
Anzel hanya terdiam memperhatikan apa yang akan dilakukan oleh Yashbi.
"apa yang akan kau lakukan anak muda" batin Anzel menatap Yashbi yang terlihat putus asa.
"kau bisa membangkitkan istriku kembali walau hanya dalam waktu yang telah ditentukan. Sepertinya kau bisa melakukan hal sama padanya. Aku tidak apa-apa jika itu terjadi meski harus mengorbankan nyawaku biarkan mereka hidup"
Yashbi sedang berada dititik penyesalan. Ketika ibunya, Rahayu sedang bingung apa yang harus dilakukan terlebih lagi mendengar cerita Zeys jika Rahayu diganggu makhluk yang ingin menikahinya saat itu Zeys tidak tahu apapun dia hanya sibuk mengurus kehidupannya bisnisnya dan juga melakukan pengobatan.
Pantas saja Yashbi tidak bisa menemukan ibunya dan dia sendiri menyatakan didepan umum jika ibunya telah mati.
Deugh
"apa ini akibat dari apa yang kukatakan waktu itu?" lirih Yashbi.
"apa kau sudah menyadarinya? kau jangan salahkan aku ataupun wanita itu (Rahayu). Dia menjadi seperti ini sebagian besar dari ulahmu sendiri. Tanpa kau tahu apa yang kau katakan beberapa saat lalu terjadi saat ini" ucap Zeys yang masih menatap Yashbi yang menekuk kedua lututnya di hadapannya.
Sebagian besar Dunia Manusia telah lenyap.
Zeys dengan kekuatannya dia memperlihatkan keadaan Dunia Manusia pada Yashbi, Anzel dan macan hitam.
Zeys tersenyum simpul.
"akhirnya tujuanku sebentar lagi akan tercapai dan aku akan segera hidup bersamanya. Berdua tanpa ada makhluk pengganggu" ucap Zeys yang terdengar bahagia.
Namun, sesuatu di luar dugaan terjadi bersamaan dengan hilangnya Dunia Manusia dan di susul hilangnya Satan's World tubhh Zeys perlahan menghilang menjadi butiran debu.
Deugh
"ini-" ucap Zeys terhenti kala melihat jari jemarinya menghilang perlahan kemudian kakinya. Dia tersenyum tipis.
"seharusnya kau sudah tahu. Kau memang kuat diantara kami semua tapi ada yang lebih kuat dibandingkanmu bahkan hingga saat ini tidak ada yang tahu wujud kekuatan itu seperti apa" ucap Anzel mendekati Zeys.
"dulu diantara kami memang memaksamu untuk menjadi pemimpin dari kami tapi asal kamu tahu kami melakukannya karena ada alasan" ucap Anzel kembali menatap intens Zeys yang semakin menghilang.
"apa kalian tahu jika aku akan berakhir seperti ini?" tanya Zeys dengan wajah penuh sesal.
Anzel menanggapinya hanya dengan senyuman.
Zeys pun menghilang sepenuhnya.
Tubuh Rahayu yang sudah tidak lagi diselimuti es akan terjatuh dengan sigap Yashbi menangkapnya. Terlihat Rahayu seperti seorang nenek-nenek pada umumnya. Saat tubuhnya diselimuti es Rahayu memang terlihat masih muda itu karena kekuatan dari Zeys yang tersalur di es itu.
Clara, Ashana, Morina dan manusia lainnya mendarat di tempat keberadaan Anzel dan Yashbi.
Ashana dan Morina yang sudah kembali normal mendekati Yashbi yang tengah memeluk tubuh seorang nenek.
"siapa wanita ini?" tanya Ashana lembut.
Mendengar suara yang familiar Yashbi segera menoleh. Terlihat jelas Yashbi menangis.
Ashana mengusap air mata Yashbi yang terus saja mengalir.
Takdir perjalanan kehidupan dirinya dan Ashana dipertemukan diwaktu yang tidak tepat. Dan terungkap rahasia besar yang berbalut takdir yaitu Ashana adalah Karmellita istrinya, ibu dari Morina. Yang meninggal tiga bekas tahun lalu. Dihidupkan kembali oleh seseorang dalam wujud berbeda dan perjalanan hidup yang mengarah pada Yashbi berbeda sekali dari sebelumnya. Sehingga Yashbi ataupun Ashana tidak menyadari mereka siapa.
