The Sweet Revenge

The Sweet Revenge
21.


"Emang mama bisa bantu?" tanya Azka memancing. Dan senyumnya semakin merekah saat mamanya dengan sombong mengatakan bahwa tak ada yang takk bisa ia lakukan.


"Huh! jangan panggil mama Angela Pramono kalau gak bisa bikin impian kamu jadi kenyataan. Enga gadis mana yang kamu ingin taklukan dan ingin kamu miliki?" tanya mamma dengan antusias. Maklum ia ingin menjadi grandma dan punya cucu yang lucu. Anaknya udah 28 th kan, wajar menikah dan punya anak.


"Mama kenal banget kok!" katanya dengan antusias seantusias mamanya menjodohkan dirinya dengan Anggun.


" Masa?Mama kenal?Siapa?" tanya mama dengan nada ingin tahu. Iyalah ia ingat terakhir Azka punya pacar itu setahun yang lalu, yang model namanya Pamela itu doang.


" Mama kenal, anaknya keluarga Cemara." kata Azka menyambung perkataannya.


"Serius, keluarga cemara?Ya ampun siapa, Ka?" tanya mama dengan nada yang lebih bahagia lagi karena keluarga cemara itu seperti saudara yang dekat bagi keluarga Jayaprana dan Angela sendiri, jadi tentunya ia akan merasa senang kalau sampai anaknya berjodoh dengan anak salah satu member Cemara.


"Dewi Ayuningtyas. anak papa Sena dan mama Della Savitri.."


"Apa?Yang benerrrr?Sungguh?Eh iya sih Dewi sekarang bener bener seksi dan cantik pol, kemarin saja pas jadi model di tempat mama, banyak yang naksir sama dia dan ingin jadi paarnya, tapi Dewi sekarang dingin banget dan bukan hangat kayak dulu, jadi semuanya ditolak." kata mamanya memberi info tanpa ia minta tapi infonya itu bikin Azka panas dingin.


"Gimana ma?Mama setuju kan?Papa gimana ma kira kira?" tanya Azka dengan salah tingkah, ia kesal dengan kenyataan kalau Dewi banyak yang suka, pantes saja sekarang sombong banget huh!Padahal dulunya pingin banget jadi istriku.


"Setujulah, nanti mama langsung chat mama Della biar langsung dapet acc dari calon mertua.Kalau papa sih pasti setuju tanpa harus pakai proposal." sahut mamanya dengan sambil lalu karena ia langsung chatan sama mama della perihal Azka dan Dewi.


Dan tak lama kemudian, mama Della sudah menelepon mama Angela dan kemudian sibuk berdua entah ngomongin apa, tapi Azka dengar bahwa setidaknya mereka sedang membicarakan masalah pernikahan dirinya dan juga dewi. Emang emak emak itu emejing ya, anaknya aja belum bisa ketemuan, eh emak emaknya sudah membayangkan masalah pernikahan dan juga cucu, astaga!


"Azkaaaa, anak mama angela, dpat salam dari camer kamu. Dan udah sukses ya, kita minggu besok lamaran. Mama sudah siapin beberapa macam seserahan yang tadi sudah mama pikirkan barena mama Della."


"Emang Dewi udah beneran menerimaAzka?" tanya Azka dengan nada meremehkan mamanya, nanti di waktu pas lamaran Dewinya menolak bukannya dirinya bisa malu ya.


"Tenang itu bisa diatur oleh mama Della, tadi ada papa Sena juga dan ia suka dengan lamaran yang kita ajukan karena ia juga senang kalau Dewi mendapatkan orang dekat."


"Mama emang hebat..." kata Azka mmuji dan di sisi hatinya yang lain itu ia bilang, mama aja bisa atur aku dekat sama Dewi tapi aku sendiri gak bisa... ck ck ck ..


"Ya sudah sana kamu istirahat dulu, jangan lupa kamu juga harus siapin cincin pernikahan."


"Oke ma..."


