.
Mendengar dua pertanyaan yang sama, orang itu lalu tersenyum dengan girang. Dia nampaknya menikmati atmosfer yang tercipta disini. Dimana ketiga orang dihadapannya tengah menunggu sebuah jawaban yang bisa ia tebak pasti membagongkan.
"Gue?" tanya orang tersebut memastikan."Kenalin gue sahabatnya Jaemin dari tempat lain. Nama gue Hyunjin!" sapanya sambil mengulurkan tangan kanan nya.
"H-Hyunjin? Kenal gue dimana?" ucap Jaemin masih tak mengingat siapa orang yang mengaku sebagai sahabatnya.
"Loh kok nggak inget, bukannya lo sering nanya ke Jeno siapa orang yang selalu dia temuin dimalam hari, itu gue. Sahabat kalian dari tempat lain" Pemuda yang mengaku bernama Hyunjin mencoba mengingatkan Jaemin yang masih belum ingat.
"Gue juga pernah ketemu teman lo, benarkan Jaehyun?" aku Hyunjin sontak membuat pandangan Yuta serta Jaemin langsung beralih. Sementara Jaehyun yang tidak tau apa-apa hanya bisa menunjuk diri sendiri seraya bilang,
"Gue? Lah kapan?"
Hyunjin tersenyum aneh. "Dimalam saat pesta Chenle asal lo inget. Lo jalan sendirian di taman tepat sebelum Lucas dikabarkan mati. Lo masih nggak ingat Jaehyun?"
Lalu tanpa seizin dari si empu tangan Hyunjin segera menarik Jaemin buat segera pergi dari tempat itu sesegera mungkin. Dia menggeret Jaemin pergi tanpa menunggu balasan dari kedua teman Jaemin.
Aksi penggeretan paksa itu berlangsung cukup jauh. Hingga pada suatu tempat, Jaemin mulai memberontak minta dilepaskan.
"Lepasin gue! gue minta lepasin gue! Sebenarnya siapa sih lo? Dengar, gue nggak kenal siapa lo dan asal tempat lo. Jangan maksain gue ikut dong. Lepasin gue sekarang juga kalau enggak gue bakal teriak sama orang-orang kalau gue di culik!!!" berontak Jaemin.
Dengan cepat Hyunjin langsung melepaskan pegangannya. "Berasa jadi penculik deh gue" keluh Hyunjin.
"Lah emang penculik, situ nggak ngaca apa? Lo kan tadi narik-narik gue secara paksa. Kalo bukan penculikan lalu apa namanya!?" geram Jaemin.
"Penganiayaan... maybe" celetuk Hyunjin dan langsung mendapat hadiah berupa getokan.
Rasain tuh, sapa suruh main-main sama Lee Jaemin
"Aww" erang Hyunjin mengusap-usap kepalanya. "Canda Lagian niat gue tuh baik"
"Baik pala lo peyang!" maki Jaemin sejadi-jadinya.
"Slow boy, tenang!" kata Hyunjin mencoba menenangkan. "Pembunuhnya, dia ada didekat lo tadi. Elo inget kata-kata Kun kan, kalau orang yang bunuh serta membakar rumah Winwin memiliki tanda sayatan di bagian tangannya. Dia orangnya, pembunuh sebenarnya ada di sekitar lo"
"Darimana lo tau Kun ngomong itu ke gue?"
"Karna gue yang nyuruh. Lo ingetkan kalo Jeno bertingkah mencurigakan selama ini. Itu karna gue yang nyuruh dia buat nyari bukti. Dan bukti itu udah ada ditangan Jeno tinggal lo yang ambil dan serahin itu ke polisi" ungkap Hyunjin.
"Tungu dulu, tunggu sebentar! Tadi lo bilang kalo lo nyuruh Jeno buat nyari bukti dan itu sudah ada. Jadi gue yang harus ambil itu..." tanya Jaemin.
"Yep, betul sekali!"
Jaemin mengusap tengkuknya pelan. Kebingungan kini memenuhi isi kepalanya. "Itu artinya lo udah tau dong siapa pelakunya?"
"Pintar" jawab Hyunjin cepat.
"Jadi?"
" Dia di sekitar lo. Dia suka sembunyi, jadi lo harus pinter-pinter biar bisa nangkep dia. Seseorang dengan tanda sayatan di tangannya" papar pemuda itu.
"Stop ngomongin tanda sayatan! Kasih tau aja siapa namanya!" pekik Jaemin emosi. "Yang gue tau cuma Haechan yang punya luka di lengannya. Gue pernah liat luka sayatan itu, tapi gue nggak tau siapa orang nya, dan gue nggak kenal"
"Ah benarkah? sayang banget padahal dia ada di sekitar kalian"
Jaemin menepuk dahinya saking kesalnya. Menghadapi Hyunjin ternyata lebih menguras emosi ketimbang menghadapi pemuda bermarga Nakamoto. Ternyata dia lebih lemot daripada perkiraannya.
"Jangan bilang kalo lo-" ucap Jaemin terhenti saat tiba-tiba tangan Hyunjin membekap mulutnya dengan cepat. Pemuda dihadapan Jaemin juga bertingkah aneh dengan tersenyum layaknya penyihir yang telah menemukan tempat persembunyian dari putri salju.
Jaemin merinding dibuatnya. Dia menelan ludahnya sendiri guna mengurangi rasa takut yang menjalar ke tubuh.
"Sstt! Gue tau kok siapa pelakunya tapi kalo di spill disini nggak akan seru" pungkasnya lalu tersenyum kembali. Jaemin pun ikut tersenyum namun sebuah itu senyum canggung.