
"Lah ini mereka pengantin baru kok wajahnya ditekuk, mana saling diam diaman lagi. Emang kalau diam gini tiba tiba bisa punya anak?" tanya mama Angel dengan nada menggoda. Sontak kedua orang pengantin baru itu menjadi gugup dan wajahnya memerah, terutama Dewi.
" Kalau khusus mereka sambil lihat lihatan aja langsung bisa punya anak." kata papa Sena dengan nada menggoda membuat mereka berdua semakin salah tingkah. Belum lagi mulut Dewa dan juga David yang selalu nyinyir dan selalu ingin menggoda Dewi dan juga Azka.
Wajah Dewi hanya datar saja, namun bisa dilihat kalau Azka bahagia karena bisa bersama dengan Dewi, namun melihat Dewi yang masih manyun Azka berusaha memahami apa yang ada dalam pemikiran Dewi dan berusaha untuk menyenangkan istrinya itu.
"Kamu lelah?" tanya Azka dengan nada lembut.
"Wihhh, perhatian beut ya kak azka ini sama Dewi padahal seingatku dulu pas masih punya pacar Pamela, dewinya masih gendut dikata katain mulu Dewinya dan..." kata David
"Benar begitu, KA?' tanya mama Angel dengan raut wajah tidak senang, membuat Azka kelimpungan mau jawab.
"Enggak ma!Masa aku tega bilang gitu. Jadi itu hanya masalah salah paham, dimana waktu itu sebetulnya bukan aku yang ngomong, tapi Pamela, dan sebenernya itu ia dengar dari sahabat sahabat aku dan temen temen yang bilang kalau dewi gini dan gitu tapi justru aku mnganggap dewi itu lucu, cuman aku dulu kan menganggap Dewi hanya sebagai adik, tapi gara gara Dewi hilang aku malah jadi ... ehm rindu." katanya dengan wajah yang merona karena malu dan salah tingkah.
Dewi yang sekarang mendengarkan penjelasan gamblang tentang apa yang Azka rasakan hanya bisa terbengong dan tidak merespon apa apa, sedang yang lainnya udah main cie cie aja. Termasuk kakak Dewa dan juga David serta Meisya.
"Ya udah biar mama Della istirahat dulu saja, sedang kalian berdua pulang gih kerumah, tapi masih ke rumah masing masing ya, tunggu resepsi aja baru sekamar." kata mama angel yang memberi nasihat kepada Azka yng kelihatan tidak sabar.
"Mama, apaan sih?"
"Lha kamu kelihatan mupengnya, masa dari tadi curi curi lihat Dewi aja, sedang Dewinya adem aja." kata mama Angel sambil tertawa tawa heboh. Membuat Azka manyun, karena tak ada yang membelanya.
"Udah Ka, Anterin dulu Dewinya pulang ke rumah, tapi kalau kamu mau sekalian fitting baju buat akhir bulan juga boleh loh, biar nanti mama Della akan ngabarin tante Nita buat siapin baju yang kalian mau?Mau pakai internasional aja ya De?" tanya mama Della sambil menatap anakny yang masih belum secerah Azka wajahnya.
"Aku terserah kaka Azka saja, ma!" sahut Dewi dengan nada malas.
"Idih, kak Azka nih ye.." goda David dengan nada menyebalkan membuat Dewi langsung melayangkan tatapan membunuh. Bayangin aja ya kalau seandainya ttapan itu bisa membunuh maka mungkin sahabat kecilnya itu sudah mati terbunuh.
"Ay, mau pakai internasional juga kakak gak pa pa, senyamannya kamu aj sih, Ay... Soalnya kalau masalah baju kan lebih ribet ke kamu dari pada ke kakak." jelas Azka kepada Dewi dengan nada lembut.
"Ohh.."
"Ish Dewi kok kayak gimana ya?" kata David lagi lagi menggoda, membuat Azka sedikit geram karena membuat Dewi tampak kesal. Lalu gantian Azka yang menatap David dengan tatapan tak sukanya.
