The Sweet Revenge

The Sweet Revenge
24.


Rencana pelarian Dewi sudah dipikirkan matang-matang sehingga Dewi sudah membuat Sepucuk Surat untuk berpamitan dengan mama papanya karena dirinya tidak mau dilamar oleh Azka dan membatalkan pernikahannya yang seharusnya dihelat akhir bulan ini.


Malam hari itu juga Dewi melarikan diri bersama David dan juga Meisya. Sehingga keesokan harinya ketika mamanya hendak membangunkan diri yang seharusnya berangkat kerja ke tempat Papanya, sangat kebingungan karena Mama Della tidak mendapati Dewi ada di kamarnya.


Mama Della hanya menemukan Sepucuk Surat yang menyatakan kalau Dewi tidak mau dilamar oleh Azka dan membatalkan pernikahan tersebut.


"Papaaaaa..."


"Ada apa sih mama kok ribut di kamar Dewi?" tanya ppa Sena yang masuk tergopoh-gopoh bersama dengan Dewa yang kebetulan juga hendak keluar dari kamar menuju ke ruang makan namun ketika mendengar Mamanya itu ribut-ribut di kamar Dewi dia langsung belok ke arah kamar Dewi dan menanyakan Sebenarnya ada apa sampai mamanya berteriak-teriak histeris.


"Papaaa, De.. Dewi minggat!" katanya dengan nada terbata-bata membuat papa dan juga Dewa cukup terkejut dengan pemberitahuan yang dikatakan oleh Mama Della tersebut.


"Apaa?" teriak kedua laki-laki dewasa yang saat itu berada di dalam kamar Dewi, karena terkejut dengan pernyataan yang diberikan oleh Mama Della itu.


Mama Della tidak melampaui lambaikan surat yang ditemukan di atas nakas samping ranjang Dewi di mana Dirinya sudah membaca isi dari surat tersebut.


" Apa itu ma?" tanya papa yang bingung karena Mama melambai-lambaikan surat yang sudah dibuat oleh Dewi yang berisi pelariannya karena tidak mau menikah dengan Azka. Papa Sena jadi geram dengan kelakun anak perempuannya itu. sebenarnya mereka bertiga sudah bisa memprediksi bahwa Dewi pergi bersama dengan kedua sohib kecilnya itu yang selalu bantu membantu Apabila salah satunya mengalami masalah.


Dewa sangat yakin kalau Dewi saat ini berada di salah satu rumah milik David yang ditengarai memang memiliki banyak sekali properti karena kekayaannya yang luar biasa.


Sedangkan Dewa juga tahu kalau meisia Dewi dan juga David pasti bersekongkol bersama untuk meloloskan Dewi dari tanggung jawabnya menikah dengan Asta agar hubungan kekeluargaan keluarga Cemara mereka tidak mengalami masalah.


"Dewa tahu cara tepat dan gampang supaya ke tempat kita tanpa kita harus susah-susah mencari dewi kemana-mana." katanya dengan nada santai dan ceria.


"Emang apa yang sudah ada di pikiran kamu itu, karena Papa yakin kamu sudah memiliki akal bulus untuk menaklukkan Dewi." kata papa dengan nada menyelidik. Dewa memang terkenal cerdik dan banyak akal.


" Gampang, palingan Dewa Sudah bisa memprediksi kalau Dewi itu pasti bersama dengan kedua sahabatnya yang sering menolongnya dalam suka dan duka itu lho. Nah, saat ini mereka juga mengungsi di salah satu properti milik David dan bersembunyi di sana. Kita pura-pura saja tidak mengurus masalah Dewi namun permasalahan Deni melarikan diri dari rumah ini membuat Mama menjadi sakit dan masuk rumah sakit."


"Astaga Dewa kamu malah menyumpahi Mama masuk rumah sakit?" potong Mama yang tidak terima dengan skenario yang dibikin oleh Dewa langsung protes seketika itu juga.


