The Sweet Revenge

The Sweet Revenge
34.


Dewi tersipu malu dengan penjelasan yang diucapkan oleh suaminya itu dengan nada tegas, seolah sejak lama Memang suaminya itu sudah mencintainya. Hatinya berbunga-bunga karena apa yang dikatakan oleh suaminya itu berarti menjawab semua yang ada di dalam hatinya karena memang sejak dari dahulu Bukankah dirinya memang sangat menyukai Aska dan berniat ingin menjadi kekasih atau istri azka di kemudian hari.


Walau Pamela sempat ada di dalam hati Azka sebelum, Azka sadar bahwa ternyata dirinya itu itu menyukai Dewi yang Walaupun waktu itu masih bulat tapi hatinya baik, perhatian kepadanya dan juga tulus.


Wajah dewi yang merona bahagia membuat ada sesuatu di dalam tubuh Azka yang memberontak ingin dikeluarkan dan ingin di adu, namun ia tak berani melanggar permintaan dari Mama Dela dan juga mamanya sendiri untuk tidak melakukan hal yang iya-iya kepada Dewi sebelum pesta perayaan pernikahan yaitu dilakukan.


Yang itu berarti bahwa Azka harus menahan hawa nafsunya seperti ketika dia masih melajang, padahal yang sah di hadapannya itu sudah bisa dipegang-pegang dan bisa diajak melakukan yang iya-iya ya tanpa berdosa.


Mamaaaa, Kenapa kalian memberi cobaan seberat ini, batin Azka meradang karena kesal.


"Kak, kakak kenapa?" tanya Dewi yang melihat wajah pucat Azka menahan sesuatu yang semestinya bisa dia Salurkan karena ada yang sah di hadapannya.


"Tidak apa apa.."


"Eh kakak tadi melihat aku sama Aldo darimana?" tanya Dewi ingin tahu karena sekarang dia juga sudah mengerti bahwa bukannya suaminya itu membuntuti dirinya namun memang saat ini suaminya sedang berada di kafe untuk memantau keuangan dan untuk mengecek keadaan Cafe.


"Tuh dari situ..." kata Azka sambil menunjuk laptop yang terbuka di sana memperlihatkan pantauan kamera CCTV yang ada di di dalam laptop tersebut.


"Itu bisa kedengeran suaranya?" Wah Dewi bisa jadi sangat malu kalau sampai azka bisa tahu pembicaraannya tadi dengan Aldo.


Memang sih tadi kebanyakan Aldo yang mengatakan dan mengucapkan kata-kata cinta kepada dirinya, namun dirinya yang memang tidak memiliki perasaan yang mendalam kepada Aldo jadi tidak membalas perkataan dan pernyataan Aldo itu dengan kata-kata cinta.


"Engga sih, Tapi Kakak bisa melihat ekspresi wajah kamu yang merona ketika dirayu oleh Aldo. Kamu kan semestinya tahu bahwa kamu sudah menjadi istri Kakak walaupun kamu belum menjadi milik kakak seutuhnya namun kamu harusnya menjaga diri supaya tidak terlalu dekat dengan laki-laki lain agar suami kamu itu tidak cemburu." kata Azka yang kembali kesal apabila mengingat kejadian tadi.


"Idih part yang mana yang nunjukin aku itu suka sama Aldo?" tanya Dewi yang kesal dengan apa yang dikatakan oleh suaminya itu. Dirinya aja gak ada rasa sama Aldo.


"Ya kalau gak suka jangan ditemuin dong." kata Azka masih merajuk.


"Kak, aku menemui dia karena ingin menjelaskan kalau aku sudah menikah dan lebih baik dia mencari wanita lain yang lebih baik daripada aku. Kakak tau, kliennya dia itu cantik dan banyak yang menjadi model gitu. Wuih bodynya seksi dan menggoda semua. Heran banget ngapain dia ngejar ngejar aku." kata Dewi dengan kebingungan melihat Aldo begitu kekeeuh mempertahankan dirinya dan bahkan ingin memperistri dirinya.


"Jangan jangan dia hanya ingin menjadikan kamu sebagai kekasih trus setelah mendapatkan apa yang ia inginkan, maka ia akan mencampakkan dirimu." kata Azka menakut nakuti, karena pada dasarnya ia tak menyukai Aldo jadi sebisa mungkin ia akan menjelek jelekkan Aldo supaya istrinya ini jadi illfeel juga.


