The Sweet Revenge

The Sweet Revenge
33.


"Kak, jangan begitu, nanti kalau sang pemilik kantor ini datang, nanti kita malah semakin malu." kata Dewi sambil menahan tangan Azka yang mulai mencoba meraih kedua gundukan dada istrinya untuk ia remas.


Azka semakin heran kenapa dari tadi istrinya malah mengatakan hal yang sama, yaitu takut kalau pemilik kantor ini akan marah kalau melihat merek disini. Emang Dewi gak tahu kalau pemiliknya adalah dirinya?Bukankah kapan hari Dewi juga kemari bersama dengan mama Angel untuk membahas fashion show butik mama Azka itu, mestinya dia sudah tahu kan kalau pemilik tempat ini adalah Azka?


Apa Dewi belum tahu?Timbullah ide nakal Azka untuk menggoda istrinya itu.


"Biarin aja, kakak mau.."


"Jangan kak!Aku gak mau..." kata dewi dengan nada kesal. Dasar Azka ini bener bener gak modal, masa mau mengambil keperawanan Dewi di tempat orang.


"Kenapa?" katanya dengan nada menggoda, bibirnya masih menjalari leher jenjang dari istrinya yang tampak cantik dan menggoda iman.


Niat hati awalnya ia hanya ingin menggoda istrinya supaya merengek dan meminta sesuatu yang akan bikin mereka berdua terbang ke surga dunia ( kata mak mak jaman dulu, kalau udah melakukan hubungan intim katanya sudah terbang ke surga saking enaknya...) Eh, gak tahunya ia terjebak dalam permainannya sendiri sehingga ularnya itu sudah tegak bak ular cobra yang kena suling.


"Ini tempat orang, malu lah kak!" bisik Dewi dengan nada lirih.


" Kamu tahu gak gimana aku tahu kalau kamu ada disini sama cecunguk tadi?" tanya azka dengan nada sebal, entah kenapa saban mengingat tentang hal tadi ia kesal tu the max.


"Eh iya, gimana kakak tahu? Apa jangan jangan kakak membuntuti aku ya tadi?" tanya Dewi ambil menyipitkan matanya karena ia curiga dengan suaminya kalau Azka itu menyelidiki dia atau membuntuti dia.


Tapi Azka hanya mendesah dengan kasar karena tebakan istrinya itu malah menyudutkan dirinya, dan menuduhnya membuntuti istrinya.


"Salah, yang bener kamu itu yang membuntuti mas!" katanya dengan senyum smirk yang ada di wajahnya, bahkan ia masih memangku istrinya itu seperti dan memeluknya dengan posesif.


"Ih sok pede ya, kan aku disini duluan." kata Dewi yang masih belum tahu kalau Azka adalah pemilik tempat ini, berkilah kalau dirinyalah yang benar dan Azkalah yang membuntuti dirinya.


"Kamu tahu gak siapa pemilik tempat ini?" tanya Azka dengan senyum yang semakin lebar.


"Ya gak tahulah! Dewi kesini cuman sekedar hang out saja, bukan mau ngecengin yang punya tempat ini. Palingan yang punya tempat ini dah tua dan jelek."


"Astaga, Ay! Malah ngatain suaminya tua dan jelek?" kata Azka yang kesal lalu menggelitik perut istrinya yang ia peluk tadi. Sontak Dewi merasa kegelian dengan apa yang dilakukan sama Azka dan meminta ampun sama suaminya itu.


"Ampun kak! Emang apa yang salah sih? Emang siapa sih pemilik tempat ini?" tanya Dewi yang masih kegelian di gelitikin oleh Azka.


"Yang punya tempat ini adalah aku, Suami kamu yang tampan dan menawan."


"Hah? Masa?" tanya Dewi tak percaya.


"Bukankah kakak punya perusahaan dan .." Dewi sampai tak percaya kalau pemilik tempat ini adalah suaminya, bayangkan ia punya perusahaan yang bergerak di bidang property dan arsitektur design yang terkenal di Asia, sehingga di sana pun ia sudah cukup sibuk. Eh masih juga membuka coffee shop yang memiliki 3 cabang di jakarta, Karawang dan juga Tangerang.


