
" Gini adek manis, kalau kamu mau jadi muridku kamu itu mesti nimbang dulu berat kamu berapa lalu kemudian kita atasi bersama permasalahannya dengan berolahraga untuk menghilangkan kalori dan juga memantau makanan kamu supaya sehat dan memenuhi persyaratan untuk bisa menurunkan berat badan." kata Aldo sambil mencubit hidung mancung Dewi karena menurutnya Dewi itu lucu dan menggemaskan.
Yah emang benar perkataan pujangga cinta kalau sebenarnya tebal lemak yang menutupi kecantikan atau ketampanan kita saja karena pada dasarnya kita itu cantik kok kalau kita cewek, dan tampan kalau kita cowo. Quotes gak jelas!! Yang bener itu mereka melihat buku itu dari covernya jadi Dewi tahu kalau ia mau dilirik orang speerti Azka ia harus kurus, kalau ia menginginkan membalas dendam ya ia harus kurus.
"Baiklah aku akan naik ke timbangan ini, tapi kalau kamu ngetawain timbanganku, maka detik itu juga aku akan memecat kamu dan mencari personal trainer lainnya."
"Justru kata katamu bikin aku ketawa, aku itu pernah membuat kurus orang yang jauh lebih gemuk dari kamu, total beratnya adalah 159 kg dan bisa kurus menjadi 85kg, dalam waktu 6 bulan. Metode yang aku pakai jelas beda, selain olah raga juga menggunakan hynotheraphy. Karena kasusnya ckup berat, kalau kamu mungkin cukup memakai olah raga dan diet yang tepat saja," kata Aldo dengan ringan.
"Jadi menurut kamu?"
"Lebih baik tidak menebak nebak, sekarang naik ke atas timbangan, buruan!" kata Aldo dengan nada memerintah.
"87.9 kg, tinggi 170cm, hmm" kata ALdo sambil memikirkan sebuah strategi yang berbeda untuk membuat Dewi kurus.
"Gimana?Terlalu berat ya?" tanyanya sembil meringis.
"Mulai kapan mau melaksanakan training?' tanya Aldo kini dengan nada serius.
"Dalam berapa bulan bisa turun?" Dewi malah balik nanya.
"Kalau kamu konsist dengan jadwal yang aku buat, mungkin kamu an bisa menurunkan berat badan paling cepat 3 bulan dan paling lama kalau metabolisme kamu lambat maka 6 bulan. Tidak ada yang gratis dalam dunia ini, semuanya butuh proses." katanya dengan nada cepat.
Bull shitt kalau orang bisa kurus dengan hanya rebahan, Atau minum obat pelangsing karena yang bisa menurunkan berat badan itu latihan dan pola makanan yang seinmbang, dan kalau mau lebih cepat dari itu ada mezzoteraphi dan sedot lemak alias operasi.
"Lama ya!"
"Proses dan latihannya lama, dan gak ringan. Aku ingetin dulu!Tapi kamu gak boleh menyerah, memang sulit tapi kamu bisa! Gimana?"
"Oke siapa takut, ini pembayarannya langsung ditmpat atau kalau sudah berhasil?" goda Dewi dengan menaik turunkan alisnya, tapi Aldo hanya menanggapi dengan nada datar.
"Kalau kamu mau bayar setelah program selesai boleh saja, tapi takutnya karena kamu ingin berterimakasih malah kamu akan bayar aku 3x lipat dari perjanjian semulaku dengan David." sindir Aldo yang membuat Dewi garuk garuk kepalanya yang sebenernya tidak gatal. Sejujurnya Ia tidak yakin kalau ia bisa melakukannya, tapi ia sengaja menempel wajah Azka dan Pamela untuk menjadi motivasi dirinya untuk menjadi kurus!
Aldo mencatatkan sebuah resep pola makan yang sederhana dimana sia tidak boleh memakai karbohidrat berlebih sebagai asupan energinya.
"Al! Mana bisa aku hanya makan begini?" keluh Dewi kesal melihat daftar menu yang disodorkan oleh personal trainernya itu.
"Bisa! Tubuh kamu hanya merengek karbo selama 3 hari selepas itu aman!" kata Aldo dengan nada tegas,
"OKe aku harus bisa dan semangat!" katanya sambil memasang wajah semangat.
***
Latihan Muaythai yang juga sebagai prasyarat awal Dewi ingin dilatih Aldo dimulai di hari pertama sedangkan hari genap Dewi akan melakukan tabata.
