The Sweet Revenge

The Sweet Revenge
5.


Keesokan harinya, Dewa datang ke rumah sakit tersebut untuk menjaga adiknya. Tentunya David and Meisya sohib dari orok Dewi pasti ikutan untuk menjaga sahabat dari kecilnya itu.


Nolla sudah di jemput sama Arnold, pagi tadi. Sedangkan Azka masih menunggu Dewi yang emang enggan bangun sampai kakak dan sahabat sahabatnya datang menggantikan tugas Azka yang dini hari tadi menjaganya.


" Hai bro! Gimana ceritanya ini.anak bisa di tempat kamu?" tanya Dewa menyelidik. Namun Azka hanya mengedikkan bahunya karena memang ia tak tahu.


" Jangan jangan?"


" Sudah jangan dibahas! Pamela meminta putus dariku gara gara aku memilih nolong adek kamu. Tapi malah sekarang adek kamu nyuekin aku! Padahal biasanya nempel kayak perangko." kata Azka sedikit kesal karena sikap Dewi yang datar dan dingin dengannya. Kenapa kesal? Harusnya senang kan ya? Bisa bebas dan lepas dari perhatian receh dan kadang membuatnya jengah.


" Ha ha ha maapin adek gue bro! Tapi kamu harusnya senang dong. Kayaknya dia udah move on.Emang kamu kasih apa?" tanya Dewa yang melihat adeknya bahkan tidak melirik ke arah Azka. Padahal Dewi tuh ga ada hari yang ga merhatiin Azka.


" Gak tau tuh! Kesambet kali si Ay!" katanya dengan nada kesal. Lalu Azka memilih untuk pulang saja daripada dia dicuekin sama Dewi. Entah ia salah apa sama anak itu. Biasanya dia akan nempel mulu kayak cicak, sekarang beda banget.


Setlah Azka pamit pulang dan dijawab dengan ketus sama Dewi, membuat sohibnya penasaran dong! Kemarin aja masih nempel nempel, mau beliin kado ratusan juta, sekarang? Dingin banget kayak kulkas.


" De, emang kamu ditolak?" tanya Meisya dengan langsung tanpa basa basi.


" Enggak!"


" Lalu kenapa kamu manyun dan ngeselin? Biasanya nempel mulu kayak cicak." kata David yang keheranan.


" Eh Vid aku masukin jurnal magangku ke jogja tempat perusahaan kamu ya?" katanya sambil mengalihkan perhatian.


" Lhah kamu kan dah di kak Azka ngapain pindah? Nilai kamu jaminan dah di tempatnya dia. Pasti bagus!!!" kata David yang bingung sama tingkah sohibnya yang tetiba berubah.


" Aku mau pindah ke jogja dan kamu harus bantu aku." kata Dewi memaksa.


" Apaan sih? Kenapa?"


" Enggak apa apa,aku bosan di Jakarta. Itung itung liburan sama kamu di jogja." kata Dewi kepada David.


" Lha aku gimana kalau kalian pergi?" tanya Meisya kesal.


" Ya kalau mau ikut ya hayuk!" kata David yang rupanya tak curiga dan menganggap kalau Dewi hanya ingin liburan jauh dan mengatasnamakan jurnal magang.


" Asyik!! Tapi kamu jangan bilang papa ya..." kata Dewi dengan senang.


" Hushhhhh, kepo!" kata Dewi sambil mengusir kakak kandungnya itu dengan gayanya yang ngeselin.


" Ini pasti ada hubungannya dengan tiba-tiba kamu keluar dari magang kamu di tempat Azka? Iya kan? Ngaku aja kamu!" kata dewa dengan nada mendesak. Ia yakin ini pasti ada hubungannya dengan Azka, tapi kenapa? Adiknya yang dulunya sangat memuja Azka sekarang berbalik terlihat sangat memusuhi dan mejauhi Azka?


"Jangan kepo deh kak!Lagian kalau ada kesempatan yang lebih baik di luaran sana kenapa harus bergantung pada orang yang jelas akan mengecewakan. Sudahlah kak, aku sudha tidak ingin menggantungkan pengharapan pada laki laki brengsek." kata De dengan nada ketus, dan ini gak pernah terjadi pada De yang memuja Azka membuat kakaknya pasti akan merasa lebih heran.


