The Sweet Revenge

The Sweet Revenge
38.


"Kalian sudah mendapatkan info tentang Pamela?" tanya Aldo dengan nada mengintimidasi karena ia sudah tak sabar.


"Tentu..."


"Kirim langsung melalui email yang sudah aku berikan, aku akan mengirim sisa pembayarannya sehabis itu." kata Aldo dengan nada dingin.


Tok tok tok..


"Masuk.."


"Eh, David?Bagaimana kamu tidak bilang sama aku kalau kamu mau datang?" tanya Aldo yang terkejut melihat temannya di jogja yang menjadi jembatan antara dirinya dan Dewi datang ke kantornya, membuat ia sediri sedikit kaget.


"Iya aku mampir, rasanya aku sudah lama tak bertemu sama kamu, gimana kabar?" tanya David dengan wajah riang mendapati temannya yang sudah lama ia tak temui dan kini ia harus temui karena ada mandat dari sahabat oroknya untuk membuat Aldo sadar akan ke obsesifannya dengan Dewi.


" Buruk, Bro!!Eh tapi kamu duduk dulu." kata Aldo yang mempersilahkan David untuk duduk di hadapannya karena rasanya tak etis kalau membiarkan seorang tamu yang kemudian hanya di suruh berdiri saja.


Lalu ia mengangkat interkom yang ada di hadapannya karena Aldo ingin sekretarisnya untuk membuatkan minuman dan camilan untuk tamu yang saat ini datang untuk berbincang dengan dirinya.


"Syl, kamu bawa masuk email yang barusan masuk, dan kamu print kan dulu, dan juga minuman seperti coffee matcha late dan juga kudapan untuk tamu yang barusan datang." katanya dan tanpa menunggu jawaban dari anak buahnya ia langsung mematikan interkom untuk kembali mengajak David berbincang.


Aldo tahu kalau David adalah sahabat dekat Dewi dan ia berusaha mendapatkan simpati dari David untuk bisa membantunya mendapatkan Dewi, karena ia ingat kalau David juga tidak menyukai Azka yang dianggapnya terlalu arogan.


Tok tok tok


Sekeretars Aldo masuk membawakan minuman seperti bobba dan juga print email yang diminta oleh bosnya itu.


Sebenarnya David ke kantor aldo juga karena mandat dari Dewi tapi ia tak mungkin bilang gitu sama Aldo kan? Bisa bisa misinya gagal kalau dia berterus terang seperti itu sama Aldo.


David memantau keadaan Aldo dan isi hatinya saat ini karena dari gerak-geriknya tapi bisa menilai bahwa Aldo sedang kesel kan sesuatu, dan tebakannya adalah karena beberapa waktu yang lalu itu ditolak mentah-mentah oleh Dewi dan Dan Hampir saja terjadi baku hantam antara Aldo dan juga Azka.


Sebagai sesama teman, ia tahu kemampuan dari Aldo dan kemampuan Azka, ini kekuatannya sangat berimbang, tergantung kondisi dan nasib saja, ia pun pejuang fighter kayak mereka jadi ia sadar seberapa tangguhnya keduanya.


Setelah sekretaris yang keluar dan Aldo melihat print out email yang dibawakan oleh sekretaris nya itu entah kenapa wajah Aldo menjadi lebih terang dan berseri-seri mungkin karena isi dari print out email itu membuat dirinya sedikit berbahagia.


"Wah kamu kayakya bahagia banget lihat print out mail itu, apa ada kabar baik?" tanya David yang curiga melihat senyum mengembang di wajah temannya itu dan lagi ia juga melihat kalau wajah dari Aldo bersinar-sinar saat melihat print out email tersebut.


"Iya, aku senang karena akhirnya aku mendapat info tentang Pamela?" kata Aldo tanpa menutupi apa yang saat ini membuat dirinya bahagia karena Ia berpikir bahwa David akan ada di sisinya, karena seingatnya David juga tidak menyukai Azka.