Karena Dunia Manusia dan Satan's World sudah lenyap akibat ulah Zeys maka manusia yang tersisa akan hidup di dunia yang didirikan Zeys yang diperuntukkan untuk para pere2dan anak-anak.
...__________________...
Ashana, Morina dan Clara tinggal di dalam rumah yang sama begitu juga Yashbi.
Rumah yang sangat sederhana. Terlihat asri dan sejuk. Menyegarkan mata dan pendengaran. Ada beberapa hewan ternak. Rumah yang berjarak dari rumah lainnya cukup berjauhan. Rumah ala ala pedesaan. Ini yang diinginkan Ashana sedari dulu sebelum mengingat apa yang pernah terjadi dalam hidupnya dulu.
Yashbi yang teringat ucapan Doni jika Ashana sangat menyukai sebuah rumah di pedesaan dengan air anak sungai dan beberapa hewan ternak.
Yashbi menatap hangat kedua perempuan yang berarti untuknya dalam hidupnya meski tahu cepat atau lambat Ashana akan menghilang seperti yang Zeys katakan jika mereka terikat sebuah janji. Janji di mana jika Ashana sudah teringat semua yang pernah terjadi dalam hidupnya sebelum dibangkitkan maka pengurangan umurnya semakin aktif dengan cepat daripada manusia lainnya dan jika sampai Ashana membocorkan siapa dirinya pada orang yang amat dia cintai di masa hidup sebelumnya maka Ashana akan lenyap saat itu juga tapi karena Zeys yang memberitahu langsung siapa Ashana sebenarnya pada Yashbi jadi hukuman itu tidak berpengaruh terhadap Ashana.
"apa yang akan kau lakukan sekarang? tetap tinggal di tempat ini dan menjadi manusia seperti saat itu atau kembali ke tempat asalmu?" tanya Yashbi yang berdiri di teras rumah bersampingan dengan Anzel.
"aku akan melakukan keduanya. Saat bosan di tempat asalku aku akan datang kemari begitu juga sebaliknya" ucap enteng Anzel.
Yashbi menyodorkan kue rempah yang dibuatkan oleh Ashana.
"aku memang terlahir kembali sebagai seorang dewa tapi aku belum tahu statusku saat ini akan menjadi dewa apa. Jika aku diberi gelar dengan dewa lain maka kekuatan yang kumiliki akan berbeda dari sebelumnya. Maka dari itu aku belum kembali ke tempat asalku" ucap jelas Anzel menatap lurus pada Ashana yang terlihat jelas sekali berbeda dari Ashana yang dulu dia rawat.
"jika bukan dirinya mungkin aku tidak akan hidup kembali dan berada di sini" ucap Anzel tersenyum seraya menatap Ashana, Morina dan Clara yang sedang menanam bunga tidak jauh dari Anzel berdiri.
Yashbi merasa kesal melihat tatapan Anzel yang tertuju pada Ashana.
"sebaiknya kau kembali saja ke tempat asalmu jika kau memiliki kekuatan dan kemampuan baru harusnya itu menjadi jauh lebih bagus" ucap Yashbi yang menahan rasa cemburunya.
Anzel tersenyum lebar.
"apa kau tidak akan merindukanku? sejauh ini kan kau, bergantung padaku. Jangan lupakan itu, tuan Yashbi" goda Anzel yang terkekeh melihat reaksi Yashbi.
Anzel melihat patung dirinya berada tidak jauh darinya. Patung itu terletak di dekat sungai kecil pinggir rumah dan memiliki kuil sendiri.
Anzel kembali tersenyum lebar.
"baik lah aku akan pergi dan kembali ke tempat asalku. Sebelum itu aku ingin bicara berdua dengan Ashana" ucap Anzel seraya melangkah namun terhenti karena Yashbi mencekal lengannya terlihat tatapan tajam Yashbi mengarah padanya.
"kau ini kenapa? apa kau berpikir aku berniat menculiknya atau merebutnya darimu?"
"tenang saja aku hanya ingin berpamitan dengannya dan mengucapkan terima kasih itu saja" ucap jelas Anzel meyakinkan Yashbi.
Yashbi melepas tangannya perlahan dari lengan Anzel.
Terlihat Ashana tersenyum lebar menyambut kedatangan Anzel.
...______________...
Rahayu dimakamkan di dekat rumah mereka.