Bukan saja Dewa yang heran melihat perubahan Dewi yang aneh, kedua sahabatnya pun heran.


"Gak lagi mabuk kan?Kemarin saja kamu maksa kasih ka...."


"Diem lu, sudah jangan peduliin aku sama kak Azka, sekarang kita selesaikan dulu jurnal magang aku di Jogya, dan setelah selesai aku mau cari kerja biar duitku banyak. Hu hu aku dah bokek ni!" kata Dewi teringat kalau tabungannya terkuras abis untuk belikan kado buat Azka dengan harga yang gak murah, untuk cuman kasi yang jam cowoknya saja sedang jam yang cewe ga ikutan ia kasihkan kalau enggak dia akan tambah rugi. Mengsad!


***


Sementara itu di rumah keluarga Jayaprana, Azka merasa kebingungan sekarang. Karena Azka nanti sore harus pesta ulang tahun yang di adakan oleh mamanya tapi kan sebenarnya ia bakalan mengadakan pesta pertunangan sama Pamela, eh lha gara gara kesalah pahaman kemarin, bukannya dapat tunangan, dia malah jadi jomblo, sudah gitu ia malah sekarang dijauhi dan juga disalah pahamin oleh Dewi yang notabene adalah garis keras pemuja Azka.


Azka merasa aneh saja dengan tingkah Dewi, karena ia menganggap Dewi kayak ia menganggap Nolla, ia juga sayang kepada Dewi sama seperti ia menyayangi Nolla.


Ia tahu kalau Dewi memujanya dan menginginkan ia sebagai pacar, namun ia saat ini hanya menganggap Dewi sebagai adeknya.


"E apa ini?" gunamnya lirih karena ia baru saja menendang sebuah boks warna hitam yang cukup lumayan gede, dan setelah ia lihat ternyata ia melihat kalau boks itu berisi kue ultah yang cukup menarik untuk diicipin, karena selain dari merk toko kue yang terkenal dan mahal, bentuk nya itu gemesin banget. Buah buah yang bergerombol di atasnya itu menggoda untuk di ambil dan di makan.


"Lha apa lagi ini...." monolognya lagi, karena ia melihat ada boks kecil warna hitam juga namun kali ini diujungnya dikasih pita berwarna pink dan karena ia penasaran, Azka langsung membukanya dan terkejut karena ia melihat jam Rolex couple yang sebenarnya ia juga berniat membelinya untuk hadiah pertunangan dari dirinya kepada Pamela, namun sebelum ia bisa membelikannya Pamela malah sudah meninggalkan dirinya, tinggal cincin pertunangan yang akan ia berikan kepada Pamela menjadi saksi bisu gagalnya pertunangannya bersama kekasih hatinya, yang herannya tidak membuatnya terpuruk, seakan apa yang terjadi adalah hal biasa, dan ia pasti bisa melewatinya dengan mudah. Hatinya malah lebih sakit saat Dewi mengacuhkan bahkan katanya akan pergi ke luar kota meninggalkan Jakarta. Ia lagi lagi menatap jam tangan yang ada di tangannya dan memakainya sambil tersenyum menatap jam yang saat ini melingkar di tangannya.


"Kenapa kamu mengacuhkan kakak?Apa karena Pamela? Bukankah dia juga tahu kalau aku emang berpacaran dengan Pamela?Lalu karena apa?Aku cuman gak enak kalau sampai papa Sena tahu dan berimbas pada keluarga Cemara!" Selama ini Azka berdiam ketika Dewi mendekati dirinya salah satunya karena keluarga Cemara.


Korps keluarga yang saling bersahabat sedari muda dan menikah dengan pasangannya masing masing yang sering mengadakan acara kumpul kumpul, bahkan ada yang tinggal bertetangga juga berseblahan, sehingga anak anaknya juga bersahabat dan bermain bersama, kayak Dewi dan David serta Meisya. Dirinya dan juga Dewa, Aksara dan Bella.


.


.


.


TBC