The Sweet Revenge

The Sweet Revenge
20.


"Sorry, Do! Kamu jangan marah ya. Saat ini aku masih belum bisa membalas apa yang kamu inginkan karena aku msih banyak cita cita..."


"Aku akan menunggu kamu di sana." katanya dengan nada yakin. Astaga kalau Aldo sudah berkata begini, apa yang harus ia katakan?


"Kamu mesti Ingatkan, Do? Kalau aku masih punya misi untuk menaklukkan Aska, menggodanya, menjadikan dia bertekuk lutut di kakiku, lalu mendepaknya begitu saja seperti apa yang sudah dia lakukan kepadaku agar dia bisa merasakan sakitnya disia-siakan dan dikhianati." katanya dengan nada sendu kepada Aldo, dia gak mau membuat Aldo menunggu karena sebenarnya dirinya memang tidak memiliki perasaan apa-apa kepada Aldo. hatinya masih terpaku pada satu nama yaitu Langit Aska Jayaprana.


Aldo hnya mendesah mendengar apa yang dikatakan oleh Dewi.Tapi dia tetap menjawab kata-kata yang membuat Dewi menjadi orang yang paling bersalah di dunia ini.


"Aku akan menunggu selama kamu masih kosong dan bisa bersama ku maka aku akan membantumu dan jangan lupa untuk kembali padaku saat kamu sudah selesai membalas dendam!" katanya dengan nada yakin, dan jujur ini yang ia tidak suka dari Aldo. Aldo hanya terlalu gigih bagi dirinya, dia tidak bisa menolak keberaadaan ALdo karena Aldo terlalu baik padanya. Mungkin itulah mengapa Aldo menyukai Dewi. Karena perhatian perhatian kecil itulah lambat laun berubah menjadi cinta.


Ingatkan Dewi untuk menjauhi Aldo agar Aldo tidak akan semakin sakit hati dengan kenyataan kalau ia tidak menyukai Aldo, ia tidak tega untuk lebih menyakiti hati laki laki itu namun ia juga tak mau menerima kehadiran laki laki lain yang tidak mungkin bisa ia cintai.


***


Mark berhasl menghubungi Dewi lewat Tiara, manajernya yang dipercaya untuk mengurus masalah kontrak, pokoknya Dewi hanya datang dan bekerja saja.


Tapi begitu Tiara tahu kalau yang membuat janji adalah Grup list yang sudah di banned Dewi, maka dengan serta merta Tiara menolak.


"Mbak Tiara, ini nilai kontraknya fantastis banget loh, bahkan kalau si bos dan Dewinya bisa langsung letemu maka harga berapapun yang Dewi ajukan pasti langsung di acc sama pak bos. Percaya deh sama saya." kata Mark masih kekeuh membujuk rayu Tiara sang manajer.


"Saya ganti saja orangnya bagaimana? Soalnya kalau Dewi sudah pasti dan meyakinkan kalau dia tak mau." kata Tiara yang sedih melihat angka yang ditawarkan oleh Mark yang tinggi kepada Dewi.


"Nope, tentu aja angka itu hanya untuk presensi Dewi saja, gimana? ayolah, masa manajer tidak bisa membujuk Dewi melakukan iklan ini. Ini sangat mudah loh scriptnya." kata Mark mencoba bernegosiasi.


"Saya akan coba untuk merayu talent saya lagi. Karena dari awal ia memang sudah memberikan list apa apa saja yang bakalan tidak ia kerjakan, dan sayangnya itu termasuk tempat perusahaan bapak." katanya lagi.


"Baiklah, saya akan menunggu kabar baiknya." kata Mark yang masih belum putus asa melakukan apa saja asal keinginan bosnya terlaksana.


***


"Maaf bos! Dewi itu sengaja tidak mau menemui dan bekerja sama di list tertentu dan sayangnya itu termasuk perusahaan kit dan semua anak cabangnya." jelas Mark dengan nada lesu. Gayanya saat menemui bosnya itu bagaikan tentara kalah perang.


"Sialan!! Lalu bagaimana bisa ia jadi model di AN-J punya mama Angel?" tanya Azka yang nada suaranya meninggi karena Dewi yang tampak dengan ketat ingin menghilangkan namanya dari perjalanan hidup seorang Dewi Ayuningtyas, dan entah kenapa ia menjadi kesal dengan kenyataan itu.