"Ah masa sih, dia baik..." ucapan dari Dewi langsung di bungkam sama Azka dengan bibirnya, jadi saat ini tubuh Dewi melemas karena eksploitasi Azka pada bibirnya yang seksi itu, ia menikmati cumbu an dari suaminya iitu yang terus mengecup bibirnya dan mengabsen seluruh yang ada di dalam bibir istrinya tanpa rasa jijik dan bahkan ia dengan tanpa sungkan bergerilya dengan tangannya yang menggerayang bebas di tubuh istrinya sampai masuk ke dalam kaos yang dipakai oleh istrinya.


Drrtt drrt drtt


Awalnya Azka ingin mengacuhkan panggilan dari ponsel miliknya karena rupanya Dewi tidak menolak keintiman yang disodorkan oleh Azka sehingga Azka ingin mengambil apa yang seharusnya memang menjadi haknya, mama mama mereka yang ada nun jauh di rumah, abaikan saja! Yang penting Rem blonglah kalau masalah beginian.


" Kak, terima dulu panggilannya takut itu penting, "kata Dewi yang terengah engah dan mendorong tubuh Azka yang sudah hendak membuka pakaiannya serta penutup dadanya.


Aska meruntuki panggilan telepon yang dia terima karena saatnya sangat tidak pas, sehingga dia menerima panggilan itu tanpa melihat Siapa yang menelpon saat ini.


"Halo, " sahut Azka dengan nada kasar sehingga Mama Angel bingung melihat nada suara anaknya yang terlihat sangat terganggu dan juga sangat marah.


"Ka, kamu Kenapa sih ditelepon sama Mama kok nadanya seperti itu Emang kamu lagi ada masalah di kantor jadi kaya orang nggak suka hati gitu!" kata Mama dengan nada kesal karena dibentak-bentak oleh anaknya.


" Eh maaf maaf mah bukan maksudnya begitu, Emang tadi ada sedikit ada masalah di kantor tepatnya sih di cafe bukan di kantor, Emangnya Mama nelpon azka di siang hari seperti ini?" tanya apa yang melotot tidak terima ketika melihat Dewi yang membetulkan bajunya serta mengancingkan kembali tali penutup dadanya yang sempat dibuka oleh Azka tadi.


" Oh iya, Mama sampai lupa soalnya hari ini sebenarnya Kalian ada fitting baju untuk baju pengantin yang akan dipakai untuk akhir minggu besok, jadi kamu janjian sama Dewi saja untuk berangkat bersama ke butik ya nanti akan mama Share lock kan tempatnya. " jelas Mama Angel mengenai apa yang sebenarnya dia katakan saat menelpon Aska tadi.


" Sekarang, ma?" tanya Azka dengan nada kecewa karena berarti dirinya tidak bisa melanjutkan yang iya iya sama istrinya itu.


" Iya ya sekarang dong masa tahun depan kan pesta pernikahan kan akhir minggu ini." lanjut Mama SL dengan ada softball karena mendengar bahwa anaknya ini seperti tidak senang disuruh datang sekarang, padahal dialah yang mengejar-ngejar supaya dirinya dijodohkan dengan Dewi. sekarang disuruh Mama jemput Dewi untuk fitting baju pengantin malah tidak mau Padahal dia sudah mensyaratkan bahwa Azka boleh ber iya-iya dengan Dewi setelah pesta pernikahannya terselenggara.


" Astaga.. Mama jangan marah-marah begitu dong kalau nanti mama marah-marah terus bisa kita cepat keriput dan sebelum Azka bisa kasih mama cucu, mamanya udah kelihatan tua banget sih ya yang bisa dikatakan sebagai hot granny.." bujuk Aska kepada mamanya yang kelihatan marah ketika dirinya ingin menunda sebentar saja kepergian Dewi ke butik karena dia ingin menyelesaikan apa yang sudah dia mulai tadi, soalnya kan tahu sendiri kan ular kobra udah kena suling pasti dia sudah tegak berdiri dan sulit untuk dipikirkan selain harus di elus-elus sama yang punya. Tapi apa boleh buat karena mamanya udah dalam mode siaga satu tentunya Aska tidak bisa lagi tawar menawar keputusan yang sudah diberikan oleh Mamanya itu.