Jangan ditanya apakah Dewi merasa kepayahan dan kesusahan?Tentu saja!
"Al, aku capek... ini berarti aku harus melakukan tabata selama 30 menit saja 1 hari ini?" tanyannya dengan nada terengah engah karena latihan fisiknya dimulai dengan berlari selama 15 menit.
"Yup, eh aku tinggal dulu, gayanya masih ama seperti kemarin. " kata Aldo sambil meninggalkan Dewi yang masih melakuakn rest karena ia baru saja melakukan pemanasan 15 menit.
"Gimana kalau aku naikkan saja latihannya menjadi 2 kali lipat?Pasti ku akan cepat kurus!" monolog Dewi dengan semangat yang menyala nyala, ia ingin cepat kurus soalnya ada yang bilang kalau pakai obat A saja dalam 2 minggu bisa kurus dan ini mestinya kalau ia workoutnya lebih banyak pasti ia akan lebih cepat kurus.
Dia akan mencoba mengurangi makanannya yang sudah minim menurut Aldo. Jadi asupan karbonya akan diambilkan dari lemak yang ada di dalam tubuhnya.
Aldo tidak terlalu memperhatikan Dewi karena ia merasa dewi sangat pandai, bahkan secara motorik Dewi juga sempurna sehingga Aldo hanya mentoring saja, ia tidak sadar kalau Dewi melakukan semua latihannya itu 2x lipat dari biasanya.
Tubuhnya yang terkejut menerima pelatihan yang lebih berat dari biasanya membuat tubuh Dewi agak limbung, namun Dewi tetap melakukan latihannya dengan sempurna membuat tubuhnya yang kaget menerima pelatihan yang 2 x lipat lebih keras dari semula, tidak bisa menahannya dan membuatnya pingsan.
Brukkk!
Parahnya karena Dewi pingsan tanpa aba aba membuatnya jatuh dan mengakibatkan keningnya menabrak pinggiran alat yang digunakan untuk fitnes membuat wajahnya yang chubby berdarah yang berasal dari robeknya kening Dewi.
"Dewiiii!" teriak Aldo yang kebetulan melihat kejadian itu dengan suara yang cukup histeris membuat teman teman Aldi yang ada di tempat gym itu turut terkejut dan langsung membantu Aldo yang berusaha mengangkat tubuh Dewi yang masih kayak karung beras itu.
"Cepat cepat kita bawa ke rumah sakit." kata Aldo menyuruh temannya untuk membuka pintu mobilnya, ia tinggalkan semua barang miliknya dan milik Dewi yang ada di loker karena terburu buru.
"Kamu apain emangnya, Do!" tanya temannya yang bernama Santo, yang juga menjadi personal trainer yang mengajar disitu juga.
"Astaga emang aku apain dong, san!Biasa aja, latihan normal yang kayak biasa saja."
"Jangan jangan kamu paksa terlalu over limit."
" Nanti biar di cek oleh dokter saja, kita gak bisa menduga duga begitu saja," ada nada cemas yang di dalam suara Aldo.
" Mudah mudahan sih gak apa apa!" kata Santo sambil melajukan mobil Aldo dengan kecepatan maksimal sehingga membuat kedua pemuda itu berhasil menuju ke rumah sakit terdekat dan memasukan Dewi ke UGD untuk segera dipriksa.
Aldo yang kebingungan karena Dewi masuk ke dalam rumah sakit, dan tidak mengenali keluarga Dewi yang berada di Jogja membuatnya menghubungi David, karena ia tidak mau kesalahan kalau sampai Dewi kenapa kenapa.
"Halo Vid, sorry aku harus mengatakan berita buruk sama kamu kalau barusaja aku ngantar Dewi yang pingsan ke rumah sakit." kata Aldo dengan takut takut karena ia cemas kalau ia yang dipersalahkan.
"Apa?" ...
.
.
.
TBC
Gimana Reaksi dari David dan apa yang akan dilakukan oleh David menanggapi masalah Dewi di Jogja?
Jangan lupa untuk kasih komen like dan juga vote ya.
Maaf updatenya slow soalnya baru saja dapat email dari editor pusat untuk lanjutin sampai 20 bab.
Azeekkk, jadi bkal crazy up ya, jangan lupa hadiah bunga dan kopi buat authornya ya... happy reading!!