
"Biarkan dulu ya, kakak rindu!" kata azka sambil menaruh kepalanya di bahu istrinya serta menghidu aroma manis yang ada di ceruk leher istrinya yang baru saja ia nikahi namun belum bisa ia apa apain.
Sejujurnya sebagai laki-laki normal, Azka memiliki keinginan untuk menjadikan Dewi istrinya yang seutuhnya, selain karena dirinya juga mencintai Dewi, dirinya juga takut kalau sampai Dewi diambil orang.
Namun janjinya kepada orang tua Dewi dan orang tuanya sendiri bahwa mereka tidak boleh melakukan hubungan intim sebelum pesta pernikahan dilangsungkan, entah apa yang menjadi alasan dari kedua orangtua mereka namun Azka berusaha mengikuti apa yang dikatakan oleh orang tua mereka agar berkah di dalam kehidupan rumah tangganya.
Saat ini Entah kenapa dirinya sangat takut kalau sampai Dewi jatuh ke tangan Aldo yang notabene sangat mengagumi dan menginginkan Dewi menjadi istrinya.
"Kak, jangan begini..." kata Dewi sambil Berusaha menjauh dari tubuh suaminya itu karena dia merasakan ada sesuatu yang berbeda di tubuh bagian bawah suaminya itu yang sangat ia rasakan ketika dirinya menempel tetap dengan suaminya itu.
Dewi masih ragu dan juga takut kalau sampai Aska melakukan hal-hal yang lebih jauh lagi karena dirinya sebetulnya masih ingin menegaskan Apakah benar Aska ini mencintainya atau sekedar hanya ingin mempermainkan nya.
"Ay, katakan sama Kakak Bagaimana cara kakak untuk menunjukkan kepada kamu dan meyakinkan kamu bahwa Kakak ini benar-benar sungguh menyayangi kamu bukan seperti anggapan kamu bahwa Kakak ini hanya sekedar pencitraan, menuruti kehendak mama Della karena sungkan atau ingin membalas dendam seperti niatmu itu." kata Azka dengan suara yang sangat lembut dan lirih karena dirinya terus terang saja bingung bagaimana mengungkapkan dan meyakinkan istrinya itu bahwa dirinya benar-benar tidak berbohong.
Dewi juga bingung bagaimana menjawab suaminya itu karena ada hati yang perlu dia balut terlebih dahulu karena lukanya itu masih menyisakan rasa perih yang membuat dirinya tidak mudah percaya dengan suaminya.
"Aku tidak tahu, Sejujurnya Dewi juga ingin percaya kepada kata kata kakak dan menghilangkan rasa trauma itu namun entah kenapa hal itu masih menyisakan rasa sesak di hati. Beri Dewi waktu ya..." pinta Dewi dengan nada memelas berharap supaya suaminya itu maklum dengan perasaannya saat ini.
"Ay, kakak akan beri kamu waktu seluas-luasnya untuk menyembuhkan trauma kamu dan bahkan Kakak juga akan membantu kamu untuk menyembuhkan hati kamu yang mungkin terluka akibat perkataan Pamela itu namun kakak ingin Kamu berjanji jangan pernah kamu meninggalkan Kakak dalam situasi apapun juga, Karena kakak tidak akan pernah bisa ditinggalkan oleh kamu kayak dulu. Ternyata kamu sudah mencuri sebagian dari hati kakak sehingga kakak tidak bisa lepas darimu." katanya dengan jujur namun perasaan Dewi jadi sedikit bertalu-talu karena merasa bahwa rayuan dari Aska itu mengena banget hatinya Yang Terdalam membuat debar jantungnya menggila tidak karuan sehingga wajah Dewi merona karena akibat denyut jantungnya yang tidak beraturan itu.
" Dewi tidak berjanji untuk besar berada di sisi Kakak selamanya karena kalau kakak memilih menjauh dari Dewi maka Kakak akan kehilangan Dewi." jelas Dewi dengan nada sendu karena dirinya tidak mau kalau sampai Aska menikahi dirinya tapi tidak memiliki rasa dengan dirinya Tentu saja itu akan jauh menyakitkan.
