
Apakah benar hanya cinta Aldo yang begitu dalam sama Dewi dan Azka tidak seperti itu?
Semua perkataan yang ada di ruangan Aldo tadi David sengaja rekam supaya Dewi bisa mengerti apa yang Aldo rasakan. Dan tentu saja untuk membuat Azka mengerti kalau Dewi ada laki laki Azka juga melakukan hal yang sama, mungkin tidak se extrem Aldo namun cintanya sama besarnya.. mungkin. Kalau ada prahara menyerang Azka dan Dewi apakah Azka bisa mempertahankan cinta nya dengan Dewi?
Setelah Aldo menunjukan email alamat dan no telepon dari Pamela, ia langsung mencoba untuk menghubungi Pamela dan mengajak Pamela bekerja sama dengan dirinya. Pamela kembali sama Azka dan Dewi sama Aldo, percaya atau tidak, saking tak sabarnya Aldo bahkan menghubungi Pamela di depan David. Itulah sebabnya David memberitahukan Dewi saat di Dewi di butik agar Dewi bersiap menghadapi berbagai macam kemungkinan yng akan terjadi.
"Halo, this is Pamela speaking, " ( Halo, ini adalah Pamela yang berbicara ) sahut wanita dengan suara manja menggoda. Menurut info yang didapatkan oleh detektif, kalau Pamela sekarang sedang mengalami masalah dan masa sulit karena karirnya mulai redup. Dulu setelah ia berpisah dengan Azka ia masih memiliki beberapa kontrak dan masih banyak laki laki yang mau sama Pamela, karena mungkin usia Pamela beranjak tua, maka tak banyak tawaran lagi bagi Pamela. Ini ingin dimanfaatkan aldo untuk menggosoki Pamela agar mau bekerja sama dengan dirinya.
"Hai this is Aldo, and i know that you can speak bahasa, can we talk ini bahasa?" ( Hai, ini Aldo, dan saya tahu kalau kamu bisa berbicara dalam bahasa Indonesia, jadi bisakah kita berbicara dalam bahasa iNdonesia?) tanya aldo menginginkan komunikasi yang lebih baik dengan bahasa Indonesia, tentu saja Pamela menyetujinya.. lalu Aldo menceritakan rencananya dan menanyakan kesanggupan Pamela.
"Jadi gimana dengan tawaranku?"
"Apa mungkin kalau Azka masih menyukaiku? Karena ketika aku meninggalkannya setahun yang lalu, ia bahkan tak mengejar dan meminta maaf sama aku kok!" sahut Pamela yang kebingungan, karena kalau ditanya secara dirinya tentu saja ia menyesal saat hari itu ia menolak Azka karena sekarang ia kena karma, kariernya meredup dan tak ada yang mau dengannya sekalipun ia cantik dan seksi, entah kenapa seabnya,
"Ya, harga diri seorang laki laki teriris dengan apa yang kamu lakukan, meningalkan Azka saat ia butuh kamu." bujuk Aldo dengan nada datar, membuat David bergidik ngeri, betapa luar biasanya perjuangan Aldo. Ia masih saja merekam pembicaraan itu. Ia tak setuju Aldo melibatkan Pamela, oleh karena itu ia butuh ada bukti untuk membuat Dewi percaya kepadanya kalau Aldo sampai berbuat seperti ini saking cintanya.
"Oke seandainya aku setuju, apa yang akan aku dapatkan?" tanya Pamela. Ia bukan hanya butuh cinta tentu saja. Ia juga butuh uang dan jaminan sehingga ketika ia gagal ia tetap masih bisa mendapatkan untung kan?
"Kamu kan sekarang ga laku, eits kamu jangan marah dulu! Aku sudah menyelidiki income kamu dan emang kamu udah gak banyak dipakai kan? Maka aku akan memberi penawaran... gimana deal?" tanya Aldo yang menawarkan sejumlah uang untuk kepentingan memuluskan percintaanya dengan Dewi. David hanya bisa menggelengkan kepalanya karena ia benar benar gigih dalam keinginannya dalam mendapatkan Dewi.
Semakin hari ia semakin merasa jatuh cinta dengan Dewi, David merasakan kalau itu sudah berubah menjadi sebuah obsesi bagi Aldo untuk mendapatkan Dewi.
"Baiklah!" tiba tiba Pamela menyetujui.
"Oke aku akan mengurus segalanya termasuk tiket dan akomodasi, kamu tinggal menunggu kabar dariku saja, nanti asistenku yang akan megaturnya." kata Aldo sambil menutup panggilan teleponnya karena ia sudah merasa mendapatkan apa yang ia inginkan.
David menggelengkan kepalanya karena ia mulai jengah dengan apa yang dilakukan oleh Aldo.
"Do, apa yang kamu lakukan mulai terlihat kalau kamu hanya terobsesi mmendapatkan Dewi karena kamu mungkin takut kalau Azka menyakiti Dewi dan kamu ingin menjadi pahlawan bagi Dewi. Di dalam istilah kejiwaan, disebut sebagai Hero complex. Sadar Bro!Aku mengerti kalau kamu ingin menyelamatkan Dewi tapi Dewi bisa menyelamatkan dirinya sendiri. Ia punya papa mamanya yang powerfull dan bisa menyelamatkan Dewi dari Azka." kata David yang membuat Aldo terpekur karena memikirkan nasihat dari temannya itu.
"Aku pulang dulu bro, pikirkan apa yang aku bilang!Jangan sampai Pamela malah mencelakakan Dewi dan kamu akan menyesal karena ternyata dari kamulah Dewi terluka." kata David lagi sambil pulang tanpa lagi menoleh ke arah Aldo yang masih setia menatap punggung temannya itu dengan pikiran yang melayang.
"Halo De.."
"Oh hai Vid, ada apa sih, kok kayak suara kamu cemas gitu?" tanya Dewi dengan anad sedikit pelan karena ia saat ini ada di butik bersama Azka dan mama mertuanya.
"Aku baru saja dari tempat Aldo seperti titahmu." kata David sambil menghela nafas, membuat Dewi curiga..
"Kenapa?Apa ada masalah?" tanya Dewi lagi.
"Aldo akan mendatangkan sekutu, yaitu Pamela."
"Apa?"
"Ini gawattt De, kamu jangan diam saja karena ini menyangkut kelangsungan pernikahan kamu" lanjut David lagi membuat Dewi merasa ia harus memastikan sesuatu.
"Lalu aku harus bagaimana Vid? Aku tidak menyangka kalau kak Aldo akan seperti ini..." keluh Dewi dengan nada bingung.
.
.
.
BC
Cinta memang deritanya tiada akhir ~ Ti Pat Kai
Jadi jangan lupa untuk hadiah, vote dan like yang banyak ya... Komennya juga ditunggu. Spam aja deh, biar banyak komennya, kayak nopel nopel yang terkenal itu loh... he he he
Dahlah!Happy Reading!!Jangan silent reader ya, langsung like dan komen ... hadiah dan juga Vote!!!