" Makanya kamu jangan ngeselin Mama seperti itu dong, kalau disuruh sama Mama untuk segera membawa Dewi ke butik yang langsung kamu laksanakan saja enggak usah banyak bantah." Kata Mamanya dengan keputusan yang sudah final, alhasil Azka harus rela untuk menidurkan tanpa elusan dari Dewi. Ughhh nyeriii!


" Siap 86 ma! Mama Tunggu saja dibidik kira-kira 15 menit lagi akan bakal sampai di sana karena saat ini Dewi sedang berada bersama dengan Azka di cafe Aska, yang di Tangerang." kata-kata menjelaskan dengan nada sumringah karena berhasil membawa Dewi tanpa paksaan bersama dengan dirinya saat ini.


"Ih kemajuan nih ank mam, ya udah ingat pesan mama jangan nyoblos Dewi dulu sebelum pesta perayaan pernikahan dilangsungkan! Ingat ya Azka pesan mama ini!" kata mama Angel dengan nada vulgar membuat Azka malu sendiri, untung saja teleponnya tidak ia speaker kalau tidak ia bisa malu sama Dewi masa, mamanya bilang nyoblos sih! Emang lagi pemilu?


"Siapa?" tanya Dewi yang sudah memperkirakan bahwa kemungkinan itu adalah mama mertuanya karena terlihat banget kalau Azka sangat manja dengan mamanya.


" Mama, dia mengajarkan kita untuk fitting baju pengantin jadi kamu Segera bersiaplah karena kita akan berangkat sekarang!" katanya sambil membereskan meja kerjanya, mengambil ponsel dan juga dompetnya untuk segera mengantar istrinya ini ke butik yang sudah di share lok oleh Mamanya itu.


"Oh ya ayo kak!" katanya sambil berjalan menuju pintu keluar bersama dengan Azka.


Tapi Sesampainya di luar mereka berdua kaget karena ternyata Aldo belum pergi dari tempat itu masih menunggu keluar nya Dewi dari kantor Azka itu. Ini membuat Azka semakin geram dengan Aldo yang tidak segan-segan untuk terus menantikan istrinya padahal Ia merasa bahwa dirinya cukup lama di dalam ruangan kantor tersebut.


"Kaka Aldo..." Dewi hendak mengatakan kepada Aldo supaya segera pergi dari tempat itu sehingga tidak akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti misalnya Aska marah dan kemudian memukul Aldo.


Namun Azka segera menarik tubuh istrinya itu untuk berada di belakang tubuhnya yang besar supaya Aldo tidak bisa melihat keberadaan Dewi yang ada di belakang tubuh dari Azka.


"Kamu kenapa masih saja disini?" tanya Azka dengan nada dingin namun Aldo sama sekali tidak menghiraukan apa yang dikatakan oleh ada bahkan dirinya berusaha menarik dewi yang berada di belakang tubuh Azka yang besar.


"Hei jangan buat aku emosi y..." kata Azka sambil menggeram karena ia sebenarnya suah tak tahan lagi untuk meluncurkan bogem mentahnya.


Azka dan Aldo sama sama tidak tahu bahwa keduanya memiliki ilmu beladiri yang cukup mumpuni sehingga kalau bertengkar mungkin mereka itu sedang mendapatkan lawan yang seimbang, namun Dewi yang mengetahui tentang hal itu tentu saja tidak terima kalau mereka saling bertengkar dan pukul-pukulan sehingga Dewi langsung mengultimatum Azka dan Aldo agar mereka tidak melakukan acara pukul-pukulan yang akan merugikan bagi mereka sendiri. Tapi pertanyaannya saat emosi berbicara Apakah Aska dan Aldo akan menerima pertimbangan yang diberikan kepada mereka melalui Dewi? Karena mereka berdua sama-sama ingin membuktikan kepada diri bahwa dirinya lebih dari segalanya dan bisa melindungi Dewi di kemudian hari.


.


.


.


TBC


Ah kacau kacau nih, gimana dong kalau sampai Azka dan Aldo pukul-pukulan sedangkan mereka semua sama kuatnya dan sama bisanya dengan ilmu beladiri. Apakah Dewi bisa Azka dan Aldo supaya tidak bertengkar?


Jangan lupa untuk saksikan besok, Yang penting siapin swerannya, vote, hadiah, komen dan like!!!!


Selamat puasa bagi yang akan menunaikannya, thor doakan supaya puasanya bisa sampai end dan diberkahi semua. Aminn! Happy reading!!