"Ini hanya rekayasa! Drama doang ma! Ini sebenarnya para dewa untuk membuat Dewi itu bisa sedikit dewasa dan menyelesaikannya dengan baik, karena Dewi sudah memperlakukan hal seperti ini dan mempermalukan keluarga kita maka kita putuskan saja menikahkan Aska dan Dewi di rumah sakit karena Mama sakit setelah Dewi minggat! Jadi tanda tangan surat nikahnya dipercepat saja sedangkan resepsinya tetap di akhir bulan ini." kata Dewa dengan nada tegas. Sebenarnya Azka sudah pernah bilang dengan Dewa permasalahan antara dirinya dan juga Dewi. Dan kalau menurut sudut pandang dari dewa sendiri, dalam hal ini mereka berdua sama-sama salahnya.


Tapi Aska sendiri menurut dewa adalah orang yang baik mungkin itu hanya Sisi kelaki-lakiannya saja yang menginginkan kesempurnaan seorang wanita Sama juga seperti dirinya sendiri yang sampai sekarang ini belum memiliki pasangan karena memang dia mencari sempurna seseorang wanita yang akan dijadikan pasangan hidupnya.


Menurut Dewa, hal ini adalah kesalahpahaman yang perlu diluruskan antara Aska dan juga Dewi, ya Dewi seharusnya tidak lari-larian seperti ini.


" Papa Setuju dengan skenario Dewa! Gimana sama mama?" tanya Papa Sena dengan nada penuh harap karena kali ini dia juga ingin membuat Dewi belajar agar tidak melarikan diri dari kenyataan.


"Baiklah Mama menurut apa yang menjadi pengaturan dari dewa." kata mama della dengan nada santai.


" Baiklah kalau begitu kalian urus saja urusan di rumah, sedang Dewa akan mengatur urusan dengan Aska sehingga Mama bisa secepatnya melakukan drama yang skenarionya akan segera Dewa buat," kata Dewa dengan cepat, lalu ia langsung menghubungi Azka dan membicarakan masalah pernikahan kilat yang akn dilakukan di rumah sakit, dimana nanti mama Della akan pura pura sakit.


***


David memasuki ruangan apartemen nya dimana Meisya dan juga Dewi tampak sedang bercanda sambil memakan cemilan yang diberikan oleh David.


"Gawat De.... Gawattt!!" katanya dengan nada panik.


"Ada apa Vid!" tanya Dewi yang tampak ikut panik gara-gara wajah David yang ketakutan dan juga mengalami panik.


"Tante.. eh mama Della..."


"Ada apa dengan mama aku! Jawab, Vid jangn bikin aku ketakutan ya?" kata Dewi dengan nada kesal karena David tampak kebingungan Bagaimana menjelaskan sama Dewi tentang kondisi mamanya yang masuk kedalam Rumah Sakit gara-gara menemukan surat Dewi yang minggat ke apartemen David.


" Mama kamu, pingsan dan saat ini dibawa ke rumah sakit ... takutnya kata papa Sena, kalau mama Dela kena serangan jantung gara gara minggatnya kamu." kata David dengan suara terbata-bata karena dia juga bingung saat menjelaskan kondisi Mama Della yang kemudian jatuh pingsan gara-gara membaca surat dari Dewi.


"Aduh gimana ini kok malah jadi kacau begini?" kata Meisya yang ikutan panik gara gara berita yang dibawa oleh David.


"Yang bener, Vid? Aku harus segera kesana!" kata Dewi yang saat ini sudah mencucurkan air mata gara-gara berita yang dibawa oleh David itu membuat dirinya sangat terkejut. Dewi akan merasa sangat bersalah Kalau sampai ada apa-apa dengan mamanya akibat Apa yang dilakukannya itu. Dewi rela saja menikah dengan Azka asalkan mamanya dan Papanya baik-baik saja. sejarah Dewi juga rela kalau sampai dia harus hidup bersama dengan orang yang sudah menghinanya begitu rupa asalkan mama dan Papanya baik-baik saja.


.


.


.


TBC


Hai Readers, makasih buat cintanya dengan cerita ini..


Jangan lupa untuk tetap kepo karena kepo itu gak dilarang... Asal kasih LIKE, VOTE, GIFT Dan komennnnn yang banyak!!! Makasihhhhh, and Happy reading!!