" Eh santai kak, ga usah ngegas!Nanti saja di malam pertama baru ngegasnya. Aku nitip Dewi, kalau bisa kalian bikin keponakan yang banyak buat aku dan Meisya jadi bisa buat mainan gitu." kata David sambil meundur teratur dan narik Meisya untuk keluar dari ruangan sembari berpamitan sama mama dan apap Sena.
"Jangan lupa kamu kabari Aldo kalau sekarang kamu taken ya, De jangan sampai nanti Aldo taunya dari orang lain." bisik David yang tahu betul kalau Aldo pernah melamar Dewi dan belum di tanggapi oleh Dewi.
Sekalipun tadi David berbicara pdanya hanya berbisik tapi karena posisi Azka dekat dengan Dewi sehingga Azka dengan jelas bisa mendengar apa yang dikatakan sama David.
Aldo?Siapa itu?pikir Azka yang kesal mendengar apa yang dikatakan sama David kepada dewi karena Dewi juga tidak terlalu menanggapi, mungkin Azka akan menanyakan sama Dewi nanti.
"Tadi mama kan sudah bilang gitu." kata mama Della sama Dewi.
"Ma angel, papa Bumi, Dewi pamit ya," katanya sambil mencium pipi dan tangan kedua mertuanya itu dan dibalas dengan anggukan kepala dan senyuman di wajah Papa Bumi dan mama Angel yang senang melihat menantunya yang sopan dan cantik itu.
"Azka juga, soalnya Azka mau ngentar Dewi pulang dan sekalian mau balik kantor karena masih banyak kerjaan." kata Azka sambil berpamitan dan mencium mama Della serta memeluk papa Dena selayaknya ia adalah anak dari mereka.
"Iya hati hati dan ingat pesan papa dan mama sama kamu ya Azka!" kata papa Sena dengan nada tegas, karena bagi papa Sena, Dewi adalah anak kesayangannya. Papa Sena senang karena bisa menikahkan Dewi dengan Azka karena baginya Aza itu anak yang baik dan calon menantu idaman.
"Siap pap!" kata Azka sambil mengikuti Dewi yang sudah keluar dari kamar ruang rawat inap mama Della.
Setelah menutup pintu ruangan mama Della, Azka dan Dewi segera mengalami kcanggungan, ini semua karena Dewi masih takut kalau Azka itu hanya berdrama di depan orang tuanya padahal aslinya Azka tidak menginginkan pernikahan ini.
Lalu ia menarik nafasnya dengan kasara, lalu mencoba membuka percakapan dengan Azka.
"Kak, kakak jujur saja ya, kalau seandainya kakak terpaksa menikai aku." kata Dewi dengan nada sendu.
"Hah?Loh kok kamu bisa menarik kesimpulan begitu?" tanya azka yang saat ini sudah berada di dalam mobil dan sama sama membahas masalah yang tadi baru saja mereka hadapi bersama yaitu pernikahan kilat dan mendadak.
Sebenrnya Azka inginnya ya melamar, menikah dan kemudian bermesraan, tapi rupanya ada hal yang diluar dugaannya yang terjadi yaitu, mama Della jatuh sakit sehingga ia harus menikahi Dewi secepat mungkin karena takut kalau mama Della kenapa kenapa.
"Karena aku masih ingat betul apa yang terjadi malam itu, saat aku kemudian pingsan..." namun sebelum Dewi melanjutkan perkataannya tiba tiba saja bibir kenyal milik Azka sudah mampir di bibirnya membuat bibirnya jadi kelu dan Dewi tidak bisa berkata apa apa lagi.
Azka bahkan memegang kepalanya sehingga Dewi tidak bisa melarikan diri ketika Azka mencuri ciuman pertamanya dan membuatnya tidak bisa berpikir lagi, karena terlalu larut pada ciuman Azka yang membuatnya mabuk kepayang. Bahkan ia sudah tidak ingat kalau saat ini mereka masih berada di parkiran rumah sakit.
.
.
.
TBC
Ahhhhhh, azka bikin emak baper... emak masih 17 th loh ini, kalau kepingin gimana?
Wkwkwk readers, jangan lupa kasih vote, bunga, kopi dan koin ya buat pesta nikahan mereka.
Ada yang mau crazy up?Bilang ya, nanti akan thor aturin waktunya supaya bisa cepet end nih...
Happy reading!!