David langsung membulatkan matanya dan dia tidak percaya kalau Aldo bertindak sampai sejauh itu namun dirinya tidak bisa memperlihatkan ketidaksukaannya dengan begitu jelas karena kalau tidak dirinya tidak bisa mengorek rahasia tentang apa yang akan dilakukan Aldo selanjutnya.


"Aku ingin memisahkan Azka dan Dewi! Azka itu orang yang tak bertanggung jawab dan aku tak mau kalau Dewi terjerat dengan laki laki itu lagi." katanya dengan mantab seolah hanya dengannya Dewi akan aman dan bahagia.


Ia merasa kalau Dewi hanya terpaksa menikahi Azka karena takut keluarganya sakit, sedangkan ia merasa kalau Dewi tidak akan bahagia bersama Azka.


" Bro, dengan mendatangkan Pamela apa yang kamu harapkan? Dewi sudah menikah dengan Azka, Bro! Kamu ingin Dewi menjanda?" tanyanya dengan membulatkan matanya sendiri,ia tidak mau kalau Aldo sampai berkata kalau ia ingin Dewi menjanda.


"Aku memang ingin dia jadi janda dan aku yang akan menikahinya." kata Aldo dengan cepat, ia mengatakannya seolah membuat Dewi menjadi janda itu adalah tindakan kepahlawanannya kepada Dewi. David tidak mengerti mengapa balas dendam yang awalnya ingin dilakukan Dewi sama Azka malah diteruskan oleh Aldy? Padahal balas dendam itu hanyalah sebuah kesalahpahaman yang timbul pada saat Dewi menangkap sesuatu dengan tidak utuh. Dan walau pun begitu saat ini mereka telah menyelesaikan semuanya dengan damai, kenapa malah Aldy ingin mengorek luka lama?


"Tapi dengan mendatangkan Pamela kamu melukai Dewi, bro! Dewi tidak pernah suka dengan Pamela, dan ia dilukai oleh Pamela! Kamu tidak berpikirkah kalau tindakankamu membawa Pamela ke Indonesia akan menyakiti orang yang kamu sayangi?" tanya David yang tak habis pikir dengan jalan pemikiran Aldo.


"Aku yang akan menyembuhkan lukanya, hanya akna sebentar luka itu menganga dan aku jamin sama kamu kalau aku akan membawa Dewi pergi dari semuanya dan mentransfer energi positif baru seperti biasanya." katanya dengan yakin.


Astaga, David sampai speechless dengan apa yang dikatakan oleh Aldo. Sedemikan cintanyakah Aldo dengan Dewi.


"Kamu sangat mencintai Dewi, bro?" tanya David dengan lirih, ia melihat cinta yang berkobar di mata Aldo saat membicarakan Dewi. David menjadi sedikit bersalah karena ialah yang menjembatani Aldo dan Dewi.


"Sangat! Dia bagaikan oase di gurun pasir dan juga ia menjadi air yang memuaskan dahaga, aku merasa dia unik dengan caranya, ia cantik dengan menjadi dirinya, bahkan sebelum tubuhnya bertransformasi seperti ini, aku sudah menyukainya. " katanya dengan sorot mata memuja. Dan David yakin mungkin Azka saja tidak mencintai Dewi seperti Aldo mencintai Dewi.


Apakah benar begitu?


Semua yang ada di ruangan Aldo tadi ia sengaja rekam supaya Dewi bisa mengerti apa yang Aldo rasakan.


.


.


.


TBC


Aw aw aw so sweet, author pesen brondong 1 kayak Aldo, boleh? ternyata dia sangat mencintai Dewi.


jadi jangan lupa untuk hadiah, vote dan like yang banyak ya... Komennya juga ditunggu. Spam aja deh, biar banyak komennya, kayak nopel nopel yang terkenal itu loh... he he he


Dahlah!Happy Reading!!Jangan silent reader ya, langsung like dan komen ... hadiah dan juga Vote!!!