
Ashana yang selesai dari kamar mandi. Kamar mandi yang berada diluar rumah.
Sekilas didalam kamar mandi dengan kondisi kamar mandi jaman dulu tapi sangat bersih dan air yang sangat jernih. Ashana membilas wajahnya. Mengingat sikap Yashbi yang berubah sangat drastis.
"apa yang sebenarnya dia inginkan? ayo Ashana kamu harus berpikir dan jangan terlalu baper. Bisa saja berikutnya dia berubah lagi. Tidak bisa ditebak" gumam Ashana menghela nafas kasar.
💫💫💫
Ashana menghampiri Doni yang berada tidak jauh dari posisi kamar mandi.
"paman..."
Doni menoleh dengan senyuman hangat.
"dia... ibumu sudah pergi dengan tenang" ucap Doni yang tahu jika kakak iparnya telah tiada. Saat itu, Doni melihatnya tidak jauh dari mereka. Doni tidak mau mendekat karena merasa bersalah terhadap Ashana. Salah satunya membohongi kakak ipar begitu juga Ashana.
"sebelumnya aku minta maaf" ucap Ashana menundukkan kepalanya.
"kenapa? kau tidak perlu minta maaf. Karena aku yang bersalah padamu"
"tidak seharusnya aku berkata padamu tadi. Sekali lagi aku minta maaf" ucap Ashana kali ini menatap Ashana.
Doni semakin merasa bersalah pada Ashana. Teringat rencana dirinya dan Lani untuk memisahkan Ashana dan Yashbi. Padahal Ashana sudah memiliki perasaan pada Yashbi.
"apa kau tahu dari jauh hari jika mereka bukan orang tuamu?" tanya Doni.
"dari awal aku sudah tahu jika mereka memang bukan orang tuaku. Hanya saja aku menyembunyikannya dan melupakan masa laluku"
"masa lalu? sebenarnya aku ingin menanyakan hal ini dari dulu. Apa yang sebenarnya terjadi padamu saat itu? yang aku tahu kau bukan berasal dari kota ini. Dilihat dari manapun"
"maaf jika aku menanyakan hal ini. Aku ingin mengetahuinya karena bagaimana pun aku menganggapmu seperti anakku juga"
"aku berasal dari kota sebelah. Dimana kota yang dulunya hanya ada kedamaian dan ketenangan" ucap Ashana memandang lurus kedepan.
"didunia ini memiliki perbedaan manusia yang signifikan. Antara manusia kaya dan manusia miskin"
"kami disebut manusia miskin dan ditempatkan ditempat yang jauh berbeda dengan manusia kaya"
"setiap waktu tertentu kami selalu melihat bintang yang dinamakan Canis Major secara bergantian. Dengan hal itu saja kami merasa sangat senang. Bukan hal-hal yang dibaluti kemewahan"
"salah satu kerabat kami mengetahui hal besar dibalik apa yang dilakukan oleh mereka (orang/manusia kaya). Dan mereka melakukan hal itu setiap Canis Major itu muncul"
"setelah melihat Canis Major kami selalu sembunyi-sembunyi melihat apa yang mereka lakukan. Dan itu membuat kami ketakutan sangat ketakutan"
"beberapa saat berlalu dan kami kembali lagi ketempat itu untuk melihat Canis Major yang sekian kalinya"
"tapi malam itu..."
Ucapan Ashana terhenti kala mengingat apa yang terjadi dimalam itu.
Ashana menceritakan secara jujur dan terbuka apa yang terjadi dimalam dimana kakaknya (Anzel) meninggalkan dirinya di tempat asing yaitu rumah ibu dan ayah angkat yang tidak lain adalah kakak kandung dan kakak ipar Doni.
"kami melihat Canis Major untuk terakhir kalinya. Karena rasa penasaran membawa kami dimana saat-saat terakhir bersama setelah sekian tahun hidup bersama. Namun malam itu jadi malam terakhir kebersamaan kami"
"bintang yang terjatuh dikota kami seketika menghilangkan semua orang yang ada dikota itu terkecuali kami bertiga. Tapi.."
Ya, ritual penyembahan dan pemujaan masih terus berlanjut. Dari sebelum bintang jatuh dan setelah bintang jatuh.
Diantara mereka bertiga yang dapat melihat keberadaan Clara diantara banyaknya penyembah dan pemuja hanya Anuya. Anuya tertarik untuk ikut serta dalam penyembuhan dan pemujaan itu.