Azk melangkah masuk ke kamarnya dengan pemikiran kalau sebenernya yang tadi dilakukan mamanya adalah sebuah hal gila yang pasti akan segera di tolak sama Dewi kalau ia yang melakukannya sendiri, saat itu dirancang sama mamanya langsung di acc sama mama mertuanya.


Dan akhir minggu ini ia akan melkaukan lamaran sama Dewi padahala dirinya saja mau ketemu Dewi susahnya minta ampun, malah sabtu besok bakal jadi calon suaminya. CALON SUAMIIIIIIIIIII!!


***


Di pihak lain, Tiara masih mencoba untuk membujuk Dewi agar ia mau menerima pekerjaan yang di tawarkan sama azka.


""De, itu kompennya gede loh, kamu gak tertarik, kamu cuman perlu ketemu sama ownernya saja.." kata Tiara berusaha merayu Dewi agar mengambil job yang ditawarkan oleh perusahaan Azka karena nilai kontrak kerjanya sangatlah fantastik.


Dewi memegang keningnya yang tidak pusing, tapi rengekan kan dari manajernya itu yang membuat dirinya semakin pusing karenanya. Dewi sudah membikin batasan bahwa dirinya tidak akan menerima kerjaan apapun dari perusahaan dan anak perusahaan dari Aska kalau mama Aska sih masih dia terima.


" Mbak Tiara ku sayang, bukannya aku menolak tapi aku menghindari dia, karea aku memamng aa maslaah sama dia. Jadi kamu bisa sedikit memhami aku kan?" tanyanya dengan nada memelas.


"Exactly... so soryy! Kalau ada yang lain aku pasti akan terima." katanya dengan tegas.


Jujur Dewi ingin menjaga hatinya dengan tdiak mau menerima pertemuan dengna Azka, ia takut kalau ia akan meluluh dan menerima Azka dan memaafkan azka yang berimbas gagalnya balas dendamnya.


Loh tapikan balas dendamnya ia harus bersama Azka sampai Azka bertekuk lutut dan kemudian membuang Azka sehingga Azka sakit hati.


Kayaknya dewi harus mempertimbangkan apakah ia bisa karena hati dan pikirannya sampai sekarang hnya tertuju sama Azka, makanya ia sangat menghindari pertemuannya dengan Azka, DIA BELUM SIAP!


***


"De kamu kok baru sampai rumah sih?" tanya papa Sena yang tumben tumbennya menanti anak perempuannya di depan pintu rumah.


Dewi menatap keceriaan papa Sena yang berbeda gak kayak biasanya.


"Papa sehat?" tanya Dewi sambil mencium tangan papanya dengan takjim.


"Sehat, soalnya papa bakal punya menantu." katanya dengan gembira.


"Oh kak Dewa sudah ada calon gitu? Asik dong! Siapa calonnya?" tanya Dewi dengan senang karena akhirnya kakaknya akan menikah dan dirinya akan memiliki kakak ipar.


"Loh kok Dewa sih?" tanya Dewa yang tiba tiba pulang entah dari mana.


"Wa, kamu juga dah pulang?" tanya papa Sena dnegan raut gembira dan langsung merangkul anak laki lakinya itu karena ada yang ingin ia bicarakan sehubungan dengan lamaran Azka ke Dewi tadi.


"Kenapa pa? " tanya Dewa yang curiga dengan rangkulan papanya itu karena ia dengar kata calon, buat Dewa.


"Ayo kita ngomong di ruang kerja papa karena ada sesuatu yang akan papa bicarakan sama kamu." kata papa Sena dan membuat dewi tambah senang karena itu mungkin papanya sedang membicarakan masalah lamaran buat calonnya Dewa.


Dewi senang kalau kakaknya bahagia, walau ada sedikit rasa iri di hatinya ...


Kemudian sesampainya Dewi di dalam kamar, ia menangisi kisahnya bersama Azka


.


.


.


TBC


Hai Readers, makasih buat cintanya dengan cerita ini..


Jangan lupa untuk tetap kepo karena kepo itu gak dilarang... Asal kasih LIKE, VOTE, GIFT Dan komennnnn yang banyak!!! Makasihhhhh, and Happy reading!!