"Karena mama bos sendiri yang mendatangi Dewi dan memohon pertolongan dari Dewi yang kala itu sedang pergi bersama dengan Nolla adik bos sendiri. "


"Apa jadi mama ditolong oleh Nolla dong?"


"Apa bos mau mencoba menghubungi adik bos saja, siapa tahu Nolla bisa membantu?" tanya Mark melihat binar antusias di wajah bos besarmya itu.


Siapa takut, toh kalau memang melalui adiknya Dewi bisa diajak bertemu maka ia tidak akan segan dan malu untuk memohon pertolongan dengan adiknya itu.


Azka lagsung mengibaskan tangannya tanda ia menyudahi pembicaraannya dengan mark dan saata ini ia sednag berusaha meminta tolong sama Nolla agar ia bisa bertemu sama Dewi, yah setidaknya ia ingin bertanya transformasinya yang sungguh menakjubkan.


"Halo dek... kakak mau nanya apakah kamu masih ada hubungan dengan Ay, ehm maksud kakak Dewi?" tanya Azka to thepoint.


"Masih, ada apa?" adiknya hanya memberikan jawaban yang dingin dan sekaligus datar, membuat Azka heran.


"BIsa kamu hubungkan kakak sama Dewi, rencananya..." Azka menceritakan keinginan dirinya untuk mengambil Dewi sebagai brand Ambassador di resort miliknya.


"Kak, aku akan mencoba mengusahakan dan tidak janji kalau Dewi bakal setuju dengan keinginan kakak itu." kata Nolla setelah ia mendesah kasar setelah mendengar perkataan dan keinginan absurd kakaknya itu.


"Loh kamu nisa udahain mama kenapa sama aku tidak?" tanya Azka sedikit sewot.


"Emang aku salah apa?" tanya Azka dengan nada terkejut.


"Ini masih masalah waktu itu yang membuat Dewi pingsan dan masuk rumah sakit." katanya dengan tegas, membuat Azka kicep seketika. Ia bukannya pelupa dan tidak tahu tentang hal itu.


"Makanya kakak ingin meluruskan." kata Azka dengan lirih sambil menatap jam tangan yang melingkar di tangannya yang menjadi saksi akan kejadian itu.


" Aku coba tapi aku gak janji!" kata Nolla akhirnya.


"Owh makasih adekku sayang."


"Inget, ini gak gratis!"


"Yailah dasar Adik mata duitan!"


"Setidaknya adikmu inilah yang bisa membuat kamu bertemu dengan Dewi kan?" katanya dengan jumawa.


"Iya iyain ajalah biar cepat."


Setekah itu Azka mematikna sambungan teleponnya bersama adiknya diiringi senyum senyum gak jelas di wajahnya yang tampan.


Tak selang berapa lama, ponsel nya berdering. Setelh melihat id callernya, yang menghubungi dirinya adalah sang mama.


"Halo ada apa ma?" tanya Azka dengan tanda ia lelah, ia tahu kalau mamanya pasti memiliki tujuan kenapa ia menelepon.


"Mama ingetin kala kamu nanti ada makan malam sama Anggun. Itu loh gadis..."


"Ma aku gak mau dijodohin."


"Kamu sekarang hampir 28 th dan masih jomblo..."


"Itu karena aku suka sama orang tapi belum berani nembak." katanya dengan cepat. Entah kenapa ada ide gila yang melambai lambai di otaknya yang membuat Azka malah tersenyum senyum sendiri mengingatnya.


"Yang bener.. jangan bohongin mama."


"Emang mama bisa bantu?" tanya Azka memancing. Dan senyumnya semakin merekah saat mamanya dengan sombong mengatakan bahwa tak ada yang takk bisa ia lakukan.


Kira kira apa yang direncanakan Azka?


.


.


.


TBC


Hay readers, maaf karena telat up soalnya akunya masih sakit, bayangin ya sehabis minum obat akunya itu bisa tidur seharian penuh sampai suamiku juga bingung, ada yang sepengalaman dengan aku gak?Share ya?


Jangan lupa untuk tetap kepo karena kepo itu gak dilarang... Asal kasih LIKE, VOTE, GIFT Dan komennnnn yang banyak!!! Makasihhhhh, and Happy reading!!