Ia tahu karena ia membaca profil KOHIKO yang sering ia kunjungi itu, dan mengagumi profil dan tempat ini sehingga ia cukup sering minum dan bersantai di tempat ini.


" Wah keren banget..."


"Dan satu lagi, ini semua adalah pengalihan kakak dalam pencarian sama kamu. Kakak selalu rindu sama kamu makanya untuk pengalihan kakak mencari kamu yang tak pernah bisa ditemukan karena disembunyikan sama sahabat sahabat kamu itu." sambung Azka dengan nada kesal karena ia melihat istrinya itu begitu dilindungi oleh David dan Meisya.


" Salahnya sendiri, dulu kamu jual mahal sama aku." kata Dewi yang tidak menyesal melihat Azka kelimpungan mencarinya, batin terdalamnya justru bersorak karena Azka harus tersiksa dalam pencariannya.


"Yah, aku mungkin terlalu tbiasa dengan keberadaaan kamu yang ada di sisiku, jadi ketika kamu gak ada baru sadar kalau aku rindu dan tak bisa tanpamu."


"Gombal banget! Palingan kakak sudah tepe tepe sama wanita wanita di seputaran kakak kan?"


"Ya ampun sumpah Ay! Kakak gak pernah melakukannya. Di pikiran kakak setahun kemarin itu hanya ada kamu! Buktinya waktu Pamela meminta kakak untuk membiarkan kamu pingsan, kakak tidak melakukannya bahkan tetap memilih mengantar kamu ke rumah sakit keimbang mengantarnya waktu itu, dan mungkin itulah yang membuat dia marah dan langsung memutuskan hubungan dengan kakak!"


"Oh ya? Berarti pertunangan itu gimana? Bukankah kakak seharusnya bertunangan sama dia besoknya?" tanya Dewi yang penasaran.


"Tidak jadilah! Kakak kan ngantar kamu ke rumah sakit..."


Dewi jadi merasa bahwa di sudut hatinya sangat bahagia mendengar kalau Azka memprioritaskan dirinya.


Padahal ia tahu kalau Azka waktu itu sangat mencintai Pamela.


" Selama ini kakak tidak pernah mencari Pamela?" tanya Dewi dengan perasaan yang sedikit teriris, tapi ia harus tahu kenyataan yang sebenarnya.


" Tidak !kan aku memusatkan pikiran untuk membereskan kesalah pahaman diantara kita." sahut Azka dengan nada enteng yang membuat Dewi jadi melongo, berarti si Azka ini gak mencintai Pamela dong kok bisa semudah itu sudah tidak mengingat Pamela.


"Ehm maaf kalau mungkin Dewi terkesan ingin tahu, kenapa kakak malah tidak mencari Pamela?" tanya Dewi dengan memperhatikan mata suaminya itu dengan intens agar dirinya bisa tahu kesungguhan atau mungkin kebohongan dari Azka.


"Karena ia kunilai kejam, ia sampai hati ketika melihat kamu yang pingsan tidak memperbolehkan aku untuk menolong membawa kamu ke rumah sakit, padahal ini demi kemanusiaan. Meski waktu itu statusku bukan siapa siapa kamu, tapi demi kemanusiaan mestinya ia mengijinkan aku membawa kamu ke rumah sakit. Itu sebabnya aku membiarkan dia pergi." kata Azka dengan nada lelah. Mengingat masa lalu membuatnya merasa bodoh karena tak pandai menilai orang sehingga ia bisa berpacaran dengan Pamela bahkan ia sempat mau menjadikan Pamela tunangannya.


.


.


.


TBC


Hai readers, mulai besok tgl 3, upnya bakal di jam malam semua ya. Takut kalau kalian khilaf aja.. wk wk wk!


Jangan lupa memberi vote dan juga hadiah buat pesta. Biarin mak kejam kalau ga ada kado bakal melajang dan kentang si Azka. Ularnya hanya bisa naik turun tapi gak masuk masuk wkwkwkwk... komen dan like juga ditunggu. Happy reading!!!