" Kakak berjanji tidak akan meninggalkan kamu bahkan menjauh dari kamu. Karena bagi Kakak oksigen hidup Kakak adalah kamu!" katanya dengan nada tegas namun bagi Dewi itu sangat tidak baik bagi kesehatan jantungnya karena ternyata dengan mendengar kata-kata rayuan seperti itu hatinya itu tidak kuat dan jantungnya berdebar begitu luar biasa sehingga seperti ingin melompat keluar rasanya.
Ekspresi wajah merona dari Dewi itu ditangkap jelas oleh Aska dan dia menyunggingkan senyum karena dia tahu bahwa Dewi masih ada rasa dengan dirinya sehingga ini bakal lebih mudah baginya untuk kembali mendapatkan Dewi seutuhnya.
"Stop menggombal dan Sekarang gantian kakak yang menjelaskan sama Dewi Kenapa kita berada di kantornya orang seperti ini kan malu..." kata Dewi sambil celinguk sana celinguk sini karena takut kalau ada orang di tempat ini yang mengetahui bahwa Azka telah meminjam tempatnya untuk berbicara bahkan meluk-meluk dirinya.
" Jangan begini posisinya, nanti kalau ada orang masuk atau orang yang lihat bakal nggak enak jatuhnya nya." kata Dewi sambil berusaha untuk bangkit berdiri dan duduk di sofa sebelahnya namun tentu saja Azka tidak akan mengijinkan hal itu terjadi karena dia tetap memegang erat pinggang ramping dari istrinya itu dan mendudukkannya di atas pangkuannya. Sehingga tentu saja Dewi bisa merasakan ada sesuatu yang menusuk dari bawah tubuhnya.
Sebenarnya Dewi tahu apa itu, makanya ia risih dan ingin duduk sendiri saja supaya ia tidak merasakan sensasi nikmat basah yang tak dipungkiri ia rasakan saat berduaan dengan suaminya dengan posisinya yang sangat intim seperti ini.
"Duduknya begini aja, Ay! Dan kamu jangan banyak gerak gerak kayak gitu karena ada yang ngilu, Ay kalau kamu banyak gerak seperti itu." kata Azka dengan suara memberat menahan rasa yang hendak menyembur keluar. Ehm!
"Kak, nanti kalau ada orang masuk malah nanti kita susah menjelaskannya. Apalgi kalau yang masuk adalah pemilik kantor ini, nanti malah kita bakalan lebih susah untuk menjelaskannya." kata Dewi sambil duduk dengan posisi yang sangat tegang Mengingat bahwa saat ini dia menduduki sebuah ranjau yang siap meledak kapanpun dia salah bergerak.
Azka tidak memperdulikan apa yang dikatakan oleh istrinya itu bahkan menarik tubuh istrinya itu untuk mendekat dan tidak berjarak sama sekali dengan dadanya sehingga Dewi bisa merasakan bahwa sesuatu yang ada di bawah tubuhnya yaitu bergerak-gerak persis di atas inti tubuhnya.
Astaga Dewi bisa gila ketakutan kalau sampai pemilik kantor ini tahu tempatnya dibuat mesum oleh suaminya, dan walau mereka berdua sudah sah namun Dewi tidak rela kalau miliknya yang berhargadiambil di tempat seperti ini dengan cara yang tak senonoh begini. Dewi memutar bola matanya dan berpikir bagaimana dirinya bisa lepas dari kungkungan tangan suaminya yang melingkar erat di pinggangnya dan wajahnya ditaruh di punggung Dewi sambil mengendus endus aroma tubuh Dewi seperti seekor anjing pelacak, membuat Dewi kegelian dan hmpir saja mengeluarkan suara ******* yang membuat Dewi bakal lebih malu lagi.
"Kak, jangan...." kata Dewi sambil menahan tangan Azka.
.
.
.
TBC
maaf ya thor potong sampai disini. Kira kira apa ya yang dilakukan Azka sehingga Dewi menahan tahan Azka?
Wk wk wk tebak tebak tak berhadiah, biarin pesta nikahannya kubuat lama karena gak ada pemasukan daari hadiah dan vote, jadi jangan lupa hadiah, vote, komen dan Like!!! Happy reading