Anuya dengan sengaja memberitahukan keberadaan mereka pada seorang yang memimpin penyembah dan pemujaan itu yaitu Floir.
Floir sangat merahasiakan penyembahan dan pemujaan itu. Siapapun yang mengetahuinya akan dia habis saat itu juga terkecuali orang yang menjadikannya sasaran dan target.
Anuya, Ashana dan Anzel terlibat aksi saling kejar-kejaran antara Floir dan beberapa anak buahnya. Anuya berpura-pura tertangkap oleh Floir dan menyuruh Anzel dan Ashana untuk segera berlari pergi menjauh tanpa menghiraukan dirinya. Ini termasuk rencana Anuya.
Untuk seumuran anak kecil Ashana dan Anzel sudah berlari cukup jauh dan mereka kehabisan tenaga. Anzel yang khawatir dengan kondisi Ashana dia, memerintahkan Ashana untuk jangan pergi kemana pun di sebuah teras rumah sederhana yaitu teras rumah kakak Doni. Anzel menghilang satu tahun lebih tidak menemui Ashana. Dan Ashana dibawa kerumah baru yang sekarang ditempati oleh ayah dan ibu.
Enam tahun berlalu...
Lalu, Ashana yang tumbuh menjadi seorang anak baik. Berkali-kali ibu dan ayah Ashana menanyakan tentang siapa keluarga atau kerabat Ashana. Ashana hanya terdiam, menjawabnya tidak tahu atau menjawab mereka sudah tiada.
"kau selalu menjawab pertanyaan yang sama dengan jawaban yang sama. Apa kerabat atau keluargamu hanya dua laki-laki yang meninggalkanmu itu?"
"aku berpikir mereka tidak meninggalkanku. Mereka hanya ingin memenuhi rasa keinginan mereka masing-masing itu saja"
Doni tahu jika Anzel adalah kakak Ashana. Saat mereka bicara berdua didalam mobil tadi.
"bagaimana jika salah satu dari mereka muncul dihadapanmu?" celetuk Doni.
"aku... aku tentu saja akan merasa senang. Mereka ternyata selama ini hidup baik-baik saja" ucap Ashana dengan senyum lebar.
Doni semakin salut dengan sosok anak kecil yang sudah tumbuh dewasa dihadapkannya saat ini.
"bisa disimpulkan dari ceritamu jadi tidak semua penduduk kota sebelah menghilang saat terjadinya bintang jatuh. Dan kalian lah yang selamat dari tragedi tersebut"
Doni semakin berpikir keras kenapa mereka (Ashana, Anuya dan Anzel) yang selamat?.
"apa kau tidak mencari tahu kenapa kalian yang selamat dari tragedi itu?"
Ashana menggaruk pelipis yang sama sekali tidak merasa gatal.
"aku tidak berpikir sejauh itu. Hanya yang aku lakukan adalah mensyukuri jika kami masih diberi keselamatan dan kesempatan untuk hidup. Itu jauh lebih beruntung dibanding memikirkan kenapa kami bisa selamat dari bencana alam yang tidak mungkin bisa kami temukan jawabannya"
"ya, kau benar. Tapi, Ashana ini hanya pendapatku. Mungkin ada sangkut pautnya dengan orang tuamu atau keluargamu terdahulu"
"kami tidak mempunyai keluarga ataupun kerabat sejak lahir jadi aku tidak tahu siapa mereka"
Bintang jatuh atau disebut Canis Major dimana bintang akan terjatuh disuatu wilayah dengan kekuatan luar biasa. Manusia yang tidak mampu menerima kekuatan dari sang bintang mereka akan lenyap tak tersisa. Tapi berbeda dengan Anuya, Ashana dan Anzel mereka, mampu selamat dari kekuatan luar biasa sang bintang.
Air sungai tiba-tiba beriak begitu juga air dalam botol milik Yashbi.
Yashbi mengerutkan dahinya.
"pekerjaanku masih belum terselesaikan" ucap Yashbi kesal beranjak dari duduk beralaskan kasur lipat.
Tembok kamar roboh sedikit demi sedikit. Botol minum terguling. Lampu kamar tiba-tiba mati lalu menyala kembali.
Yashbi membuka kemeja menyisakan kaos oblong berwarna hitam yang menyitak tubuh atletisnya.
Rumah yang ditinggali jika pemilik sudah meninggal maka rumah itu akan hancur dengan sendirinya (hanya pasien yang diobati Yashbi). Dan akan muncul makhluk penunggu rumah tersebut.